Sukses

Berat Badan Anak

16 Oct 2014, 13:36 WIB
Pria, 1 tahun.
Selamat Malam Dok, saya mau bertanya. Anak saya bernama Meru, sekarang usianya 12 bulan namun berat badan anak saya koq kayaknya jauh dari standar hanya berkisar 7 kg, pada hal sewaktu dilahirkan berat badannya 3 kg, hanya mulai usia 3 bulan anak saya tidak mau minum ASI jadi mengkonsumsi susu formula. 1. Saat ini dengan usia 12 bulan berat badannya 7 kg dan tinggi badan 74cm, apakah ini normal? 2. anak saya sudah mengkonsumsi bubur nasi (nasi yang di blender kmrn di coba menggunkan yg bubur nasi bukan blenderan anaknya muntah, sekarang blm di coba lagi) apakah ada pengaruhnya? 3. hingga hari ini anak saya blm tumbuh gigi, faktor apa ya penyebabnya? trimakasih dok atas jawabannya.
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak/saudara yang Terhormat

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

 

Sayang sekali anda tidak menyertakan jenis kelamina anak anda dan  bagaimana dengan pola makan dan nafsu makan anak anda dan perkembangan anak anda.Berat badan rata-rata anak laki pada usia 12 bulan adalah 9,6kg (8,6-10,8kg) dan tinggi badan 75,7cm (72,2-78,2cm) .Sedangkan Berat badan rata-rata anak perempuan pada usia 12 bulan adalah 8,9kg (7,9-10,2kg) dan tinggi badan 74cm (71,3-76,7cm) menurut WHO.


Yang dapat anda lakukan Cobalah terlebih dahulu untuk memvariasikan makanan untuk anak. Berikanlah menu baru dengan rasa baru, penyajian yang lebih menarik, dan jangan kapok untuk menawarkannya kepada anak Anda berulang kali meskipun anak sering menolak. Anak akan dapat beradaptasi dengan makanan setelah beberapa kali pemberian.

Pastikan saja anak anda mendapatkan nutrisi yang mencukupi. Beberapa penyebab lain yang menyebabkan anak tidak mau makan diantaranya adalah :

  • Memakan cemilan padat kalori menjelang jam makan, sehingga anak tidak merasa lapar. Seperti permen, minuman ringan, coklat, chiki,dll. Akibatnya ketika jam makan tiba anak  sudah kekenyangan. Atur makanan selingan atau cemilan jauh sebelum waktu makan tiba. Beri juga
    cemilan yang sehat spt potongan buah, sayur kukus, keju, yoghurt, es krim, cake
  • Minum susu terlalu banyak . Susu di banyak keluarga dianggap sebagai makanan "dewa" yang bisa menggantikan makanan utama seperti nasi, sayur & lauk pauknya. Atau orang tua sering takut anaknya kelaparan, sehingga makanan diganti dengan susu. Akhirnya, daripada perut si anak tidak kemasukan makanan, diberikan saja susu berlebihan. Padahal setelah anak berusia 1th, kehadiran susu dalam menu sehari-hari bukanlah hal wajib. Secara gizi, susu hanya untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan fosfor saja. Kalsium dan fosfor sendiri mudah kita dapatkan dalam ikan-ikanan, sayur & buah. Di atas usia 1 tahun kebutuhan susu hanya 2 gelas sehari. Mulailah melatih anak dengan berbagai jenis makanan
  • Bosan dengan menu makan ataupun penyajian makanan. Cobalah untuk memvariasikan menu makan anak. Hal ini akan tergantung pintarnya ibu memberikan makanan bervariasi. Bila anak tidak mau nasi bisa diganti dengan roti, makaroni, pasta, bakmi, dll. Penyajian makanan yg menarik juga penting sekali. Jangan campur adukkan makanan. Pisahkan nasi dengan lauk pauknya. Hias dengan aneka warna & bentuk. Jika perlu cetak makanan dg cetakan kue yg lucu

Anak merasa terganggu dengan jam makan. Anak sedang aktif-aktifnya untuk bermain dan mempelajari sekitarnya. Makan dapat dianggapnya mengganggu aktivitas yang dilakukan. Apabila anak tidak mau makan maka cobalah untuk menyuapinya dalam suasana anak sedang bermain atau menonton tivi. Pada suasana tersebut umumnya anak sedang senang hatinya dan mau disuapi makanan

Yang perlu diingat baik-baik oleh setiap orangtua adalah seberapapun anak susah makan, ia tidak akan membiarkan dirinya kelaparan. Artinya, begitu ia kelaparan, maka ia akan makan. Tetap kreatif mengolah & menyajikan makanan, bina komunikasi yang baik, terus belajar menjadi orangtua & memahami kondisi anak, serta bersabar.

Berikut ini kami sertakan tips yang dapat membantu anak untuk menyenangi makanan dan makan dengan lebih mudah:

  1. Mengurangi cemilan yang membuat anak kenyang

  2. Buat suasana makan yang menyenangkan bagi anak

  3. Jangan cepat menyerah jika anak tidak menyukai makanan yang kita tawarkan. Coba ulangi lagi dengan suasana yang berbeda.

  4. Sajikan makanan yang cukup bervariasi kepada anak sehingga anak tidak bosan.

  5. Tambahkan susu secukupnya. Jangan berikan susu pada anak dalam jumlah berlebihan. Jumlah susu yang berlebihan akan menyebabkan anak kekenyangan sehingga anak tidak mau makan lagi. Cukup 2-3 gelas susu sehari.

  6. Berikan jadwal makan teratur dalam jumlah yang kecil, jangan paksa anak menghabiskan makanannya

  7. Hindari menunjukkan wajah khawatir atau marah ketika anak tidak mau makan. Perhatian terhadap kelakuan anak yang kurang baik justru dapat membuat anak terus melakukannya lagi

  8. Bila anak mau makan atau mau menghabiskan makanannya maka berilah pujian

  9. Jangan biarkan anak minum dalam jumlah banyak sesaat sebelum makan. Minum dapat membuat kenyang dan membuat anak tidak mau makan.

     

Anda juga dapat mengakses artikel yang kami sertakan berikut ini:

Trik Memancing Selera Makan Anak Anda

 

Mengatasi Anak Sulit Makan.


 

Rata-rata gigi susu anak tumbuh pertama kali saat anak berusia +/-  6 bulan. Diawali dengan gigi seri bawah yang rata-rata tumbuh sekitar usia 6-10 bulan, sedangkan gigi seri atas tumbuh sekitar usia 8-12 bulan. Gigi susu tidak tumbuh sekaligus namun secara bertahap menembus gusi selama 2 ½ tahun pertama sejak kelahiran. Biasanya yang tumbuh pertama kali adalah keempat gigi depan yaitu dua di rahang atas dan dua di rahang bawah. Sebagian besar anak-anak sudah lengkap semua giginya pada saat berusia 3 tahun.Meski demikian, kecepatan pertumbuhan gigi antara anak yang satu dengan anak lainnya belum tentu sama. Ada yang tumbuh lebih cepat tapi ada juga yang lebih lama. Tidak sedikit anak yang baru tumbuh gigi pertama saat usianya mencapai 1 tahun, dan saat gigi tersebut keluar boleh jadi lebih dari satu gigi dalam waktu bersamaan. 

Meski demikian, memang ada faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pertumbuhan gigi anak. Proses pembentukan gigi sudah dimulai saat anak masih dalam kandungan ibu, kira-kira saat janin berusia 4 bulan. Kemungkinan gigi susu tumbuh lebih lambat dari yang semestinya lebih besar pada anak yang lahir prematur atau berat badan bayi lahir kurang, karena proses pertumbuhan dan perkembangannya secara umum belum sempurna termasuk juga giginya.

Namun jika gigi susu terlambat tumbuh padahal anak lahir cukup bulan, maka tentu ada faktor lain diantaranya pola makan anak. Jika selama ini bayi hanya diberi makanan yang lunak saja maka sebaiknya anak mulai dikenalkan dengan makanan yang bertekstur dan agak kasar. Tentunya cara memasak dan jenis makanan disesuaikan dengan usia bayi. Perlu diketahui, makanan yang lunak kurang memberi rangsangan bagi pertumbuhan gigi dan rahang anak. Justru dengan diberi makanan yang agak sedikit lebih keras, otot-otot pengunyahan, gigi dan tulang rahang akan bekerja lebih keras dan memberi stimulasi bagi pertumbuhan gigi dan tulang. Pertumbuhan gigi juga dapat dirangsang dengan memberi anak mainan yang dapat digigit-gigit. Fungsinya sama, yaitu untuk memberi stimulasi bagi gigi dan tulang. Namun jangan lupa memperhatikan kebersihan mainan tersebut mengingat mainan itu akan masuk ke mulut anak, dan pilih mainan yang aman dan bebas zat beracun. 

Sayangnya, Anda tidak menuliskan mengenai pola makannya. Apakah masih ASI eksklusif, atau sudah diberi makanan pendamping dengan konsistensi cair, semi padat, atau sudah padat?

Masih banyak Ibu yang belum memahami bahwa pemberian makanan pendamping ASI selain penting untuk nutrisi dan gizi anak juga membantu merangsang pertumbuhan gigi. Yaitu dengan memberi makanan yang membuat anak mengunyah (semi padat-padat,disesuaikan dengan usia anak). Meski belum ada satupun gigi, kekerasan gusi dapat menghaluskan makanan yang diberikan dan justru merangsang keluarnya gigi. Jadi jika selama ini pola makan anak masih cair, misalnya bubur susu, maka sebaiknya anak mulai diberikan makanan yang lebih padat/kasar.

 

demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat

Salam

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar