Sukses

Demam 6 Hari

19 Oct 2014, 17:26 WIB
Pria, 30 tahun.
Salam sehat, Dok. Saya ingin tanya. Suami saya seorang perokok. Dia pun cenderung bangun siang dan berolahraga futsal rutin tiap sabtu malam. Sudah 6 hari mengalami demam, diberikan ciprofloxacin tidak kunjung reda demamnya. Nyeri sendi, mata merah, sakit kepala hebat, namun flu dan batuknya tidak sering, sedikit sesak nafas. Setelah cek darah, LED 48 mm/jam, laukosit 7.900. Dokter mengatakan infeksi paru dan harus rawat inap. Saya tidak melihat ada penurunan berat badan dalam 3 bulan terakhir ini, justru beratnya bertambah dan selama sakit masih konstan. Yang ingin saya tanyakan, apakah ini merupakan gejala awal TBC? Apakah suami saya boleh dirawat di rumah saja? Apa tindakan pencegahan bagi kami yang mengurusnya? Terima kasih, Dok...
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Ibu/Saudari yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Salam Sehat untuk Ibu dan keluarga. Sebelum lanjut menjawab pertanyaan Ibu, ada beberapa hal yang perlu kami tanyakan. Apakah ciprofloxacin yang suami Ibu konsumsi diminum atas anjuran dokter? Adakah obat-obat lain yang dikonsumsi? Apakah demam 6 hari bersamaan dengan flu dan batuknya? Sudah berapa lama suami Ibu mengalami keluhan batuk?

Sayang sekali, kami tidak mengetahui secara lengkap kondisi suami Anda. Diagnosis TBC baru dapat ditegakkan bila telah terkumpul informasi-informasi seperti bagaimana sifat batuk (berdahak atau kering), sudah berapa lama batuk, adakah gejala tambahan lainnya, bagaimana hasil pemeriksaan dahak dan bagaimana hasil pemeriksaan foto rontgen paru. Informasi lengkap silakan klik: TBC (tuberkulosis paru). Anda dapat menanyakan secara detil kepada dokter Anda, infeksi paru apa yang dimaksudkan oleh dokter Anda.

Keputusan mengenai jenis perawatan membutuhkan penilaian klinis langsung, untuk itu dokter Anda lah yang paling mengetahui kondisi suami Anda. Diskusikanlah dengan dokter Anda mengenai alasan-alasan dokter menyarankan perawatan, apakah suami Anda membutuhkan pemeriksaan darah serial, pemberian antibiotik infus atau bantuan oksigen yang hanya bisa diperoleh dengan rawat inap. Dengan memahami alasannya maka Anda dan keluarga dapat mengambil keputusan yang tepat apakah suami Anda perlu dirawat di RS atau tidak.

Agar anggota keluarga yang merawat tidak sakit atau tertular, maka sebaiknya keluarga perlu mendapatkan nutrisi dan istirahat yang cukup, selalu mencuci tangan sebelum dan setelah merawat anggota keluarga yang sakit, serta menjaga kebersihan ruangan dan kebersihan diri.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan.Semoga bermanfaat. (JF)
 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar