Sukses

Kram Perut Saat Hamil

19 Oct 2014, 22:26 WIB
Pria, 27 tahun.
Dear Dokter, Saya ingin menanyakan masalah kandungan isteri saya, yang memasuki masa kehamilan 5 minggu. Isteri saya sering merasakan kram pada perut bawahnya. apakah hal tersebut wajar terjadi dan apakah isteri saya perlu minum obat penguat janin/kandungan? Saya juga berencana untuk melakukan perjalanan ke luar kota dengan isteri saya, naik pesawat terbang. Apakah hal tersebut aman utk usia kandungan isteri saya mengingat usia kandungan nya yang tergolong masih muda? Terima kasih atas jawabannya dok.
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak/saudara yang Terhormat,


Terima kasih telah menggunakan layanan Klikdokter.

Perut yang terasa kencang terjadi karena adanya kontraksi pada rahim. Ada 2 jenis kontraksi yang dapat terjadi pada masa kehamilan, false labour yang disebut dengan kontraksi Braxton Hicks dan true labour  yang terasa ketika mendekati persalinan. 

Bagaimana membedakan keduanya? Tentunya dengan mengenali karakteristik dari tiap jenis kontraksi. Pada Braxton Hicks, kontraksi terasa hilang timbul, jarak antara dua kontraksi tidak menjadi semakin dekat, tidak meningkat bila berjalan, tidak memanjang, dan tidak semakin menguat . Kontraksi ini umumnya mulai terasa saat trimester ke-2 ( minggu 13 s/d 25 kehamilan) dan semakin sering pada trimester ke-3 (minggu ke-26 s/d 40 kehamilan). Kontraksi ini seringkali membuat ibu hamil merasa bahwa persalinan segera dimulai. Namun, sesuai namanya false labour, kontraksi ini bukanlah kontraksi yang dirasa saat mendekati persalinan.   

Sedangkan pada true labour, kontraksi terjadi dalam interval yang teratur, berlangsung hingga 30-70 detik, dan jarak antar dua kontraksi semakin dekat. Kontraksi juga terus berlangsung tidak berhenti meskipun merubah posisi, semakin menguat, dan awalnya terasa pada bagian punggung kemudian menjalar ke arah perut.

Lalu, bagaimana cara mengurangi rasa tidak nyaman pada Braxton Hicks? Beberapa wanita merasa lebih nyaman dengan mandi air hangat dan selalu menjaga hidrasi tubuh dengan minum cukup air. 

Bila Anda merasa cemas dan merasakan gejala lain selain yang kami sebutkan, sebaiknya berkonsultasilah langsung dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

 

Sedangkan mengenai penerbangan ibu hamil.Selama kondisi Anda sehat saat hamil dan tidak terdapat komplikasi dalam kehamilan, tidak menjadi masalah jika Anda ingin bepergian dengan menggunakan pesawat terbang. Namun biasanya bepergian dengan menggunakan pesawat terbang akan memperburuk keluhan yang dirasakan oleh ibu hamil terutama di trimester pertama, seperti mual-mual, muntah, sakit pinggang akibat duduk terlalu lama, dll. Karena itu sebaiknya Anda sudah mempersiapkan diri dengan obat-obatan dari dokter anda untuk menangani hal-hal tersebut. Anda tidak perlu membawa obat penguat kehamilan jika selama ini kondisi kehamilan Anda sehat.

Selama kondisi kehamilannya baik, ibu hamil tetap dapat bepergian melalui jalan udara. Namun terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

 

  • Secara umum, usia 4-7 bulan merupakan usia kehamilan yang ideal untuk melakukan penerbangan, tentunya dengan kondisi kehamilan yang sehat dan tidak bermasalah. Usia kehamilan terbaik untuk melakukan perjalanan udara adalah selama kehamilan trimester kedua sebelum usia kehamilan 35 minggu (untuk penerbangan internasional) atau sebelum usia kehamilan 36 minggu (untuk penerbangan domestik). Hal ini dilakukan mengingat terdapat peningkatan risiko terjadinya keguguran pada ibu hamil trimester pertama dan risiko kelahiran dalam pesawat pada ibu hamil trimester ketiga.
  • Hindari perjalanan udara yang lama dan terlalu sering terkait peningkatan risiko keguguran pada ibu hamil dengan jam penerbangan rata-rata 74 jam selama satu bulannya.
  • Hindari bepergian ke daerah-daerah endemis yang memerlukan tindakan imunisasi.
  • Usahakanlah untuk membawa makanan dan minuman Anda sendiri untuk menjaga kecukupan kebutuhan nutrisi Anda.
  • Banyak mengonsumsi air putih sebelum, selama, dan setelah perjalanan untuk menghindari dehidrasi.
  • Cobalah menempatkan diri Anda dalam posisi yang nyaman di mana Anda dapat meluruskan kedua kaki Anda, serta keluar-masuk pesawat atau toilet dengan mudah.

  • Gunakanlah alas kaki yang nyaman dan terbuka. Tinggikan tungkai Anda dan berjalan sesering mungkin selama perjalanan untuk mengurangi risiko pembengkakan.

 

Yang terpenting adalah Anda sebaiknya mendiskusikan penerbangan Anda dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda untuk memastikan kondisi  istri Anda dan mendiskusikan kapan sebaiknya Anda melakukan penerbangan.


Demikian informasi yang dapat kami berikan ,semoga bermanfaat

Salam,


Tim Redaksi Klikdokter


    0 Komentar

    Belum ada komentar