Sukses

Perdarahan Saat Berhubungan

16 Oct 2014, 13:36 WIB
Wanita, 30 tahun.
Hai Dok, Saya wanita 30th, belum menikah dan kegiatan seks aktif dengan pasangan. Sekitar 1,5thn belakangan ini saya mengalami pendarahan setiap kali orgasme. Ketika sedang memulai foreplay dan saya merasa terangsang timbul flek-flek seperti saat akan mendapatkan menstruasi, saya ketahui karena pada saat itu kebetulan saya sedang memakai pantyliner. Jika saya melanjutkan dengan intercourse dan orgasme, maka pendarahan yang saya dapat juga semakin banyak, seperti sedang menstruasi. Keadaan ini membuat saya serba salah dan malu karena setiap kali selesai berhubungan, pasangan selalu bertanya apakah saya sedang haid, karena ada darah di penisnya. Bisa juga hanya dengan menonton blue film dan merasa terangsang, tidak lama saya akan merasakan seperti ada cairan yang keluar dari dalam vagina dan setelah di cek, ternyata itu darah. Akhirnya agar tidak mengalami pendarahan, setiap kali berhubungan seks saya mencoba untuk menahan diri agar tidak orgasme atau terangsang sehingga tidak ada pendarahan. Tapi pendarahan ini tidak berlangsung lama, setelah selesai berhubungan, maka keesokan harinya tidak ada lagi pendarahan. Sebagai informasi, menstruasi saya juga siklusnya tidak setiap bulan, tapi 3-4 bulan sekali. Ini sudah berlangsung selama kurang lebih 5 tahun, sebelumnya teratur setiap bulan. Untuk ini saya sudah pernah ke dokter ginekologi pada saat 1 tahun pertama kejadian, dan diberi obat hormon untuk di test, setelah diberi obat hormon, menstruasi normal teratur 2 bln berturut-turut tapi setelah obat dicoba dihentikan, maka siklus kembali seperti semula dan dokter pada waktu itu mengambil kesimpulan bahwa tidak ada yg perlu dikhawatirkan hanya kecapekan atau stres dengan pekerjaan, semuanya bisa diobati tapi tidak sekarang karena belum menikah, tunggu setelah menikah dulu baru pengobatan bisa dilanjutkan, begitu sarannya. Yang ingin saya tanyakan: 1. Apa penyebab pendarahan setiap kali orgasme? 2. Apakah ada hubungannya dengan siklus haid saya yang panjang? 3. Apa penyebab siklus haid menjadi panjang hingga 3-4 bln? Terima kasih banyak untuk jawabannya.
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang Terhormat

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

 

Perdarahan setelah berhubungan seksual atau Post Coital Bleeding dapat terjadi karena beberapa alasan. Perdarahan pasca berhubungan seksual juga dapat terjadi karena adanya erosi di vagina dikarenakan baru pertama kali berhubungan atau berhubungan seksual  belum terlalu sering sehingga vagina masih sempit, akibatnya penetrasi (penis masuk ke vagina), terutama bila wanita masih belum penuh terangsang dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet.

Beberapa penyebab lain dari perdarahan pasca berhubungan seksual adalah :

  1. Peradangan pada serviks (leher rahim) dimana hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan. Kondisi ini disebut dengan erosi serviks, umum terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai kontrasepsi pil
  2. Polip serviks atau polip rahim. Umumnya polip ini jinak
  3. Infeksi oleh klamidia, gonorea, trikomonas, dan jamur (Infeksi Menular Seksual)
  4. Vaginitis atropi yang umum terjadi karena kekurangan hormon estrogen, terutama pada wanita post menopause. Kurangnya lendir pada vagina menyebabkan hubungan seksual menjadi nyeri dan dapat terjadi perdarahan
  5. Kanker leher rahim
  6. Displasia srviks. Perubahan pre-kanker pada kanker leher rahim. Risiko meningkat dengan riwayat infeksi seksual sebelumnya, berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun, melahirkan anak sebelum usia 16 tahun
  7. Mioma rahim yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim

 

Apabila perdarahan yang timbul hanya sedikit dan tidak berlanjut, Anda tidak perlu merasa khawatir karena mungkin perdarahan tersebut timbul akibat robekan pada vagina (misal karena kekeringan, kondom, gesekan kuat, kuku jari, dsb). Namun lebih baik sementara ini Anda tidak melakukan hubungan seksual, mengingat bakteri vagina dapat menginfeksi luka tersebut.

Saran saya adalah segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dapat dicari penyebabnya segera. Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya.

 

Melihat dari keluhan yang anda sampaikan sepertinya Kondisi yang anda alami adalah Amenorea Sekunder.Amenorea sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 siklus (pada kasus oligomenorea atau jumlah darah menstruasi sedikit), atau 6 siklus setelah sebelumnya mendapatkan siklus menstruasi biasa.

Faktor-faktor risiko terjadinya amenore sekunder antara lain:

  • Aktivitas fisik yang terlalu berat (ekstrem)
  • Terlalu kurus (lemak tubuh kurang dari 15 – 17%). Keadaan ini mempengaruhi proses pembentukan hormon. Jika seorang perempuan mengalami kelainan makan, seperti anoreksia atau bulimia, perubahan hormonal yang disebabkan dapat berujung pada berhentinya menstruasi.
  • Obesitas. Adanya jaringan lemak yang berlebih pada seorang yang mengalami obesitas juga mempengaruhi proses ovulasi (pengeluaran sel telur dari indung telur).
  • Stress psikis. Stress dapat mempengaruhi fungsi hipotalamus sehingga menstruasi berhenti. Karena itu jika stress berkurang, menstruasi muncul kembali.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti antidepresan, antipsikotik, obat kemoterapi, dan kortikosteroid oral.

Kami sarankan Anda mengunjungi dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk dilakukan wawancara medis mendetil, pemeriksaan fisik, dan  pemeriksaan penunjang yang diperlukan sehingga segera diketahui apa yang menjadi penyebab amenore sekunder Anda. Amenore sekunder memang dapat menjadi penyebab ketidaksuburan pada wanita, untuk itu, semakin cepat diketemukan penyebabnya maka dapat segera mendapatkan penanganan yang optimal.

 

 

Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat

Salam

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar