Sukses

Kesehatan Gigi dan Seks saat Hamil

20 Oct 2014, 00:56 WIB
Wanita, 32 tahun.
pagi dok, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan. 1. sekarang saya sedang mengandung anak ke dua. umur saya 32 tahun. dari pengalaman kehamilan terdahulu saya sering sakit gigi. obat apa yang baik ya dok? 2. bolehkah saya cabut gigi? 3. setelah berhubungan dengan suami saya, ada darah yang keluar apakah itu tidak apa-apa? sekian pertanyaan dari saya, terima kasih atas jawaban dokter salam,
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu yang kami hormati,

Terima kasih atas pertanyaan Anda.


Sayangnya Anda tidak menyebutkan usia kehamilan Anda saat ini, apakah di trimester 1, 2 ataupu 3. Apabila usia kehamilan Anda saat ini telah memasuki trimester kedua, berarti ini adalah masa yang cukup aman untuk mendapatkan perawatan gigi. Apabila sakit yang Anda rasakan berupa denyut spontan terutama di malam hari meskipun tidak ada rangsangan dari makanan atau minuman, besar kemungkinan yang terjadi adalah gigi yang berlubang dalam hingga mengenai rongga syaraf. Untuk meredakan rasa sakit tersebut, dapat digunakan obat penghilang rasa sakit (analgesik). Namun saran saya, ada baiknya Anda berkonsultasi secara langsung ke dokter gigi untuk memastikan diagnosa yang tepat dari masalah gigi Anda, beserta rencana perawatannya. Obat analgesik akan diresepkan oleh dokter gigi Anda apabila memang diperlukan, dan dipilih yang aman untuk ibu hamil. Tidak dianjurkan untuk meminum sembarang obat tanpa resep dokter, karena beresiko membahayakan janin.

Pencabutan gigi bisa saja dilakukan pada ibu hamil namun tidak dianjurkan, karena beberapa pertimbangan. Pencabutan gigi yang tidak bersifat gawat darurat sebaiknya ditunda hingga setelah ibu melahirkan. Perlu saya informasikan, pencabutan adalah pilihan terakhir apabila gigi memang sudah tidak bisa dirawat lagi.

Berikut adalah link artikel terkait:

Ibu Hamil Tak Boleh Cabut Gigi?

Tips Kesehatan Gigi dan Mulut bagi Ibu Hamil

Mengenai darah yang keluar sesudah Anda berhubungan intim, sebenarnya tergantung seperti apa darah yang keluar, berapakah jumlahnya, apakah banyak atau sedikit, apakah disertai nyeri pada perut, apakah warnanya merah segar atau coklat.

Pada prinsipnya, berhubungan intim aman dilakukan selama masa kehamilan. Akan tetapi, apabila kandungan mulai besar, disarankan melakukah hubungan intim dengan posisi woman on top atau miring guna mencegah tertekannya perut. Hubungan intim disarankan ditunda apabila setelah berhubungan Anda merasakan kontraksi perut terus menerus, perdarahan dari vagina, atau merembes cairan dari vagina. Apabila perdarahan yang Anda alami tidak berkurang atau berhenti, kami sarankan Anda segera menemui dokter kandungan Anda.

Berikut link artikel terkait:

Hubungan Seksual pada Masa Kehamilan

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat [SH]


Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar