Sukses

Penerbangan dan Berhubungan Saat Hamil

18 Oct 2014, 22:33 WIB
Wanita, 26 tahun.
Selamat siang dok.. saya sekarang sedang hamil dan usia kandungan saya 5 minggu-6 minggu, yang ingin saya tanyakan disini, apakah dalam usia kandungan seperti yang saya sebutkan, saya bisa melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan transportasi udara??? saya berdomisili di kalimantan barat dan rencananya dalam waktu dekat ada urusan kantor ke balikpapan. jadi hal-hal apa saja yang harus saya lakukan untuk mejaga kandungan saya?? adapun masalah yang saya alami terkadang pusing namun bisa diatasi dengan istirahat dan tidak perlu mengkonsumsi obat, mual juga saya rasakan , namun tidak parah. ada satu lagi yang mau saya tanyakan dok, apakah berhubungan intim dengan suami dalam usia kandungan yang saya sebutkan bisa berbahaya bagi kandungan??? jika berbahaya, maka berapa usia kandungan yang aman untuk bisa melakukan hubungan intim. terimakasih atas perhatiannya hormat saya
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/saudari yang Terhormat

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

 

Selama kondisi Anda sehat saat hamil dan tidak terdapat komplikasi dalam kehamilan, tidak menjadi masalah jika Anda ingin bepergian dengan menggunakan pesawat terbang. Namun biasanya bepergian dengan menggunakan pesawat terbang akan memperburuk keluhan yang dirasakan oleh ibu hamil terutama di trimester pertama, seperti mual-mual, muntah, sakit pinggang akibat duduk terlalu lama, dll. Karena itu sebaiknya Anda sudah mempersiapkan diri dengan obat-obatan dari dokter anda untuk menangani hal-hal tersebut. Anda tidak perlu membawa obat penguat kehamilan jika selama ini kondisi kehamilan Anda sehat.

 

Selama kondisi kehamilannya baik, ibu hamil tetap dapat bepergian melalui jalan udara. Namun terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

 

  • Secara umum, usia 4-7 bulan merupakan usia kehamilan yang ideal untuk melakukan penerbangan, tentunya dengan kondisi kehamilan yang sehat dan tidak bermasalah. Usia kehamilan terbaik untuk melakukan perjalanan udara adalah selama kehamilan trimester kedua sebelum usia kehamilan 35 minggu (untuk penerbangan internasional) atau sebelum usia kehamilan 36 minggu (untuk penerbangan domestik). Hal ini dilakukan mengingat terdapat peningkatan risiko terjadinya keguguran pada ibu hamil trimester pertama dan risiko kelahiran dalam pesawat pada ibu hamil trimester ketiga.
  • Hindari perjalanan udara yang lama dan terlalu sering terkait peningkatan risiko keguguran pada ibu hamil dengan jam penerbangan rata-rata 74 jam selama satu bulannya.
  • Hindari bepergian ke daerah-daerah endemis yang memerlukan tindakan imunisasi.
  • Usahakanlah untuk membawa makanan dan minuman Anda sendiri untuk menjaga kecukupan kebutuhan nutrisi Anda.
  • Banyak mengonsumsi air putih sebelum, selama, dan setelah perjalanan untuk menghindari dehidrasi.
  • Cobalah menempatkan diri Anda dalam posisi yang nyaman di mana Anda dapat meluruskan kedua kaki Anda, serta keluar-masuk pesawat atau toilet dengan mudah.

  • Gunakanlah alas kaki yang nyaman dan terbuka. Tinggikan tungkai Anda dan berjalan sesering mungkin selama perjalanan untuk mengurangi risiko pembengkakan.

 

Yang terpenting adalah Anda sebaiknya mendiskusikan penerbangan Anda dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda untuk memastikan kondisi Anda dan mendiskusikan kapan sebaiknya Anda melakukan penerbangan.

 

Jika kondisi kehamilan Anda sehat, sebenarnya tidak masalah untuk melakukan hubungan seksual (dengan ejakulasi di dalam) saat hamil pada usia kehamilan berapapun tanpa kontrasepsi. Jadi, Anda dan suami boleh berhubungan saat hamil tanpa alat kontrasepsi. Asalkan tidak ada keluhan yang mengikuti hubungan seksual Anda dan pasangan seperti flek perdarahan, cairan ketuban merembes, rahim kontraksi terus menerus, dan riwayat keguguran berulang maka hubungan seksual dalam kehamilan diperbolehan.

Cairan mani yang dikeluarkan saat ejakulasi memang mampu menimbulkan terjadinya kontraksi rahim, selain itu aktivitas yang dilakukan saat berhubungan badan juga berisiko menimbulkan terjadinya perdarahan pasca senggama. Namun, jika kondisi kehamilan Anda sehat, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Janin sebenarnya tidak akan terpengaruh karena dilindungi oleh selaput amnion. Selain itu, ada mucus plug pada mulut rahim yang mencegah masuknya sperma ke dalam rahim. Kontraksi rahim yang timbul saat orgasme tidak cukup kuat untuk mencetuskan persalinan.

Posisi yang dianjurkan adalah posisi wanita di atas terutama pada kehamilan di trimester ketiga. Pada usia kehamilan cukup bulan (37-42 minggu) dimana kepala janin sudah memasuki rongga panggul, tidak dianjurkan untuk melakukan hubungan seksual karena dikhawatirkan dapat menyebabkan perdarahan atau persalinan dini. Apabila terdapat keputihan yang abnormal sebaiknya pasangan tidak melakukan hubungan intim.

Apabila terjadi keluhan-keluhan seperti yang disebutkan di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter kebidanan dan kandungan Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

 

Tim Redaksi Klikdokter

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar