Sukses

Skoliosis

16 Oct 2014, 13:36 WIB
Wanita, 24 tahun.
dok,saya mau tanya saya mempunyai skoliosis di daerah lumbar,tetapi saya belum tahu berapa besar derajat pembengkokannya. yang ingin saya tanyakan, jika melahirkan nanti, jika memang diharuskan caesar, apakah benar membutuhkan hasil rontgen tulang belakangnya dok?selain itu, apakah masih mempunyai kemungkinan yg sama dengan orang biasa untuk melahirkan normal jika skoliosisnya di daerah lumbar? terima kasih
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/saudari yang Terhormat

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

 

Skoliosis merupakan pembengkokan kearah samping dari tulang belakang yang merupakan suatu deformitas (kelainan) penyakit. Skoliosis tidak akan menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin.Salah satu cara untuk mengetahui derajat kemiringan skoliosis dengan menggunakan pemeriksaan foto rotngen.

Efek kehamilan pada wanita yang memiliki skoliosis adalah progresifitas terhadap pergeseran kurvatur atau derajat skoliosis. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa wanita hamil dengan skoliosis akan bergeser 2, 6, dan 18 derajat dari koreksi mereka pada kehamilan pertama. Namun derajat skoliosis tetap sama pada kehamilan berikutnya.

Pada banyak penelitian yang lain, didapatkan hasil bahwa kehamilan tidak meningkatkan progresivitas dari skoliosis tersebut. Risiko progresivitas derajat skoliosis tidak dipengaruhi oleh usia ibu saat hamil, jumlah kehamilan, dan stabilitas dari skoliosis tersebut saat dewasa. Kehamilan jarang mempengaruhi skoliosis.

Namun perlu diketahui bahwa wanita dengan skoliosis  ekstrim akan mengalami nyeri pinggang lebih parah dari wanita hamil tanpa skoliosis.

Saat ini wanita hamil dengan skoliosis dapat melahirkan dengan cara normal. Namun bagi mereka yang akan melahirkan dengan operasi caesar maka anestesia epidural (bius) untuk operasi harus dilakukan karena sedikit lebih sulit dari wanita hamil tanpa skoliosis. Anestesia epidural ini juga dapat dilakukan untuk terapi nyeri. Hal ini juga harus dibahas dengan dokter Anda.

 

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter.



    0 Komentar

    Belum ada komentar