Sukses

Terapi Mata Plus

19 Oct 2014, 02:14 WIB
Wanita, 41 tahun.
bagaimana cara pengobatan mata plus?
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Ibu/Saudari yang terhormat,

Terima kasih atas pertanyaan Anda.


Sebelum menjawab pertanyaan Anda, saya akan membahas mengenai fungsi penglihatan normal. Semoga dapat dipahami.

Kornea dan lensa mata berperan layaknya lensa kamera, berfungsi memfokuskan cahaya yang masuk ke dalam mata untuk membentuk bayangan pada retina yang terletak di belakang mata. Pada keadaan normal, lensa mata dapat beradaptasi (berakomodasi) sesuai jauh-dekat objek yang dilihat. Bila cahaya dapat terfokus pada satu titik sempurna di retina, maka akan terbentuk bayangan yang jelas. Bagaimanapun, bila cahaya terfokus di depan atau belakang retina, maka bayangan yang terbentuk akan tampak kabur. Keadaan ini disebut sebagai kelainan refraksi.

Yang termasuk di dalam kelainan refraksi antara lain adalah miopi (mata minus/rabun jauh), hipermetropi (mata plus/rabun dekat), dan astigmatisma (silinder). Miopi terjadi ketika bayangan benda jatuh terfokus pada depan retina. Keadaan ini timbul akibat bola mata terlalu panjang atau daya akomodasi lensa terlalu kuat. Sebaliknya, hipermetropi terjadi ketika bayangan benda jatuh di belakang retina akibat bola mata pendek atau daya akomodasi lensa terlalu lemah. Berbeda dari dua sebelumnya, astigmatisma terjadi akibat kelainan kelengkungan permukaan kornea dan lensa sehingga cahaya yang masuk tidak akan jatuh pada satu titik.

Kelainan refraksi bukanlah suatu penyakit, tetapi lebih merupakan variasi individu. Faktor yang mempengaruhipun berbeda pada setiap keadaannya. Terapi awal yang dapat dilakukan adalah dengan kacamata untuk mengoreksi kelainan refraksinya, bergantung pada gejala pasien dan kebutuhannya akan penglihatan.

Kondisi Anda sekarang ini adalah kelainan refraksi yang disebut dengan hipermetropi atau rabun dekat. Kondisi ini, seperti kelainan refraksi lainnya, tidak dapat dihilangkan kecuali dengan operasi. Lasik adalah salah satu tindakan yang dapat dilakukan saat ini untuk mengkoreksinya.

Apabila tidak mau melakukan lasik, yang dapat dilakukan adalah mengoreksi kelainan ini baik dengan kacamata, ataupun lensa kontak. Kelainan refraksi dapat dicegah menjadi lebih berat atau bertambah dengan cara mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A, B, C, dan tetap menggunakan alat koreksi.

 

Apabila Anda tidak mau memakai kacamata maka Anda dapat menggunakan lensa kontak namun harus rajin menjaga kebersihannya. Konsultasikan kembali ke dokter spesialis mata Anda apabila Anda ingin menggunakan alat koreksi. Untuk lebih jelasnya Anda dapat membaca artikel kami mengenai Kelainan Refraksi di :

Kelainan Refraksi.

Demikian jawaban yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat [SH]


Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar