Sukses

Bronkhitis

20 Oct 2014, 11:10 WIB
Wanita, 19 tahun.
saya batuk sudah hampir 2 bulan tidak hilank pada hari rabo malam saya tidur jm 9 pada jam setengah 12 saya batuk sampe mengeluarkan lendir banyak lalu sesak nafas sampai tidak bisa tidur sesak itu berlanjut hingga pagi hari lalu saya priksa ke puskesmas dan disuru ronsen tapi sebelumnya saya diberi obat saya minum obat itu lalu siang nya saya ke lab untuk ronsen hasilnya: corakan bronkovaskuler meningkat gambaran bronkhitis pulmo dalam batas normal saya tidak mngerti apakah itu artinya hasilnya baik baik saja?????????tapi mengapa saya terasa sesak terima kasih dok sebelumnya atas jawabannya
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang terhormat,

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 

Dari deskripsi gejala dan foto rontgen Anda, tampaknya Anda terkena Bronkhitis.

Bronkhitis adalah suatu kondisi yang timbul bila dinding bagian dalam saluran pernapasan utama paru terinfeksi dan meradang. Saluran pernapasan adalah saluran yang terdapat di dalam paru-paru yang merupakan tempat aliran udara. Jika saluran pernapasan tersebut mengalami iritasi, maka akan terbentuk lendir yang tebal di dalamnya. Lendir tersebut dapat menyumbat sehingga menghalangi udara untuk mencapai paru-paru. Maka dari itu, gejala yang dapat terjadi berupa batuk berdahak yang banyak mengandung lendir, kesulitan bernapas dan dada terasa sesak.

Bronkhitis terbagi menjadi dua:

  • Bronkhitis akut. Bronkhitis akut seringkali disebabkan oleh infeksi virus. Virus yang menyerang biasanya adalah virus yang sering menimbulkan flu yang menyebar hingga ke saluran napas yang lebih dalam sehingga menimbulkan bronkhitis. Disamping akibat infeksi virus, sebagian kecil kasus bronkhitis akut juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri ataupun akibat paparan terhadap asap rokok disekitar anda. Bronkhitis akut yang disebabkan oleh infeksi virus biasanya dapat sembuh secara spontan dalam beberapa minggu jika anda memiliki daya tahan tubuh yang baik. Namun, pada bronkhitis akut yang disebabkan oleh bakteri, diperlukan pemberian antibiotik secara teratur untuk menghilangkan kuman penyebab bronkhitis.
  • Bronkhitis kronik. Bila penyakit bronkitis bertahan dan berlanjut kurang lebih selama 3 bulan dalam setahun, maka disebut sebagai bronkitis kronik. Bronkhitis kronik umumnya disebabkan karena merokok atau paparan terhadap asap rokok. Disamping akibat rokok, bronkhitis kronik juga dapat terjadi akibat paparan terhadap debu dan polusi udara untuk waktu yang lama. Pengobatan yang diberikan pada bronkitis kronik biasanya hanya akan membantu mengatasi gejala-gejala yang timbul, namun gejala tersebut akan sering kambuh dan saluran napas yang sudah rusak akibat bronkhitis kronik tidak dapat sembuh sempurna 100%.

Perhatikan bagaimana dengan lingkungan Anda.

Apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu pernapasan dan mengurangi batuk? Jika Anda atau oramg terdekat Anda merokok, yang terpenting adalah berhenti. Bahan-bahan lain yang dapat mengiritasi jalan napas seperti hairspray, deodoran semprot, dan cat semprot. Selain itu, hindari menghirup udara di lokasi yang berdebu atau mengandung uap kimiawi. 

Dapatkah obat-obatan menangani bronkitis kronik? Ya, dokter umumnya akan memberikan obat bronkodilator, yaitu obat yang berfungsi untuk memperlebar jalan napas sehingga Anda dapat bernafas lebih lega. Obat ini diberikan dalam bentuk inhaler yang dihirup. Selain bronkodilator, untuk mengatasi sesak napas, dapat diberikan obat yang mengandung theophylline ataupun steroid. Semuanya tergantung dengan kondisi Anda. 

Antibiotik hanya diberikan jika terbukti terdapat infeksi pada paru yang terjadi secara bersamaan dengan bronkitis kronik. Jika terdapat infeksi, maka batuk akan lebih berdahak dan disertai dengan lendir yang berwarna kekuningan atau kehijauan, demam dan sesak napas yang semakin berat. 

Selain pengobatan, lakukan olah raga secara teratur 3x/minggu untuk menguatkan otot-otot pernapasan. Olah raga dapat dimulai dengan berjalan selama 20 menit yang kemudian secara bertahap ditingkatkan kecepatan dan waktunya.

Kami anjurkan Anda kembali ke dokter puskesmas yang merekomendasian Anda untuk melakukan foto rontgen untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.


Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat. [SH]

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar