Sukses

Apakah PCOS?

18 Oct 2014, 22:01 WIB
Wanita, 24 tahun.
Dear Dokter Saya perempuan (24th), sudah menikah kurang lebih 10 bulan. Namun sampai saat ini masih belum hamil. Saya curiga kalau saya menderita PCOS (Polycystic Ovarium Syndrome) atau Sindrom Polikistik Ovari mengingat adanya kesamaan beberapa gejala PCOS dengan yang saya alami. Saya berasal dari Kalimantan Selatan, tetapi saat ini saya tinggal di Brisbane, Australia, karena mengikuti suami yang sekolah lagi. Waktu di Kalsel, saya sudah 3 kali berobat ke dokter kandungan dan diberi semacam obat KB. Hasil USG menunjukkan bahwa ovarium saya bersih dari kista. Tetapi apabila obat (KB) tersebut berhenti saya minum, maka saya tidak mendapatkan haid lagi, sehingga sangat sulit untuk menentukan masa subur saya. Pertanyan saya: 1. Bagaimana cara menyembuhkan PCOS secara alami? 2. Saya browsing katanya obat metformin bagus untuk membantu proses penyembuhan bagi penderita PCOS, tetapi saya masih bingung bagaimana cara penggunaan obat tersebut (dosis, dan lama pemakaian obat?) Demikian pertanyaan saya, mohon dibantu dok. Saya ingin sekali mempunyai momongan secepatnya, tetapi saya tidak bisa berkonsultasi secara langsung dengan dokter kandungan di sini mengingat biayanya yang mahal dan budget keuangan yang belum memadai (maklum, suami saya dapat beasiswa). Atas waktu dan kesediaan dokter, saya ucapkan terima kasih.
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/saudari yang terhormat

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter


Anda sudah memeriksakan diri ke dokter dan dokter mengatakan ovarium anda bersih dari kista,apakah dokter mengatakan bahwa anda menderita PCOS?Bagaimana siklus haid anda selama ini?Apakah dokter mengatakan kepada anda apa penyebab dari gangguan haid pada anda?

Sindroma ovarium polikistik atau lebih dikenal dengan Policystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah kelainan di indung telur wanita akibat ketidakseimbangan hormon. Sindroma ovarium polikistik dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi dan menyebabkan gangguan kesuburan. Gejalanya antara lain adalah mentruasi tidak teratur (menjadi jarang atau berdarah banyak), gangguan kesuburan, gangguan pematangan sel telur sehingga telur yang ada berukuran kecil, gangguan metabolisme lemak, peningkatan berat badan dan jaringan lemak pada tubuh bagian atas, timbul jerawat pada muka atau badan,  pertumbuhan rambut-rambut halus yang berlebihan di wajah dan badan.

Gejala utama dari penderita PCOS yaitu adanya gangguan pada siklus menstruasi dan adanya peningkatan kadar hormon pria (androgen), seperti berjerawat, pertumbuhan rambut yang berlebih di seluruh tubuh (hirsutism), dll. Namun, beberapa wanita mungkin tidak merasakan adanya gejala-gejala PCOS selain mengalami kesulitan untuk mendapatkan keturunan (infertilitas). Infertilitas pada penderita PCOS terjadi karena indung telurnya tidak mampu melepaskan sel telur setiap bulannya.

Disamping mengalami peningkatan kadar hormon pria, PCOS juga dapat menyebabkan terjadinya resistensi insulin perifer dan hiperinsulinemia (tingginya kadar insulin dalam tubuh) akibatnya penderita PCOS cenderung akan mengalami gangguan dalam pengaturan metabolisme lemak (lipid) dan  pengaturan kadar gula darah (kadar gula darah menjadi tinggi dalam tubuh seperti yang terjadi pada penderita gula darah), sehingga mereka menjadi obesitas.

PCOS mepengaruhi infertilitas (gangguan kesuburan ) dikarenakan menyebabkan wanita menghasilkan sikus anovulatoar (tidak mengandung sel telur) akibat dari ketidakseimbangan hormonal.

Untuk mengatasi masalah gangguan kesuburan, diperlukan terapi hormonal lainnya (seperti obat kontrasepsi oral) yang diberikan setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan .


Demikian informasi yang dapat kami berikan ,semoga bermanfaat

Salam

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar