Sukses

BB Berlebih dan Kesuburan

19 Oct 2014, 04:38 WIB
Wanita, 22 tahun.
Dok, apakah kelebihan berat badan berdampak buruk bagi kesehatan reproduksi wanita? Saya belum menikah,umur 22 tahun,dan sudah hampir 2 tahun ke belakang sama sekali tidak mens. Terakhir saya check USG pada Desember 2010, dan dokter kandungan menyatakan tidak ada masalah (seperti kista,dll) pada rahim saya. Bagaimana solusi-nya dok? Thanks.
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/saudari yang Terhormat

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter


Berat badan (BB) berlebih juga merupakan salah satu faktor yang menganggu masalah kesuburan wanita. Wanita dengan BB berlebih umumnya memerlukan waktu yang lebih lama untuk hamil, disamping juga terdapat ancaman paparan komplikasi lanjutan yang lebih luas pada saat kehamilan (keguguran, diabetes gestasional, pre-eklampsi, persalinan sulit, dan lainnya).

Sebagian besar wanita dengan gangguan ovulasi yang dikenal dgn 'polycystic ovary' (gangguan pertumbuhan dan kualitas telur) adalah tergolong obesitas, dengan gangguan fungsi hormon reproduksinya. Oleh karena itu menurunkan BB secara bertahap adalah langkah pertama yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesuburan dan mengurangi resiko komplikasi hamil. Cara yang paling baik dan sederhana adalah dengan diet dan latihan fisik.

Pada prinsipnya yang dapat menurunkan berat badan adalah dengan mengurangi pemasukan kalori (makanan dan minuman) dan meningkatkan pengeluaran kalori (olahraga / meningkatkan aktivitas) dan komitmen yang tinggi untuk melaksanakannya. 

Untuk mencapai berat badan ideal, Anda dapat melakukan kombinasi olah raga dengan pola makan gizi seimbang. Olah raga yang dapat diterapkan adalah yang bersifat aerobik seperti lari, renang, bersepeda ataupun yang bersifat pembentukan seperti sit up, push up, dan latihan beban. Jika Anda melakukannya secara teratur selama 30-60 menit, minimal 3x/minggu, ditunjang dengan pola makan seimbang, tentunya akan ada perubahan pada bentuk tubuh Anda. Intinya adalah kedisiplinan yang tinggi.

Hilangkan keinginan untuk menurunkan berat badan dalam waktu singkat, karena penurunan berat badan yang terlalu cepat dapat berpotensi mendatangkan penyakit. Penurunan berat badan yang wajar adalah sekitar 0,5 kg/minggu atau 2-2,5 kg/bulan. Apabila Anda susah melakukan diet sendiri, Anda dapat minta bantuan Dokter Spesialis Gizi.


Melihat dari keluhan yang anda sampaikan sepertinya Kondisi yang anda alami adalah Amenorea Sekunder.Amenorea sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 siklus (pada kasus oligomenorea atau jumlah darah menstruasi sedikit), atau 6 siklus setelah sebelumnya mendapatkan siklus menstruasi biasa.

Faktor-faktor risiko terjadinya amenore sekunder antara lain:

  • Aktivitas fisik yang terlalu berat (ekstrem)
  • Terlalu kurus (lemak tubuh kurang dari 15 – 17%). Keadaan ini mempengaruhi proses pembentukan hormon. Jika seorang perempuan mengalami kelainan makan, seperti anoreksia atau bulimia, perubahan hormonal yang disebabkan dapat berujung pada berhentinya menstruasi.
  • Obesitas. Adanya jaringan lemak yang berlebih pada seorang yang mengalami obesitas juga mempengaruhi proses ovulasi (pengeluaran sel telur dari indung telur).
  • Stress psikis. Stress dapat mempengaruhi fungsi hipotalamus sehingga menstruasi berhenti. Karena itu jika stress berkurang, menstruasi muncul kembali.
  •  
  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti antidepresan, antipsikotik, obat kemoterapi, dan kortikosteroid oral.

Kami sarankan Anda mengunjungi dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk dilakukan wawancara medis mendetil, pemeriksaan fisik, dan  pemeriksaan penunjang yang diperlukan sehingga segera diketahui apa yang menjadi penyebab amenore sekunder Anda. Amenore sekunder memang dapat menjadi penyebab ketidaksuburan pada wanita, untuk itu, semakin cepat diketemukan penyebabnya maka dapat segera mendapatkan penanganan yang optimal.

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar