Sukses

Hepatitis dalam Keluarga

18 Oct 2014, 19:34 WIB
Wanita, 21 tahun.
Dok, tiga minggu yang lalu suami saya sakit. Demam tinggi, menggigil, mual dan lemas, baru dua minggu yang lalu kalihatan matanya kuning. Setelah diperiksa katanya hepatitis, tapi belum tahu jenis virusnya. Setelah empat hari dirawat, suami saya diizinkan pulang dengan hasil lab positif hepatitis A, dan kami baru tahu ada hepatitis B juga (carrier). Sakitnya yang sekarang katanya karena virus hepatitis A. Kami sudah memiliki anak usia 6 bulan. Apakah penyakit suami saya masih bisa menular dok? Pencegahan apa yang harus saya lakukan? Apakah harus berpisah rumah dengan anak kami atau bagaimana? Terima kasih.
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu yang terhormat,

terima kasih atas pertanyaan Anda.


Hepatitis A apabila sudah sembuh tidak dapat menulari orang lain, akan tetapi lain halnya dengan Hepatitis B. Meskipun status suami Anda saat ini sudah sembuh dari Hepatitis B, ia masih dapat menularkan virus tersebut ke orang lain karena dirinya adalah carrier.

Hepatitis (radang pada hati) B  adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB), yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosi hati atau kanker hati. Virus hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi, hal ini dapat terjadi pada keadaan;

  • Kontak langsung darah dengan darah
  • Hubungan seksual yang tidak aman
  • Penggunaan jarum suntik tidak steril
  • Tertusuk jarum suntik yang terinfeksi
  • Jarum yang terkontaminasi yang digunakan untuk membuat tatto, akupuntur, body piercing

  • Pada saat kehamilan -> penularan dari ibu-janin pada proses melahirkan
  • Penggunaan pisau cukur bersama
  • Tranfusi darah

Kebanyakan hepatitis B carriers tidak merasa ataupun terlihat sakit, tetapi mereka dapat mentransmisikan virus tersebut dan membuat orang lain menderita hepatitis B. Bagaimanapun, carriers memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kerusakan hati yang progresif akibat reaktivasi spontan hepatitis B berulang, sehingga memerlukan kontrol ke dokter secara rutin.

5-10% dewasa yang terinfeksi hepatitis B akan 'membawa' atau menyimpan virus tersebut selama hidupnya, yang kemudian disebut hepatitis B carriers.  

Beberapa hal yang perlu dilakukan adalah:

  1. Menjaga kesehatan carriers
  • Mengunjungi dokter teratur (minimal 1x/tahun). Diskusikan mengenai tes darah dan pemeriksaan USG berkala dan penggunaan obat interferon alfa-2b.
  • Diskusikan dengan dokter mengenai obat-obatan yang dijual bebas, bahkan obat herbal, karena beberapa dapat merusak hati.
  • Tidak mengonsumsi alkohol karena dapat merusak hati
  • Tidak menggunakan obat-obatan terlarang (suntik), karena memiliki risiko terkena hepatitis yang lain yang juga merusak hati.
  • Vaksinasi hepatitis A
  1. Menjaga diri carriers dari menginfeksi orang lain
  • Orang-orang yang berisiko terinfeksi hepatitis B adalah mereka yang  memiliki kontak dekat (dengan darah, semen, atau cairan tubuh lain) dengan carriers. Sebagai contoh: pasangan seksual, orang yang tinggal serumah, anak  yang lahir dari carriers. Beritahu mereka mengenai kondisi carriers, bahwa  tidak masalah untuk berbagi makanan bersama.
  • Carrier yang sedang hamil agar memberitahu dokter mengenai kondisinya, agar bayinya diberi suntikan yang menjaganya dari hepatitis B (12 jam pertama    kelahiran).
  • Menggunakan kondom lateks setiap berhubungan seksual
  • Tidak pernah membagi jarum suntik, tindikan, dsb.
  • Tidak mendonorkan darah, plasma, organ tubuh, jaringan atau sperma
  1. Untuk mereka yang memiliki kontak dekat dengan carriers.
  • Memeriksakan diri ke dokter untuk tes hepatitis B
  • Vaksinasi hepatitis B
  • Tidak berbagi rokok, sikat gigi, gunting, pisau cukur, dsb
  • Tutup semua luka dengan plester luka
  • Cuci tangan, terutama setelah menyentuh darah carrier
  • Bersihkan cipratan darah dengan campuran pemutih dan air (1,5 cangkir pemutih dalam satu galon air) untuk mematikan virus hepatits B.

Sampai saat ini memang tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan hepatitis B kronik sampai total. Pengobatan yang diberikan berguna untuk memperlambat aktivitas virus dan melindungi fungsi hati. Yang sekarang suami Anda perlukan adalah, sesuai saran diatas, mengunjungi dokter secara rutin dan melakukan pemeriksaan darah berkala guna mencegah progresivitas virus ke arah lebih buruk. Dan untuk anak Anda dan Anda sendiri, lakukan tes dan vaksinasi, serta hindari kontak dengan cairan tubuh suami Anda.

Demikian jawaban yang dapat kami berikan. Semoga membantu. (SH)

Terima kasih.

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar