Sukses

Hepatitis B

16 Oct 2014, 13:36 WIB
Wanita, 23 tahun.
Dear Dokter, Hari selasa kemarin, saya di tolak untuk donor darah. alasanya, donor darah terakhir saya (november 2011) kena 'cekal'alias tidak bisa digunaka. Katanya sih ada hepatitis B nya. saya kurang ngerti dan mendengar sekilas dokternya bilang "tinggi" ga ngerti apanya yang tinggi. kebetulan waktu mama melahirkan saya, memang beliau sedang terkena hepatitis B, tapi sayanya sudah di suntik anti hepatitis b waktu bayi. yang ingin saya tanyakan. 1. apakah Hepatitis B itu bisa hilang dengan sendirinya tanpa diobati? karena sampai saat ini sepertinya saya tidak pernah ada gejala hepatitis B, hanya gampang kelelahan tapi saya rasa itu karena saya obesitas, juga terkadang suka nyeri di perut kanan atas tapi biasanya hilang dengan sendirinya. 2. Haruskah saya periksa kedokter?, lalu jika harus, apa yang harus saya katakan pada dokternya saat periksa? karena kondisi kesehatan saya rasa sedang fit. 3. jika benar saya terkena hepatitis b, apakah benar harus membatasi alat2 pribadi (piring dsb)? soalnya katanya itu penyakit menular ya? tolong di jawab ya dok, terimakasih :)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/saudari yang Terhormat

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter


Hepatitis (radang pada hati) B  adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB), yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosi hati atau kanker hati. Hepatitis B merupakan penyakit hepatitis yang paling sering terjadi yang jarang diketahui orang awam, padahal virus ini lebih infeksius 100 kali daripada HIV.  Virus hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi, hal ini dapat terjadi pada keadaan;

  • Kontak langsung darah dengan darah
  • Hubungan seksual yang tidak aman
  • Penggunaan jarum suntik tidak steril
  • Tertusuk jarum suntik yang terinfeksi
  • Jarum yang terkontaminasi yang digunakan untuk membuat tatto, akupuntur, body piercing

  • Pada saat kehamilan – penularan dari ibu-janin pada proses melahirkan
  • Penggunaan pisau cukur bersama
  • Tranfusi darah

Bila benar anda dinyatakan hepatitis B maka yang perlu dicheck adalah apakah hepatitis B yang Anda derita masih menularkan ke orang lain atau tidak . Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan yaitu melakukan pemeriksaan HBeAg dan Anti HBe . Apabila hasil yang didapat seperti ini :

  • HBe Ag reactive/ positif dan Anti HBe non reactive/negatif artinya Hepatitis B masih infeksius
  •  

  • HBe Ag non reactive/negatif dan anti HBe reactive/positif artinya Menderita Hepatitis B tapi sudah tidak menular lagi , disebut dengan Hepatitis B carrier .

 

Apabila Anda menderita Hepatitis B infeksius maka pemeriksaan lanjutnya adalah HBV DNA  untuk mengetahui aktifitas virus tersebut . Apabila hasilnya meningkat artinya virus tersebut sedang aktif berkembang biak. Dan yang perlu diperhatikan juga adalah fungsi liver dengan memonitoring SGOT dan SGPT . BIla diperlukan juga dapat dilakukan USG hati . Untuk mengevaluasi HBsAg Anda yang positif , sebaiknya Anda berkonsultasi dengan Dokter Internist bagian Hepatologi .

Apabila infeksi VHB bertahan lebih dari 6 bulan (infeksi hepatitis kronik), dapat diberikan obat antivirus yang disebut interveron alfa. Pengobatan ini bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya sirosis hati dan kanker hati, namun tetap tidak dapat menghilangkan virus yang terdapat di dalam tubuh. Penderita hepatitis B kronik harus mengkonsumsi obat tersebut dan kontrol secara berkala ke dokter. Meskipun dengan pengobatan tersebut virus tidak dapat dihilangkan secara total, yang penting untuk dilakukan adalah menekan replikasi (perkembangbiakan) virus serendah mungkin, sehingga peradangan hati yang terjadi dapat lebih diminalisir.


demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat

Salam

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar