Sukses

Haid Tidak Teratur

27 May 2013, 17:00 WIB
Wanita, 26 tahun.
Dok, pasangan saya kadang telat kadang haidnya 2 kali dalam sebulan, sudah peiksa ke dokter dikatakan bahwa hormonnya tidak stabil. bagaimana solusinya
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Saudari yang terhormat,

Terimakasih atas pertanyaan Anda. Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, dengan lama keluarnya darah haid berlangsung selama 2-8 hari. Kelainan yang Anda alami dimana siklus terkadang memanjang ataupun memendek dapat berupa oligomenore atau polimenore. 

Seperti yang telah disebutkan oleh dokter Anda, haid yang tidak teratur biasanya terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan hormonal. Gangguan hormon sering terjadi pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama ataupun beberapa tahun menjelang terjadinya menopause. Pada masa-masa itu merupakan variasi normal yang terjadi karena kurang baiknya koordinasi hormonal pada awal terjadinya menstruasi pertama dan menjelang terjadinya menopause, sehingga timbul gangguan keseimbaangan hormon dalam tubuh. Disamping itu, haid yang tidak teratur dapat juga terjadi pada :

  • Gangguan indung telur, misal : Sindrome Polikistik Ovarium (PCOS)
  • Stress dan depresi
  • Sakit kronik
  • Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
  • Penurunan berat badan berlebihan
  • Olahraga berlebihan, misal atlit
  • Adanya tumor yang melepaskan estrogen
  • Adanya kelainan pada struktur rahim atau serviks yang menghambat pengeluaran darah menstruasi
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • dsb

Pengobatan yang diberikan akan disesuaikan dengan penyebabnya. Pada umumnya, disamping mengatasi faktor yang menjadi penyebab, penderita oligomenorea juga akan diterapi dengan menggunakan terapi hormon, diantaranya dengan mengkonsumsi obat kontrasepsi. Jenis hormon yang diberikan akan disesuaikan dengan jenis hormon yang mengalami penurunan dalam tubuh (yang tidak seimbang). Pasien yang menerima terapi hormonal sebaiknya dievaluasi 3 bulan setelah terapi diberikan, dan kemudian 6 bulan untuk reevaluasi efek yang terjadi.

Karena itu, kami menyarankan Anda kembali ke dokter kebidanan dan kandungan yang sudah memeriksa Anda untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut serta pemberian terapinya.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.(PNA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar