Sukses

Penyakit TB pada Bayi

14 Nov 2014, 12:29 WIB
Wanita, 1 tahun.

Selamat Siang... Begini dok,Anak sy 11m25d,perempuan,TB 74,BB 7,7 kg . Nutrisi: diberi ASI exlusif sampai sekarang,mknan selingan : snack, buah,agar,dll. mknan pokok :nasi/tim 3-4x/hari+sayur.tdk pernah mengalami sulit makan/muntah/sembur mknan. Berat badan tdk pernah turun hanya naik nya sedikit2 2-3-5 Ons.. R/penyakit : 0-10 bln tdk pernah sakit parah,hanya pernah batuk pilek ringan 3x sembuh tanpa antibiotik,diare 1x memakai cotrimoxazole,pernah bentol2 pd extremitas tangan dan kaki 3x,tanpa diketahui penyebabnya,sembuh dng sendirinya. namun 3mnggu yg lalu dirawat krn panas naik trun sampai 39,6. disertai batuk pilek. lama perawatan 1 mggu krn baru stabil suhu nya,jd blh pulang .hsl rontgen sewaktu drawat tgl 12/3/12 :bercak infiltrat dng pemadatan hilus.sinus kotofrenikus lancip.CTR<0,5.kesan : bronchopenoumonia e/c TB.tak tampak effusi pleura.bentuk cor normal. hsl Lab+urine menunjukan anak sy tdk DBD/Typoid/ISK. di rontgen ulang tgl 31/3/12 : hasil dan kesan nya sama namun jika dibandingkan membaik signifikan. Gerakan motorik anak sangat aktif,cerdas,cerewet,respon dan tumbangnya sesuai umur. Status immunisasi lengkap,tepat waktu dan luka parut bekas BCG ada. Setelah pulang dr RS di test mantoux:bacaan Lab pramita : 8mm. bacaan DSA 1 : 9mm, bacaan DSA 2 : 10mm oleh DSA 1 palpasi teraba kelnjar limfe dibawah leher kiri. DSA 2 tdk melakukan palpasi. Apakah benar anak sy menderita TB? mengingat sulitnya menegakkan diagnosa TB pd bayi.saya merasa blm yakin,krn sblmnya tdk ada tanda dan gejala ke arah sana.apalagi setelah membaca blog seorang dokter anak,koq anak saya kesehariannya banyak bahkan sangat mirip dng tanda dan gejala dengan masalah gangguan fungsi saluran cerna : seperti sering cegukan,gelisah dimalam hari,telapak tangan dan kaki sering hangat,kepala kuping dan mata sering gatal, BAB 1/2x seminggu+ngeden, feses berbau sangat tajam, sering greget,gangguan tidur, keringat berlebihan,dll....saya jd tambah bingung. saya hrs bagaimana? mohon beri pencerahannya dok..terima kasih sebelumnya.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

TB anak dapat ditemukan melalui dua pendekatan utama, yaitu investigasi terhadap anak yang kontak erat dengan pasien TB dewasa aktif dan menular, serta anak yang datang ke pelayanan kesehatan dengan gejala dan anda klinis yang mengarah ke TB. Gejala klinis TB
pada anak tidak khas, karena gejala serupa juga dapat disebabkan oleh berbagai penyakit selain TB.


Gejala umum TB pada anak :

  1. Nafsu makan tidak ada (anoreksia) atau berkurang, disertai gagal tumbuh (failure to thrive).
  2.  Masalah Berat Badan (BB).
    • BB turun selama 2-3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas, ATAU
    • BB tidak naik dalam 1 bulan setelah diberikan upaya perbaikan gizi yang baik ATAU
    • BB tidak naik dengan adekuat.
  3. Demam lama (≥2 minggu) dan atau berulang tanpa sebab yang jelas (bukan demam tifoid, infeksi saluran kemih, malaria, dan lain lain). Demam yang umumnya tidak tinggi dan dapat disertai keringat malam. 
  4. Lesu atau lemah, anak kurang aktif bermain.
  5. Batuk lama  ≥3 minggu, batuk bersifat non-remitting (tidak pernah reda atau intensitas semakin lama semakin parah) dan penyebab batuk lain telah disingkirkan;
  6. Keringat malam dapat terjadi, namun keringat malam saja apabila tidak disertai dengan gejala-gejala umum lain bukan merupakan gejala spesifik TB pada anak.

Memang untuk mendiagnosis TB pada bayi atau anak cukup sulit, mengingat gejalanya yang tidak spesifik. Saat ini para dokter menggunakan sitem skoring untuk mendeteksi seorang anak terkena penyakit TB. Dalam skoring tersebut nilai tertinggi bila didapatkan hasil uji tes mantoux positif ((≥10mm, atau ≥5mm pada keadaan imunokompromais/sistem imun rendah) dan adanya riwayat kontak dengan orang dewasa penderita TB aktif dan menular. Jika hasil skoring melebihi nilai normal, maka Anak harus diterapi sebagai penderita TB.

Namun demikian, jika anak yang kontak dengan pasien BTA positif dan uji tuberkulinnya positif namun tidak didapatkan gejala, maka anak cukup diberikan profilaksis atau terapi pencegahan terutama anak balita.

Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesiali Anak terdekat, agar dapat mengetahui kondisi dan solusi untuk anak Anda.

Demikian informasi yang dapat Kami sampaikan. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar