Sukses

Gangguan Jiwa

21 May 2013, 22:39 WIB
Pria, 21 tahun.
salam. dookter saya ingin bertanya tentang bagaimana menangani hal yang terjadi dengan mertua saya, bliyau akhir2 ini sering sekali tertawa sendiri, dan kadang merasa ketakutan apabila bertemu dengan orang2 tertentu, pada awalnya katanya bliyau merasa jantung berdegup kencang, terus ada rasa takut yg amat dalam, bliyau juga mengaku mendengar bisikan-bisikan dan terakhir tingkah laku bliyau tidak terkontrol di tambah tertawa sendiri dan kadang menangis. untuk riwayat keluarga, bliyau mengakui akhir2 ini suami bliyau sering marah2, dan berakhir dengan pemukulan, memang awal dari emosi suami bliyau karena bliyau(ibu mertua) kalau sudah ngerumpi dengan ibu2 lain sering keceplosan masalah keluarga yg rahasia. bliyau akhir2 ini sering merasa ingin bunuh diri, kata bliyau setelah diberi obat(antimo), tidur, dan sadar. untuk pendidikan bliyau hanya lulus SD, jadi kadang minder dengan ibu2 atau keluarga yg lebih tinggi pendidikannya. untuk penyakit bliyau punya darah tinggi, riwayat magh kronis dan hampir masuk meja oprasi. kami harus bagaimana dokter, terimakasih...
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Bapak/Saudara yang terhormat,

Terima kasih atas pertanyaan Anda.


Dari gejala yang Anda paparkan, tampaknya mertua Anda mengalami gangguan jiwa. Dalam aspek kesehatan psikatri dan jiwa, keadaan tersebut sering dikenal dengan istilah skizofrenia.


Skizofrenia adalah 
gangguan mental yang ditandai dengan gangguan persepsi atau gangguan terhadap realita. Umumnya orang dengan skizofrenia diikuti dengan manifestasi halusinasi, paranoid, delusi, dan disorganisasi dalam berbicara dan berpikir. Hal ini dapat diikuti dengan gangguan fungsi hubungan sosial.


Terdapat beberapa faktor yang dapat mengambil peran sebagai faktor resiko penyebab gangguan tersebut muncul, a.l. : 

  1. Riwayat skizofrenia dalam keluarga.
  2. Perilaku sebelumnya seperti kecurigaan berlebih, eksentrik, penarikan diri, dan/atau impulsivitas.
  3. Stress lingkungan.
  4. Status sosial ekonomi yang rendah sekurang-kurangnya sebagian adalah karena dideritanya gangguan ini.

Namun bukan berarti gangguan ini tidak dapat disembuhkan, ada beberapa cara untuk menyembuhkan penderita. Penanganan skizofrenia harus dilakukan secara holistik. Pengobatannya terbagi atas psikofarmaka dan psikososial. Psikofarmaka menggunakan obat-obatan anti psikotik sedangkan psikososial adalah terapi perilaku.

Jika dibiarkan menahun, efek skizofrenia dapat menyebabkan gangguan fungsi pekerjaan, fungsi sosial, fungsi penggunaan waktu luang dan fungsi perawatan diri.  Perubahan perubahan ini akan mengganggu individu serta membuat resah keluarga dan teman.

Kami menganjurkan bagi Anda untuk segera membawa mertua Anda menemui dokter spesialis kedokteran jiwa atau psikiater. Khususnya karena mertua Anda tampaknya berpotensi mengancam keselamatan diri dengan berpikir hendak bunuh diri. Tidak tertutup kemungkinan bahwa mertua Anda dapat dirawat di instansi rehabilitasi psikiatri (rumah sakit jiwa, dll). Untuk skizofrenia ringan memang dapat ditangani dengan berobat jalan saja yaitu mengkonsumsi obat-obatan teratur dan melakukan terapi psikososial. Walaupun sembuh penuh pada skizofrenia i
tu ada, kebanyakan orang mempunyai gejala sisa dengan keparahan yang bervariasi. Secara umum 25% individu sembuh sempurna, 40% mengalami kekambuhan dan 35% mengalami perburukan. Sampai saat ini belum ada metode yang dapat memprediksi siapa yang akan menjadi sembuh siapa yang tidak, namun sebaiknya faktor pencetus dapat terus dikontrol.

Untuk informasi tambahan, Anda dapat mebaca link berikut:

https://www.klikdokter.com/blog/article/read/2011/06/08/7/tips-mengenali-gangguan-jiwa

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. [SH]


Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar