Sukses

Berat Badan Berlebih, Akibat KB?

20 Nov 2014, 14:39 WIB
Wanita, 24 tahun.

saya kelebihan berat badan setelah kb. bagaimana untuk mengatasinya

dr. Tiara Rahmawati

Dijawab Oleh:

dr. Tiara Rahmawati

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Jenis kontrasepsi apa yang Anda gunakan? Wanita yang menggunakan kontrasepsi medroxyprogesterone acetate (DMPA) atau dikenal dengan KB suntik 3 bulan, rata-rata mengalami peningkatan berat badan sebanyak 11 pon atau 5,5 kg dan mengalami peningkatan lemak tubuh sebanyak 3,4% dalam waktu 3 tahun pemakaian, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh University of Texas Medical Branch (UTMB).

Sedangkan bagi mereka yang mengganti kontrasepsi hormonal ke non-hormonal akan mengalami penurunan berat badan dan massa lemak akibat pemakaian kontrasepsi hormonal sebelumnya. Bagi mereka yang beralih ke kontrasepsi oral atau pil setelah melakukan kontrasepsi suntikan, akan mengalami kenaikan berat badan sekitar 4 pon atau 2 kg dalam jangka waktu yang sama. Peningkatan berat badan akan tergantung dari lamanya suntikan DMPA digunakan.

DMPA adalah kontrasepsi suntikan yang diberikan setiap 3 bulan sekali. Kontrasepsi ini banyak digunakan karena memiliki angka kegagalan yang rendah, tidak mahal, dan tidak perlu dikonsumsi setiap hari.

Para perempuan dan para dokter harus memikirkan masalah ini sebelum memutuskan kontrasepsi terbaik yang akan digunakan. Yang perlu diperhatikan juga, DMPA berkaitan dengan peningkatan lemak abdominal (perut), salah satu komponen dari sindroma metabolik yang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Penelitian yang dilakukan melibatkan 703 wanita yang dibagi dalam 2 kategori, usia 16 – 24 tahun, dan usia 25 – 33 tahun, menggunakan kontrasepsi DMPA (KB suntik 3 bulan), oral (desogestrel) atau nonhormonal (kondom, abstinensia) selama 3 tahun. Para peneliti membandingkan berat badan dan konposisinya yang mencakup pengaruh usia, ras, intake atau asupan kalori, dan olahraga atau aktivitas fisik selain dari faktor-faktor lain.

Ketika peneliti membandingkan ketiga grup ini, pengguna DMPA memiliki risiko 2 kali lipat dibandingkan pengguna kontrasepsi lainnya untuk mengalami obesitas selama 3 tahun pemakaian. Meskipun begitu, penelitian lanjutan diperlukan guna memastikan apakah DMPA memang memiliki pengaruh langsung peningkatan berat badan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

Mekanisme mengenai bagaimana DMPA menyebabkan peningkatan berat badan dan massa lemak tubuh masih belum diketahui secara pasti. Sementara itu diketahui bahwa tidak ada hubungan antara DMPA yang masuk ke dalam tubuh dengan masukan kalori, konsumsi lemak, atau jumlah aktivitas fisik di dalam perubahan massa tubuh.

Mengenai pertanyaan Anda tentang bagaimana cara mengatasinya. Kami menyarankan untuk mengganti jenis kontrasepsi Anda dengan IUD. Kami menyarankan Anda untuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk penanganan lebih lanjut. Kemudian, Anda juga dapat mengurangi berat badan Anda.

Penurunan berat badan yang baik adalah menyeimbangkan antara asupan masuk dan keluar. Artinya, untuk menurunkan berat badan, masukan kalori atau makanan anda harus lebih sedikit dari pengeluaran anda. Hal ini sangat efektif bila dilakukan dengan cara berdiet (mengurangi makan) dan berolahraga. Olahraga jenis aerobik sangat berguna untuk membakar lemak dan meningkatkan kecepatan metabolisme.

Makanan yang Anda konsumsi justru harus teratur. Usaha Anda dengan membuat pola makan Anda menjadi tidak teratur justru membuat Anda semakin sulit menurunkan berat badan.

Penurunan berat badan yang baik tidak boleh drastis dan harus dilakukan secara bertahap. Dalam 1 minggu anda dapat menurunkan berat badan antara 1-2 kg, paling banyak 3 kg. Diet yang dianjurkan adalah diet rendah lemak, tinggi serat, tinggi karbohidrat kompleks, dengan protein. Anda makan malam sebaiknya dibatasi sampai jam 7 malam, apabila lebih dari jam tersebut, anda dapat mengonsumsi buah atau sayur. Perbanyak buah dan sayur, kurangi jenis karbohidrat simpleks seperti nasi putih, dan roti putih. Anda dapat mengonsumsi beras merah atau roti gandum sebagai pengganti karbohidrat simpleks. Batasi makanan gorengan dan perbanyak makanan rebus, kukus, atau panggang. Gunakan minyak zaitun dalam jumlah sedikit apabila ingin menumis sayuran. Jangan makan makanan instan seperti sosis, sarden, kornet, dll. Perbanyak minum air putih (minimal 8 gelas sehari). Dan saran yang terakhir adalah berolahragalah secara teratur (3x/minggu) apabila ingin mendapatkan hasil optimal.

Berikut terdapat artikel untuk menambah informasi Anda :

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar