Sukses

Sering Buang Angin

16 Oct 2014, 13:36 WIB
Pria, 22 tahun.
selamat siang, sebelumnya saya mengucapkan selamat berpuasa. Saya ingin konsultasi dok, saya berpuasa ramadhan, yang saya keluhkan adalah mulai siang hari saya ingin (maaf) buang angin terus dan perut terasa kembung. Saya (maaf) BAB namun yg keluar hanya angin saja. Setelah BAB perut terasa lega namun sore harinya mulai merasakan (maaf) buang angin terus. Hal ini mengganggu dalam beribadah saya. Mohon penjelasannya ya dok. Terimakasih
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak / saudara yang terhormat,

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter. Saya dapat memahami kekhawatiran anda.

Buang angin merupakan hal yang normal dialami oleh setiap orang. Sebuah studi pada orang sehat usia 21-59 tahun menemukan bahwa rata-rata setiap orang buang angin sebanyak 10 kali sehari. Jumlah gas yang dikeluarkan berkisar antara 22-125 mL. Buanh angin dikatakan berlebih bila terjadi diatas 10 kali.

Beberapa hal yang dapat meningkatkan frekuensi dan jumlah buang angin adalah konsumsi makanan tertentu (seperti ubi, makanan yang mengandung glukosa kompleks, dsb), obat-obatan/minuman yang dapat merangsang produksi/menghasilkan gas (contoh: minuman berkarbonasi), menelan udara terlalu banyak (contoh: banyak bicara), defisiensi laktase (zat yang membantu mencerna glukosa), penyakit saluran cerna tertentu contoh: gangguan pada kandung empedu), dsb.

Pada kasus anda terdapat beberapa hal yang harus dikonfirmasi:

1. Berapa kali anda buang angin setiap hari?

2. Apakah anda suka mengonsumsi makanan-makanan tertentu saat sahur?

3. Apakah ada obat-obatan tertentu yang anda konsumsi?

4. Apa sajakah aktivitas anda sehari-hari?

5. Apakah ada keluhan lain selain banyak buang angin? (mual, muntah, nyeri perut, perut begah/kembung, keluhan buang air besar, dsb)

Penanganan buang angin yang berlebih adalah dengan membuat catatan harian makanan, minuman, obat-obatan yang dikonsumsi dan saat-saat orang tersebut buang angin. Selain itu dapat pula dengan mengatur konsumsi makanan dan minuman yang merangsang gas (contoh: ubi, minuman berkarbonasi/soda, dsb), meminum obat-obatan tertentu, menghindari aktivitas yang dapat meningkatkan asupan udara ke dalam gas (misal: mengurangi jumlah bicara, dsb).

Untuk memastikan penyebab gangguan anda, anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam khususnya konsultan pencernaan (gastroenterologi).

Demikian penjelasan saya. Semoga bermanfaat.

salam

Tim Redaksi Klikdokter



    0 Komentar

    Belum ada komentar