Sukses

Penyebab Bau Mulut dan Solusinya

05 Aug 2015, 23:09 WIB
Pria, 37 tahun.

mau tanya dok saya mempunyai masalah pada bau mulut. saya sudah ke dokter gigi dan sudah dilihat oleh dokter gigi katanya ada yang lubang sedikit kemudian ditambal. tapi setelah ditambal tetap aja masih bau mulut. kemudian saya mencoba dokter gigi yang lain. katanya gigi saya yang tidak teratur menyebabkan banyaknya selip makanan sehingga menimbulkan bau mulut. disarankan ada satu gigi yang harus dicabut. tapi saya ragu nantinya apakah setelah dicabut bisa sembuh. soalnya dulu sekitar 1 tahun yang lalu saya pernah bau mulut tapi sembuh dengan sendirinya. sedangkan yang sekarang sudah 2 bulan ini ga sembuh2 bau mulutnya. jadi posisi gigi juga dari dulu memang ga teratur. saya baca-baca kok bau mulut disebabkan oleh selain masalah mulut tapi bisa dari tenggorokan dan juga lambung. Bisa minta penjelasan untuk penyebab bau mulut dari tenggorokan atau lambung dok? dan bagaimana solusinya? terimakasih atas jawabannya

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sebelum menjawab langsung pertanyaan Anda, Kami akan menjelaskan penyebab dari timbulnya bau mulut. Penyebab timbulnya bau mulut atau halitosis disebabkan oleh beberapa faktor baik yang berasal dari dalam tubuh (intrinsik) maupun yang berasal dari luar tubuh (ekstrinsik), yaitu:

  • Kebersihan mulut yang buruk, sehingga jumlah bakteri sangat banyak dalam mulut dan di permukaan lidah. Tanpa pembersihan mulut yang baik, sisa makanan akan tertinggal dalam mulut dan menjadi lingkungan yang cocok untuk bakteri berkembang biak yang akan menyebabkan bau pada mulut. Selain itu, sisa makanan yang menempel pada gigi, gusi, dan lidah akan menyebabkan gingivitis (radang gusi) dan gigi berlubang, sehingga akan meningkatkan bau mulut dan rasa yang tidak enak di dalam mulut.

Gigi tiruan yang tidak dibersihkan dengan baik menyebabkan penumpukan sisa makanan dan bakteri pada permukaan gigi tiruan sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap.

  • Pembersihan gigi tiruan yang kurang baik .
  • Penyakit gusi atau jaringan periodontal (jaringan penyangga gigi).
  • Penyakit sistemik. Bau mulut dapat merupakan salah satu gejala dari penyakit tertentu, misalnya infeksi saluran pernapasan, gangguan pencernaan, diabetes, atau kelainan pada hati.
  • Xerostomia (mulut kering).
  • Pemakaian beberapa obat-obatan tertentu dapat menyebabkan mulut menjadi kering, terutama obat-obatan untuk mengatasi depresi dan tekanan darah tinggi. Xerostomia juga dapat disebabkan oleh kelainan pada kelenjar ludah sehingga produksi ludah menurun. Selain itu, kebiasaan bernapas lewat mulut juga dapat menyebabkan mulut cenderung menjadi lebih kering.
  • kebiasan merokok.
  • konsumsi makanan tertentu.

Berikut cara mengatasi bau mulut (halitosis)

  1. Sikat gigi dua kali sehari, pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.
  2. Lakukan flossing sekali dalam sehari untuk mengangkat plak dan sisa makanan yang tersangkut di antara celah gigi-geligi.
  3. Pembersihan permukaan lidah secara teratur. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan sikat gigi yang lembut.
  4. Pemakaian obat kumur anti bakteri untuk mengurangi pertumbuhan bakteri dalam mulut sesuai anjuran dokter gigi.
  5. Scaling (pembersihan karang gigi).
  6. Perbaikan dan penambalan gigi-gigi yang berlubang.
  7. Berhenti merokok.
  8. Pada kasus-kasus xerostomia/ mulut kering , dokter gigi mungkin akan memberikan saliva buatan. Perbanyak minum air putih dan konsumsi sayuran serta buah-buahan.
  9. Lakukan kunjungan secara teratur ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk kontrol rutin dan pembersihan.
  10. Lakukan konsultasi dengan dokter bila halitosis berkaitan dengan penyakit sistemik.

Jika sudah rajin menjaga kebersihan gigi. Kemungkinan bau mulut yang diderita diakibatkan penyakit sistemik. Akan tetapi diagnosa belum dapat dipastikan jika belum dilakukan pemeriksaan fisik, maka untuk menentukan penyebabnya secara pasti maka sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter gigi secara langsung.

Berikut artikel yang dapat Anda baca.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar