Sukses

BAK Tidak Tuntas dan Susah BAB

20 Oct 2014, 00:04 WIB
Wanita, 41 tahun.
Dok 1 minggu ini air seni sy agak berbau (amis) tp tetap jernih.kl berkemih kadang tdk lampias. Sdh 4 hari sy sakit perut bag bawah kiri,pinggang kiri & perut bawah rusuk kiri rasanya spr sundu'an, smp sekarang blm BAB (4 hr). Apa ini inveksi saluran kemih? Terimakasih atas infonya.
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/saudari yang Terhormat

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

 

Sebelumnya kami ingin bertanya apakah perasaan kencing yang tidak tuntas tersebut disertai dengan keluhan lain?apakah ada rasa nyeri atau sakit saat berkemih?Apakah BAK terputus-putus? Sering terburu-buru (kebelet) BAK? Frekuensi BAK meningkat namun sedikit-sedikit?

 

urin berbusa dan berbau pesing, dapat terjadi akibat kondisi dehidrasi (kurangnya cairan) dalam tubuh. Cobalah untuk mengkonsumsi air yang lebih banyak, yaitu sekitar 8 gelas sehari. Jika keluhan anda masih berlangsung (menetap) selama beberapa lama, kami sarankan agar anda memeriksakan diri ke dokter anda, karena mungkin saja keluhan tersebut merupakan suatu tanda adanya kelainan pada saluran kemih anda, misal infeksi saluran kemih, adanya masalah pada ginjal, dll.  Dokter akan menganjurkan pemeriksaan urin (urinalisa) untuk mengetahui penyebab keluhan anda.

 

 

Sulit buang air besar, atau yang biasa disebut dengan konstipasi, merupakan suatu keadaan dimana feses menjadi lebih keras dan sulit untuk dikeluarkan sehingga frekuensi buang air besar menjadi lebih jarang dari biasanya. Frekuensi buang air besar berbeda-beda pada setiap orang. Tidak semua orang mampu buang air besar setiap hari, namun hal tersebut tidak dapat dikatakan tidak normal. Dalam keadaan normal, seseorang dapat buang air besar dengan frekuensi 3x/hari hingga 3x/minggu. Jika frekuensi buang air besar anda < 3x/minggu baru dapat dikatakan bahwa Anda menderita konstipasi.

Konstipasi terjadi karena kecepatan makanan melewati kolon (usus besar) terlalu lambat, sehingga kolon memiliki waktu yang lebih banyak untuk menyerap air yang terkandung dalam sisa-sisa makanan, dan hal ini menyebabkan feses menjadi keras dan kering. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya konstipasi antara lain:

  • Kurang minum untuk waktu yang lama

  • Kurang olah raga

  • Kurang asupakan makanan berserat

  • Konsumsi kafein, teh atau alkohol yang berlebihan

  • Kebiasaan menunda buang air besar.

  • Penggunaan beberapa jenis obat, seperti obat penghilang rasa sakit dan pereda batuk yang mengandung kodein, obat antidepresi, obat antikejang, suplemen zat besi, beberapa jenis obat-obatan antihipertensi, dan obat-obatan yang mengandung kalsium dan aluminium

  • Penggunaan obat-batan pencahar secara berlebihan dan untuk waktu yang lama. Penggunaan obat pencahar secara berlebihan dapat merusak persarafan dan dinding usus besar sehingga menimbulkan terjadinya konstipasi.

  • Kelainan hormonal, seperti pada keadaan hipotiroidisme, hiperparatiroidisme, dan keadaan dimana kadar estrogen dan progesteron tinggi dalam darah seperti saat menstruasi dan saat hamil.

  • Adanya penyakit yang diderita yang menimbulkan gangguan pada persarafan dinding kolon seperti : kencing manis, skleroderma, dan kanker kolon.

  • Adanya kelainan pada sistem persarafan tubuh, seperti pada penderita penyakit parkinson, multiple sklerosis, dan kelainan tulang belakang.

  • Adanya luka pada kulit anus

  • Adanya kelainan psikologis akibat kecemasan yang berlebihan, dan sebagainya.

Sebagian besar kasus konstipasi dapat diatasi dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti :

  • Konsumsi makanan berserat tinggi setiap hari.

  • Tingkatkan asupan cairan ke dalam tubuh minimal 8 gelas sehari (2 gelas saat bangun pagi, 4 gelas sepanjang hari, 2 gelas saat akan tidur). Konsumsi makanan yang kaya akan serat harus diimbangi dengan minum cairan dalam jumlah banyak. Peningkatan asupan cairan ke dalam tubuh tanpa diikuti oleh peningkatan asupan serat tidak akan memberikan pengaruh yang bermakna dalam mengatasi konstipasi.

  • Olahraga secara teratur

  • Jangan menunda keinginan untuk BAB.

 

Jika masalah konstipasi Anda sudah berlangsung cukup lama sebaiknya anda segera memeriksakan diri anda kepada dokter spesialis penyakit dalam untuk mencegah terjadinya komplikasi dari konstipasi.

Demikian informasi yang dapat Kami sampaikan. Semoga dapat membantu

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar