Sukses

Flek Setelah Berhubungan

19 Oct 2014, 14:14 WIB
Wanita, 28 tahun.
Saya sudah 2 tahun menikah dan belum memiliki keturunan.Saya belum pernah hamil. Saat ini saya mempunyai keluhan dalam hal berhubungan intim dengan suami. Di tahun pertama menikah, tidak ada keluhan apapun dalam melakukan hubungan intim tersebut. Sejak bulan november 2011, ketika selesai melakukan hubungan dengan suami, terkadang ada flek merah kecoklatan dr vagina, padahal saya sudah selesai mens 2 mingguan. Bulan desember 2011 sampai maret 2012 hal itu tidak terjadi, namun april 2012 ini terjadi lagi seperti bulan november 2011 lalu. yang mau saya tanyakan, apa kah hal tersebut merupakan penyakit? dan bagaimana solusinya? Catatan : - saat melakukan hubungan, tidak terlalu keras, tp biasa2 aja. - saya sudah pernah memeriksakan kandungan, dan semua organ kandungan terlihat baik2 saja.
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang Terhormat

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

Kami dapat memahami kekhawatiran Anda saat ini. Sebelum menjawab pertanyaan Anda, terdapat beberapa hal yang perlu dikonfirmasi terlebih dahulu:

Perdarahan setelah berhubungan seksual atau Post Coital Bleeding dapat terjadi karena beberapa alasan. Perdarahan pasca berhubungan seksual juga dapat terjadi karena adanya erosi di vagina dikarenakan baru pertama kali berhubungan atau berhubungan seksual  belum terlalu sering sehingga vagina masih sempit, akibatnya penetrasi (penis masuk ke vagina), terutama bila wanita masih belum penuh terangsang dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet.

Beberapa penyebab lain dari perdarahan pasca berhubungan seksual adalah :

  1. Peradangan pada serviks (leher rahim) dimana hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan. Kondisi ini disebut dengan erosi serviks, umum terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai kontrasepsi pil
  2. Polip serviks atau polip rahim. Umumnya polip ini jinak
  3. Infeksi oleh klamidia, gonorea, trikomonas, dan jamur (Infeksi Menular Seksual)
  4. Vaginitis atropi yang umum terjadi karena kekurangan hormon estrogen, terutama pada wanita post menopause. Kurangnya lendir pada vagina menyebabkan hubungan seksual menjadi nyeri dan dapat terjadi perdarahan
  5. Kanker leher rahim
  6. Displasia srviks. Perubahan pre-kanker pada kanker leher rahim. Risiko meningkat dengan riwayat infeksi seksual sebelumnya, berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun, melahirkan anak sebelum usia 16 tahun
  7. Mioma rahim yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim

 

Apabila perdarahan yang timbul hanya sedikit dan tidak berlanjut, Anda tidak perlu merasa khawatir karena mungkin perdarahan tersebut timbul akibat robekan pada vagina (misal karena kekeringan, kondom, gesekan kuat, kuku jari, dsb). Namun lebih baik sementara ini Anda tidak melakukan hubungan seksual, mengingat bakteri vagina dapat menginfeksi luka tersebut.

Saran saya adalah segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dapat dicari penyebabnya segera. Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya. Semoga membantu.

 

Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat

Salam

Tim Redaksi Klikdokter


    0 Komentar

    Belum ada komentar