Sukses

Haid Tidak Lancar

08 Jul 2013, 10:00 WIB
Wanita, 20 tahun.
dok, sy mau bertny nih, saya setelah melahirkan anak ke 2, 10hri kemudian operasi usus buntu dan 5 bln kemudian operasi rahang gigi terkena ametoblastoma,, tetapi kenapa haid saya menjadi tdk lancar y?? bs telat 2 bln, terkdg lancar setiap bln, terkdg 2bln br haid,,, masalah nya apa?? tq y dok,,
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Terimakasih atas pertanyaan Anda. 

Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, dengan lama keluarnya darah haid berlangsung selama 2-8 hari. Kelainan yang Anda alami dimana siklus memanjang disebut oligomenore. 

Haid yang tidak teratur biasanya terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan hormonal. Gangguan hormon sering terjadi pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama ataupun beberapa tahun menjelang terjadinya menopause. Pada masa-masa itu merupakan variasi normal yang terjadi karena kurang baiknya koordinasi hormonal pada awal terjadinya menstruasi pertama dan menjelang terjadinya menopause, sehingga timbul gangguan keseimbaangan hormon dalam tubuh. Disamping itu, haid yang tidak teratur dapat juga terjadi pada :

  • Gangguan indung telur, misal: Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS)
  • Stress dan depresi
  • Sakit kronik
  • Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
  • Penurunan berat badan berlebihan
  • Olahraga berlebihan, misal atlit
  • Adanya tumor yang melepaskan estrogen
  • Adanya kelainan pada struktur rahim atau serviks yang menghambat pengeluaran darah menstruasi
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • dsb

Pengobatan yang diberikan akan disesuaikan dengan penyebabnya. Pada umumnya, disamping mengatasi faktor yang menjadi penyebab, penderita oligomenorea juga akan diterapi dengan menggunakan terapi hormon, diantaranya dengan mengkonsumsi obat kontrasepsi. Jenis hormon yang diberikan akan disesuaikan dengan jenis hormon yang mengalami penurunan dalam tubuh (yang tidak seimbang). Pasien yang menerima terapi hormonal sebaiknya dievaluasi 3 bulan setelah terapi diberikan, dan kemudian 6 bulan untuk reevaluasi efek yang terjadi.

Karena itu, kami menyarankan Anda kembali ke dokter kebidanan dan kandungan untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut serta pemberian terapinya. Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. (NO)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter


    0 Komentar

    Belum ada komentar