Sukses

Program Inseminasi & Kista

19 Oct 2014, 22:55 WIB
Pria, 32 tahun.
Berapa % keberhasilan program inseminasi (promil) Apakah jika ada kista pada salah satu ovarium berpengaruh pada sel telur padahal hasil HSG tuba patent...
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Saudari yang terhormat,

Program Inseminasi

Terimakasih atas pertanyaan Anda. Inseminasi buatan adalah proses peletakan sperma ke saluran reproduksi wanita dengan menggunakan cara buatan. Proses yang dijalani dimulai dengan meletakkan sperma segar atau sperma yang telah dibekukan (sperma normal baik bentuk maupun pergerakannya) ke dalam serviks (leher rahim) atau yang disebut dengan Intracervical Insemination (ICI)) atau  di dalam rahim wanita  atau disebut Intrauterine Insemination (IUI). Angka keberhasilan inseminasi buatan ini tergantung pada beberapa hal, yaitu :

  • Usia wanita
  • Kualitas sel telur
  • Kualitas sel sperma
  • Ada atau tidaknya endometriosis yang parah
  • Adanya kerusakan saluran tuba

Pasangan yang melakukan inseminasi memiliki kemungkinan berhasil sekitar 5-20% setiap siklusnya. Persentase keberhasilan dapat ditingkatkan apabila dikombinasikan dengan terapi hormonal sebelumnya. Inseminasi buatan ini memang tidak selalu berhasil untuk setiap pasangan. Beberapa pasangan mungkin membutuhkan beberapa kali mencoba baru terjadi kehamilan. Umumnya inseminasi buatan dilakukan sebanyak 3 kali sebelum terjadinya kehamilan atau beralih ke terapi lainnya. Jika inseminasi buatan telah berhasil maka akan segera terlihat tanda-tanda kehamilan dalam beberapa minggu.

Kista

Kista ovarium atau kista indung telur adalah kantung yang berisi cairan yang ditemukan di ovarium. Selama fase menstruasi, ovarium akan menghasilkan telur dari pematangan kantung yang disebut folikel. Kebanyakan dari kista ini tidak berbahaya atau dibilang sebagai kista yang fungsional. Hanya sekitar 4-10% yang mengalami gangguan kista serius seperti PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome).

Sindroma ovarium polikistik dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi dan menyebabkan gangguan kesuburan. Gejalanya antara lain adalah mentruasi tidak teratur (menjadi jarang atau berdarah banyak), gangguan kesuburan, gangguan pematangan sel telur sehingga telur yang ada berukuran kecil, gangguan metabolisme lemak, peningkatan berat badan dan jaringan lemak pada tubuh bagian atas, timbul jerawat pada muka atau badan,  pertumbuhan rambut-rambut halus yang berlebihan di wajah dan badan.

Kista yang fungsional dapat tumbuh sampai sebesar 6 cm namun umumnya tidak memerlukan terapi dan akan menghilang dalam jangka waktu beberapa bulan. Kista ini hanya memerlukan observasi saja dan pemeriksaan USG rutin untuk mengawasi pembesaran dari kista. Apabila kista semakin kecil atau menghilang maka tidak diperlukan terapi apapun.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.(PNA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar