Sukses

Keputihan

29 Aug 2013, 21:39 WIB
Wanita, 20 tahun.
mau tnya dok, apa jika Terdapat perubahan warna, bau dan peningkatan cairan vagina - terutama jika disertai dengan demam. Kemerahan, gatal atau iritasi pada vagina. apa itu berbahaya? apa itu gejala terkena kanker serviks? trims
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

 Terima kasih atas pertanyaan anda,

Kami memahami kekhawatiran Anda.

Sebagai informasi, keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.
 
Bagaimana dengan keputihan Anda?
 
Jika keputihan Anda termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Jika keputihan yang Anda alami adalah keputihan yang normal, maka yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kebersihan daerah vagina, yaitu:
  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Jika keputihan yang dialami merupakan keputihan abnormal yang disebabkan oleh infeksi maka memerlukan pengobatan dengan antijamur/antibiotik/antiparasit sesuai dengan kuman penyebabnya.pengobatan yang tidak tepat guna ataupun tidak tepat dosis alih-alih mengobati justru dapat menimbulkan kekebalan kuman penyebabnya.Kami sarankan  anda memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan untuk mengetahui penyebab dari keputihan anda serta untuk dilakukan pemeriksaan dalam sebab terjadi pengeluaran darah bersamaan dengan keputihan.

Berikut adalah artikel terkait:

Keputihan

Penyebab Keputihan Abnormal

Sedangkan untuk kanker leher rahim.Gejala paling umum dari kanker leher rahim (serviks) adalah perdarahan abnormal dari vagina atau flek (bercak) vagina. Perdarahan abnormal ini terutama terjadi setelah berhubungan seksual,  namun dapat muncul juga perdarahan diantara 2 siklus menstruasi, menoragia, atau bercak / perdarahan postmenopause. Bila perdarahan berlangsung dalam jangka waktu lama maka pasien dapat mengeluh lelah dan lemas karena anemia yang dialaminya. 

Bercak kekuningan yang encer diikuti dengan bau amis juga dapat merupakan tanda-tanda keganasan. Gejala biasanya baru muncul ketika sel yang abnormal berubah menjadi keganasan dan menyusup ke jaringan sekitarnya.

Akan tetapi gejala-gejala ini baru ditemukan setelah sel abnormal berubah menjadi keganasan dan menyusup ke jaringan sekitarnya yang umumnya membutuhkan waktu hingga belasan tahun. Sedangkan luka atau tanda paling awal yang dapat ditemukan sebelum berkembangnya kanker serviks (lesi pra-kanker serviks) hanya dapat ditemukan melalui pemeriksaan pap smear yang dilakukan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan.


 

Demikian jawaban yang kami dapat berikan, semoga bermanfaat. (EA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar