Sukses

Gangguan Pendengaran

16 Oct 2014, 13:36 WIB
Pria, 23 tahun.
saya pria usia 23 tahun bekerja sebagai karyawan swasta,saya ingin bertanya dok,ahir2 ini saya mengalamai sulit pendengaran/pendengaran terganggu, apakah saya bersesiko menjadi tunarungu,tapi telinga saya tidak berdengung,apakah ada kaitan nya dengan penyakit keturunan,atau hanya efek dari stress,kurang tidur,pengaruh tempat kerja(saya kerja di diskotik pada malam hari) saya agak kesulitan jika berbicara dengan lawan bicara saya,suara terdengar tapi pengucapan kata2 yg saya terima tidak begitu jelas.apakah ada cara mengobatinya secara medis maupun alternatif?? mohon jawabanya yaa dok, terima kasih.
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak/Saudara yang Terhormat

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter.

 

Karena anda mengatakan bahwa anda bekerja di diskotik maka kami asumsikan lingkungan kerja anda adalah tempat dengan suara musik yang keras dan selama jam kerja anda terpapar dengan suara keras.

Setiap hari kita terpapar oleh berbagi suara-suara dari lingkungan sekitar kita, seperti suara televisi, radio, kemacetan jalan, dll. Namun selama suara-suara tersebut di dengan dalam kadar aman telinga manusia maka tidak akan menimbulkan pengaruh apa-apa terhadap telinga manusia. Batas aman intensitas bunyi yang dapat didengar oleh manusia adalah di bawah 85 desibel. Suara dengan internsitas dibawah 75 desibel dapat tetap aman untuk didengar meskipun berlangsung untuk waktu yang lama. Sebagai perbandingan, percakapan normal memiliki intensitas 60 desibel, suara telefon 80 desibel, suara akibat yang ditimbulkan oleh kemacetan kota dapat mencapai 85 desibel.

Jika telinga terpapar oleh suara yang terlalu keras (lebih dari 85 desibel) dan didengar untuk waktu yang lama maka dapat menimbulkan kerusakan pada bagian sensitif di dalam telinga sehingga memicu suatu gangguan pendengaran yang dikenal dengan nama Noise-induced hearing loss (NIHL). Sumber-sumber suara yang dapat memicu terjadinya gangguan pendengaran antara lain suara motor, suara petasan atau senjata api, dll. Suara dengan intensitas 90 desibel (seperti suara peluit kereta api atau suara kumpulan truk) hanya aman untuk didengarkan selama 8 jam/hari. Semakin keras suara yang didengar maka semakin singkat waktu paparan yang diperbolehkan. Semakin tinggi intensitas suara yang didengar, semakin cepat suara-suara tersebut dapat memicu timbulnya gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran akibat NIHL ini bersifat permanen dan tidak dapat dikembalikan lagi seperti sedia kala. Namun untuk memastikan bahwa gangguan pendengaran yang anda alami adalah benar suatu NIHL ada baiknya jika anda memeriksakan diri anda terlebih dahulu ke dokter THT .

Gangguan pendengaran yang diinduksi oleh bising dapat dicegah progresifitasnya antara lain dengan :

  • Menghindari suara-suara yang dapat menimbulkan kerusakan pada telinga, yaitu suara yang diketahui memiliki intensitas lebih dari 85 desibel
  • Gunakan earplugs atau alat pelindung telinga lainnya ketika terpapar oleh suara keras, misal saat bekerja, atau beraktivitas

 

Demikian informasi yang dapat Kami berikan. Semoga bermanfaat

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter



    0 Komentar

    Belum ada komentar