Sukses

Keputihan dan Nyeri Haid

18 Oct 2014, 14:03 WIB
Pria, 27 tahun.
Maaf dok saya mau bertanya tentang masalah keputihan dan nyeri haid pada kekasih saya belakangan ini dia mengalami keputihan yang banyak dan juga nyeri haid selama masa awal PMS...apakah itu normal? saya kasihan setiap kali dia datang bulan selalu sakit, apakah itu berpengaruh dengan kesuburan? karena saya takut apabila kami telah menikah akan sulit untuk mendapat keturunan, apabila dapat di diagnosa sedini mungkin maka dari sekarang akan di obati pasti akan lebih baik. semoga dokter mau menjawab pertanyaan saya Terima Kasih.
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Saudara yang kami hormati,

Terima kasih atas pertanyaan Anda.


Kami memahami kekhawatiran Anda. Pada beberapa perempuan timbulnya flek disertai lendir dan/atau keputihan disertai nyeri perut bagian bawah di tengah siklus haid bisa merupakan hal yang normal. Hal ini disebabkan oleh pelepasan sel telur pada masa itu.

Mengenai masalah keputihan, perlu diketahui bahwa cairan vagina normal atau keputihan yang normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan. Sedangkan, tanda-tanda keputihan yang tidak normal termasuk mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak, keputihan yang menggumpal, dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, nyeri perut bagian bawah, dan sebagainya.) 

Bagaimana dengan keputihan yang dialami pasangan Anda?

Jika keputihan yang dialami termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati. Jika keputihan yang Anda alami adalah keputihan yang normal, maka yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kebersihan daerah vagina, yaitu:

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

 

Untuk memastikan diagnosis, kami menyarankan Anda memeriksakan diri ke dokter umum atau spesialis kebidanan dan kandungan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Sedangkan rasa sakit yang timbul setiap kali datang bulan merupakan hal yang sering dialami oleh banyak wanita. Rasa sakit ini biasanya dirasakan di perut bagian bawah yang timbul setiap hari ke-1 sampai hari ke-3 dari siklus menstruasi. Rasa nyeri yang diarasakan oleh setiap wanita berbeda-beda, dapat berupa nyeri ringan maupun berat hingga mengganggu aktivitas sehari hari. Jika nyeri yang dirasakan sangat berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari dikenal dengan nama dismenorea. Terdapat dua jenis dismenore, yaitu :

  • Dismenorea primer : dismenore tipe ini timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu dengan lebih stabilnya hormon tubuh . Nyeri haid ini adalah normal, dan tidak membahayakan kesehatan. Dismenorea ini terjadi murni karena kontraksi otot rahim saat menstruasi akibat dari hormon prostaglandin.
  • Dismenorea sekunder : biasanya baru timbul di kemudian hari setelah menstruasi pertama. Dismenore ini dapat disebabkan oleh beberapa panyakit/kelainan penyebab, antara lain : kelainan atau penyakit seperti infeksi rahim, kista atau polip, tumor sekitar kandungan,dll.

 

Apabila dismenorea yang dirasakan adalah dismenorea primer maka tidak akan ada masalah dan kesuburan Anda tidak akan terganggu. Akan tetapi, apabila penyebabnya adalah dismenorea sekunder, maka ada kemungkinan faktor penyebab tersebut dapat mengganggu kesuburan pasangan Anda. Untuk mengetahui apakah nyeri yang dialami akibat dismenorea sekunder atau tidak, segera periksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mengetahui penyebab sebenarnya dari dismenorea ini dan mendapat penatalaksaan yang tepat sedini mungkin.

Demikian jawaban yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat[SH]


Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar