Sukses

Keringat dan Bau Badan

19 Oct 2014, 22:41 WIB
Pria, 23 tahun.
saya mau tanya dok,mengenai bau badan.semenjak usia skitar 19 th smpai skrang sy usia 23 th sy jd memiliki bau badan.yang awalnya masih wajar kmudian smakin bertambah hingga sekarang bisa dibilang cukup parah.sy mudah berkeringat terutama di daerah ketiak,meskipun di ruangan AC.hal ini sangat mengganggu aktivitas saya,krna sdikit2 berkeringat.bahkan ktika habis mandipun terkadang ketiak saya masih bau.kalau pakai deodoran malah baunya semakin asam..tp kalo tidak pakai berkeringat sedikit saja sudah bau.mungkin hal ini karena faktor keturunan karena orang tua saya jg bau badan tp masih wajar. apa hal ini bisa disembuhkan dok??kalaupun harus dgn jalan operasi saya siap.dan kalau harus periksa ke dokter sebaiknya ke dokter spesialis ap?? ada yg bilang minum antibiotik bisa mengurangi bau badan,kalau iya,apa nama antibiotiknya dok.kaena setahu saya antibiotik itu ada banyak. catatan: saya sudah mencoba banyak cara untuk menyembuhkan,mulai dgn daun sirih,beluntas,kapur sirih,kemangi,dll.tp hasilnya belum nampak juga..
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak/saudara yang Terhormat

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter

Keringat berlebih atau Hiperhidrosis merupakan suatu keadaan ketika kelenjar keringat memproduksi keringat berlebih yang seringkali dipicu oleh emosi atau oleh suhu. Seringkali terjadi pada telapak tangan, telapak kaki dan ketiak. Kondisi ini biasanya diturunkan dalam keluarga.

Keluhan Anda tersebut juga dapat disebabkan banyak kemungkinan, seperti masalah saraf, hormonal dan psikis. Mengenai masalah hormon yang paling sering terjadi adalah gangguan fungsi kelenjar tiroid misalnya pada hipertiroid. Sedangkan pada masalah saraf, dapat terjadi stimulus dari saraf simpatis. Mengenai psikis terjadi karena faktor psikologis (stress).

Bau tidak sedap yang berasal dari ketiak diakibatkan oleh bakteri pada kulit yang memakan keringat. Keringat yang terdapat pada ketiak dan sekitar alat kelamin memiliki komposisi yang sedikit berbeda daripada keringat yang terdapat di seluruh permukaan tubuh lainnya karena keringat pada daerah ketiak dan sekitar alat kelamin memiliki kandungan lemak.

Keringat yang telah keluar kemudian akan teroksidasi dan terfermentasi oleh bakteri dipermukaan kulit. Proses fermentasi oleh bakteri inilah yang membuat keringat menjadi berbau setelah keluar dari tubuh. Pada beberapa orang yang memiliki kandungan lemak yang lebih banyak di dalam keringatnya, terutama pada mereka dengan kegemukan, keringat yang keluar akan memiliki bau yang lebih menyengat dibandingkan orang yang kandungan lemak keringatnya tidak terlalu banyak atau normal.

Disamping itu, terdapat beberapa faktor lain yang menyebabkan timbulnya bau badan yang menyengat :

  • Banyaknya daerah-daerah lembab pada tubuh (seperti ketiak, lipatan paha, lipat payudara, atau perut yang posisinya tersembunyi). Keringat yang keluar di daerah lembap lebih sulit kering sehingga akan terbendung dan menyebabkan bau badan.
  • Iklim yang lembab atau panasnya ibukota juga dapat mengakibatkan keringat menjadi lebih berbau.
  • Aktifitas/kejadian yang memicu keluarnya keringat yang lebih banyak daripada normal.

Untuk mengatasi bau badan, hal yang paling penting untuk dilakukan adalah menjaga kebersihan pribadi, terutama kebersihan di daerah-daerah lembab. Beberapa tips untuk mengurangi bau badan diantaranya adalah :

  1. Rajinlah mandi dan selalu membersihkan ketiak dan bagian lipatan kulit

  2. Sering membersihkan ketiak dan daerah daerah lembab lainnya (lipat paha, lipat perut, lipat payudara, dll) saat berkeringat dengan sabun atau tisu

  3. Gunakan baju yang longgar agar keringat di tubuh cepat menguap dan kering

  4. Hindari berat badan berlebih

  5. Mempersingkat proses oksidasi atau fermentasi oleh bakteri di kulit dan mengurangi produksi keringat. Misalnya dengan menggunakan deodoran yang mengandung antiperspiran

Jika cara-cara di atas tidak membantu, sebaiknya anda berkonsultasi langsung dengan dokter kulit dan kelamin agar dapat diberikan obat yang tepat.

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar