Sukses

Bronkitis dan Hepatitis

20 Oct 2014, 10:47 WIB
Wanita, 29 tahun.
dok tanya apa org kena bronkitis itu menular pada lingkungann apa tidak trus kl salah satu anggota keluarga ada yg pny bronkitis bagaimana solusinya. Sama penyakit hepatitis itu ada berapa aja macamnya apa juga bisa menular apa menurun kl kita punya anak sama juga dengan bronkits apa itu juga bisa menurun pada si anak terima kasih
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang terhormat,

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 

Bronkhitis adalah suatu kondisi yang timbul bila dinding bagian dalam saluran pernapasan utama paru terinfeksi dan meradang. Saluran pernapasan adalah saluran yang terdapat di dalam paru-paru yang merupakan tempat aliran udara. Jika saluran pernapasan tersebut mengalami iritasi, maka akan terbentuk lendir yang tebal di dalamnya. Lendir tersebut dapat menyumbat sehingga menghalangi udara untuk mencapai paru-paru. Maka dari itu, gejala yang dapat terjadi berupa batuk berdahak yang banyak mengandung lendir, kesulitan bernapas dan dada terasa sesak.

Bronkhitis terbagi menjadi dua:

  • Bronkhitis akut. Bronkhitis akut seringkali disebabkan oleh infeksi virus. Virus yang menyerang biasanya adalah virus yang sering menimbulkan flu yang menyebar hingga ke saluran napas yang lebih dalam sehingga menimbulkan bronkhitis. Disamping akibat infeksi virus, sebagian kecil kasus bronkhitis akut juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri ataupun akibat paparan terhadap asap rokok disekitar anda. Bronkhitis akut yang disebabkan oleh infeksi virus biasanya dapat sembuh secara spontan dalam beberapa minggu jika anda memiliki daya tahan tubuh yang baik. Namun, pada bronkhitis akut yang disebabkan oleh bakteri, diperlukan pemberian antibiotik secara teratur untuk menghilangkan kuman penyebab bronkhitis.
  • Bronkhitis kronik. Bila penyakit bronkitis bertahan dan berlanjut kurang lebih selama 3 bulan dalam setahun, maka disebut sebagai bronkitis kronik. Bronkhitis kronik umumnya disebabkan karena merokok atau paparan terhadap asap rokok. Disamping akibat rokok, bronkhitis kronik juga dapat terjadi akibat paparan terhadap debu dan polusi udara untuk waktu yang lama. Pengobatan yang diberikan pada bronkitis kronik biasanya hanya akan membantu mengatasi gejala-gejala yang timbul, namun gejala tersebut akan sering kambuh dan saluran napas yang sudah rusak akibat bronkhitis kronik tidak dapat sembuh sempurna 100%.

Perhatikan bagaimana dengan lingkungan Anda.
Apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu pernapasan dan mengurangi batuk? Jika Anda atau oramg terdekat Anda merokok, yang terpenting adalah berhenti. Bahan-bahan lain yang dapat mengiritasi jalan napas seperti hairspray, deodoran semprot, dan cat semprot. Selain itu, hindari menghirup udara di lokasi yang berdebu atau mengandung uap kimiawi. 

Dapatkah obat-obatan menangani bronkitis kronik? Ya, dokter umumnya akan memberikan obat bronkodilator, yaitu obat yang berfungsi untuk memperlebar jalan napas sehingga Anda dapat bernafas lebih lega. Obat ini diberikan dalam bentuk inhaler yang dihirup. Selain bronkodilator, untuk mengatasi sesak napas, dapat diberikan obat yang mengandung theophylline ataupun steroid. Semuanya tergantung dengan kondisi Anda. 

Antibiotik hanya diberikan jika terbukti terdapat infeksi pada paru yang terjadi secara bersamaan dengan bronkitis kronik. Jika terdapat infeksi, maka batuk akan lebih berdahak dan disertai dengan lendir yang berwarna kekuningan atau kehijauan, demam dan sesak napas yang semakin berat. 

Selain pengobatan, lakukan olah raga secara teratur 3x/minggu untuk menguatkan otot-otot pernapasan. Olah raga dapat dimulai dengan berjalan selama 20 menit yang kemudian secara bertahap ditingkatkan kecepatan dan waktunya.

Bronkitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus dapat menular kepada orang sekitarnya, sehingga penting untuk mengobati bronkhitis dengan obat yang diresepkan oleh dokter Anda.

Hepatitis atau infeksi hati ada beberapa macam, yang paling umum ditemui adalah Hepatitis A, Hepatitis B, dan Hepatitic C.

Hepatitis A apabila sudah sembuh tidak dapat menulari orang lain, akan tetapi lain halnya dengan Hepatitis B. Meskipun status saat ini sudah sembuh dari Hepatitis B, ia masih dapat menularkan virus tersebut ke orang lain karena dirinya adalah carrier.

Untuk membantu menjawab pertanyaan Anda, kami sertakan artikel mengenai: Hepatitis AHepatitis BHepatitis C.

Beberapa hal yang perlu dilakukan apabila di keluarga ada yang menderita Hepatitis B adalah:

  1. Menjaga kesehatan carriers
  • Mengunjungi dokter teratur (minimal 1x/tahun). Diskusikan mengenai tes darah dan pemeriksaan USG berkala dan penggunaan obat interferon alfa-2b.
  • Diskusikan dengan dokter mengenai obat-obatan yang dijual bebas, bahkan obat herbal, karena beberapa dapat merusak hati.
  • Tidak mengonsumsi alkohol karena dapat merusak hati
  • Tidak menggunakan obat-obatan terlarang (suntik), karena memiliki risiko terkena hepatitis yang lain yang juga merusak hati.
  • Vaksinasi hepatitis A
  1. Menjaga diri carriers dari menginfeksi orang lain
  • Orang-orang yang berisiko terinfeksi hepatitis B adalah mereka yang  memiliki kontak dekat (dengan darah, semen, atau cairan tubuh lain) dengan carriers. Sebagai contoh: pasangan seksual, orang yang tinggal serumah, anak  yang lahir dari carriers. Beritahu mereka mengenai kondisi carriers, bahwa  tidak masalah untuk berbagi makanan bersama.
  • Carrier yang sedang hamil agar memberitahu dokter mengenai kondisinya, agar bayinya diberi suntikan yang menjaganya dari hepatitis B (12 jam pertama    kelahiran).
  • Menggunakan kondom lateks setiap berhubungan seksual
  • Tidak pernah membagi jarum suntik, tindikan, dsb.
  • Tidak mendonorkan darah, plasma, organ tubuh, jaringan atau sperma
  1. Untuk mereka yang memiliki kontak dekat dengan carriers
  • Memeriksakan diri ke dokter untuk tes hepatitis B
  • Vaksinasi hepatitis B
  • Tidak berbagi rokok, sikat gigi, gunting, pisau cukur, dsb
  • Tutup semua luka dengan plester luka
  • Cuci tangan, terutama setelah menyentuh darah carrier
  • Bersihkan cipratan darah dengan campuran pemutih dan air (1,5 cangkir pemutih dalam satu galon air) untuk mematikan virus hepatits B.

Demikian jawaban yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat [SH]

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar