Sukses

Keringat Banyak, tapi Tiroid Normal (lanj.)

06 Jul 2013, 17:11 WIB
Pria, 17 tahun.
Menanggapi pesan ini: "Malam dokter. Kenapa ya saya sering keluar keringat. Disaat gelisah,emosi,tampil di depan umum langsung keluar keringat. Saya sudah konsultasi ke Dokter Spesialis Dalam dan disuruh cek darah. Ini hasilnya. . -FT4 1.14 -T3 1.02 -TSH 2.31 Setelah kontrol,kata dokter itu normal gada kelainan sama sekali. Tapi saya kurang puas dengan jawaban itu. Saya harap anda bisa membantu saya lebih baik lagi. Terimakasih. Bapak/Saudara yang Terhormat. Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter. Nampaknya, dokter Anda mengkhawatirkan adanya gangguan kelenjar tiroid yang salah satu gejalanya adalah banyak berkeringat. Namun hasil pemeriksaan fungsi tiroid Anda normal sehingga Anda tidak perlu terlalu khawatir. Berkeringat pada saat gugup, gelish, emosi merupakan hal yang normal karena adanya rangsangan saraf simpatis sehingga merangsang aktivitas kelenjar keringat berlebihan. Selain itu, keringat yang banyak dapat disebabkan karena metabolisme yang lebih tinggi dari orang pada umumnya atau kelenjar keringat yang memang banyak. Banyak berkeringat sendiri merupakan pertanda baik karena berarti kelenjar keringat berfungsi sempurna. Pengeluaran keringat merupakan proses sekresi atau pembuangan sisa-sisa garam dan juga racun dari dalam tubuh. Selain itu, keringat juga berfungsi menurunkan panas di dalam tubuh sehingga suhu di permukaan kulit dapat senantiasa terjaga pada tingkatan normal. Cuaca panas di negara tropis seperti Indonesia memang membuat mudah berkeringat. Meski lebih banyak berada dalam rumah, kelembapan udara yang cukup tinggi dan udara yang panas tetap membuatnya berkeringat. Mekanismenya, tubuh yang menyimpan panas membutuhkan penguapan yang berujung pada keluarnya keringat tadi. Keringat juga keluar ketika tubuh memproses makanan yang dikonsumsinya menjadi protein yang akan digunakan sebagai pasokan energi untuk tubuhnya. Karena proses mengubah makanan menjadi protein membutuhkan kalori, maka terjadi peningkatan panas dalam tubuh yang kemudian akan dibuang dalam bentuk keringat. Adanya proses metabolisme ini membuat Anda yang sedang diam atau tidur pun tetap saja berkeringat. Sekali lagi, keringat banyak adalah pertanda baik. Kecuali bila suhu udara sangat dingin, tubuh akan menahan pengeluaran sebagian keringat untuk menjaga agar suhu badannya tetap hangat. Sisa-sisa metabolisme (sekresi) akan dikeluarkan lewat air seni.Hal ini normal terjadi. Selama Anda masih aktif dengan asupan makanan bergizi yang cukup, maka hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF) Salam, Tim Redaksi Klikdokter" Tapi keringat saya keluar sangat berlebihan dibanding orang lain,misalnya saya masuk ke sebuah pertokoan lalu langsung mengeluarkan keringat di seluruh badan. Apa itu bisa dikatakan normal dok? Intinya saya ingin sekali mengurangi keadaan seperti ini yang sangat mengganggu aktifitas saya sehari-hari. Adakah cara untuk menguranginya? Saya harap dokter bisa menjawabnya dan akan membantu saya. Terimakasih banyak.
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Bapak/Saudara yang kami hormati,

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 

Selain, berkeringat apakah Anda mengalami keluhan lain? Apabila tidak, maka keluhan Anda saat ini masih dalam batas wajar atau kondisi normal.

Sekilas akan kami jelaskan dahulu mengenai proses terjadinya  keringat hingga akhirnya timbul di permukaan kulit. Keringat diproduksi oleh kelenjar keringat atau kelenjar sebasea. Kelenjar sebasea memproduksi cairan keringat atas perintah sususan saraf otonom yang dikendalikan secara otomatis atau tidak sadar oleh tubuh.

Keringat berlebih yang saat ini Anda alami disebut dengan hiperhidrosis.  Penyebab utama hiperhidrosis adalah stimulasi berlebihan sistem saraf simpatis. 

Kondisi ini memiliki hubungan langsung dengan status mental (psikologis) seseorang dan lingkungan. Rangsangan stress ansietas (cemas) dan faktor-faktor psikologis yang mirip memiliki peran yang penting dalam memperberat kondisi ini. Namun, kondisi ini ini juga memiliki pengaruh genetik (keturunan).

 

Cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan antiperspiran. Apakah Saudara telah menggunakan deodoran? Jika iya, apakah jenis deodoran yang Anda gunakan? Deodoran saja sebenarnya tidak dapat membantu mengurangi keluarnya keringat dari kulit, kecuali yang mengandung antiperspiran. Oleh sebab itu, pilihlah produk deodoran yang mengandung antiperspiran. Semoga permasalahan Anda dapat teratasi.

Hiperhidrosis sendiri terbagi atas 3 yaitu : 

  1. Hiperhidrosis fokal primer yaitu kondisi dimana keringat berlebih terjadi pada area tertentu dari tubuh (fokal) di kedua sisi tubuh (umumnya). Lokasi yang sering adalah telapak tangan dan kaki, lengan, kepala, dan wajah.
  2. Hiperhidrosis Idiopatik Generalisasi yaitu kondisi dimana seluruh area tubuh mengeluarkan keringat berlebih.
  3. Hiperhidrosis Sekunder Generalisasi yaitu kondisi keringat berlebih yang dipengaruhi oleh penyakit lain atau kondisi lain seperti menopause, hipertiroid, diabetes melitus (neuropati perifer), atau stroke. Obat-obatan seperti antihipertensi dan antidepresi juga dapat menyebabkan hiperhidrosis. Keringat berlebih juga melibatkan area yang luas di tubuh dan dapat muncul ketika tidur. 

 

Menurut American Academy of Dermatology, Hiperhidrosis diterapi dengan beberapa cara yaitu :

  1. Antiperspirant yang mengandung alumunium klorida heksahidrat, glutaraldehid, formaldehid, dengan kadar tinggi (15%) dengan cara dioleskan di malam hari pada kulit yang kering, daerah berambut (ketiak), dan dicuci di pagi hari. Penutupan daerah yang diberikan antiperspirant dengan plastik juga dapat dilakukan. 
  2. Teknik Iontophoresis, umum dilakukan pada hiperhidrosis telapak tangan dan kaki. Tangan diletakkan di dalam larutan berisi elektrolit dengan elektrik kadar rendah. Dapat efektif untuk kasus ringan.
  3. Suntikan Botulinum tipe A. Suntikan ini diberikan di daerah ketiak, telapak tangan dan kaki untuk mengurangi jumlah keringat. Botulinum akan memblok pengeluaran dari neurotransmiter (asetilkolin) dan merupakan terapi yang efektif selama 4-8 bulan. Suntikan ulang perlu dilakukan lagi di kemudian hari.
  4. Obat oral. Obat jenis glycopyrrolate dan propantheline bromide berfungsi mencegah terstimulasinya kelenjar keringat. Mereka memblok reseptor kolinergik. Beta bloker juga dapat digunakan untuk terapi keringat berlebih yang terjadi karena stres. Namun obat-obatan ini memiliki efek samping sehingga harus dipertimbangkan risiko dan manfaatnya.

Demikian jawaban yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat [SH]


Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar