Sukses

Mola Hidatidosa

17 Oct 2014, 12:35 WIB
Wanita, 29 tahun.
Salam sejahtera dok, Saya mempunyai history complete mola hidatidosa dan sudah menjalani curatadge september lalu. Februari (5 bulan kemudian) saya harus menjalani laparotomy karena mangalami KET. Satu tuba saya sebelah kiri harus dipotong. Suami saya melakukan test sperm dan diketahui mengalami teratozoospermia. Yang ingin saya tanyakan apakah kelainan sperma tersebut berkorelasi dengan mola dan KET tersebut dok? Bagaimana solusinya dok? Terima kasih sebelumnya.
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/saudari yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter. Selamat bergabung dengan Klikdokter.

Sebelum menjawab pertanyaan anda kami akan coba membahas terlebih dahulu mengenai teratozoospermia.Teratozoospermia dalam dunia medis digunakan untuk menandakan adanya gangguan infertilitas atau kesuburan akibat dari abnormallitas bentuk sperma. Bila terlalu banyak bentuk sperma yang abnormal maka terjadilah kondisi gangguan kesuburan. Bentuk sperma yang abnormal tidak dapat membuahi sel telur karena fungsinya yang tidak sempurna.

Gangguan pada jumlah sperma dan kualitas sperma dapat terjadi akibat:

  • Kelelahan
  • Tidur yang kurang
  • Kegemukan
  • Kebiasaan merokok dan minum minuman keras
  • Faktor psikologi : stress berkepanjangan, panik, depresi
  • Faktor lingkungan (radiasi atau bekerja di lingkungan yang tinggi cemarannya, seperti kawasan industri)
  • Suhu di sekitar testis yang terlalu panas, misalnya pada orang yang bekerja terus-menerus di dekat panas seperti supir atau juru masak, atau memakai celana yang terlalu ketat juga bisa mengganggu kesehatan testis
  • Ketidakseimbangan hormon testosteron
  • Varicocele (pembesaran pembuluh darah vena di buah zakar)

  • Infeksi saluran reproduksi

  • Kelainan kromosom

 

Hamil anggur dalam bahas medis disebut mola hidatidosa, yaitu kelainan dalam kehamilan di mana jaringan plasenta (ari-ari) berkembang dan terus membelah dalam jumlah yang berlebihan. Kehamilan mola dapat disertai janin (mola parsial) atau tidak disertai janin (mola komplit).

Sejauh ini penyebabnya masih belum diketahui. Diperkirakan bahwa faktor-faktor seperti gangguan pada telur, kekurangan gizi pada ibu hamil, dan kelainan rahim berhubungan dengan peningkatan angka kejadian mola. Selain itu, konsumsi makanan rendah protein, asam folat, dan karoten juga dapat meningkatkan risiko terjadinya mola, sama halnya dengan perempuan yang hamil pada usia di bawah 20 tahun atau di atas 40 tahun.

Dengan belum diketahuinya penyebab pasti kehamilan mola, pencegahannya masih sulit untuk dilakukan. Bagaimanapun, nutrisi ibu yang baik dapat menurunkan risiko terjadinya mola.

Lebih lanjut mengenai kehamilan mola dapat Anda baca dengan mengakses artikel  berikut:

Mola Hidatidosa

 

Sedangkan KET atau Kehamilan Ektopik Terganggu

Pada kehamilan ektopik, telur yang sudah dibuahi berimplantasi dan tumbuh di tempat yang tidak semestinya. Kehamilan ektopik paling sering terjadi di daerah tuba falopi (98%), meskipun begitu kehamilan ektopik juga dapat terjadi di ovarium (indung telur), rongga abdomen (perut), atau serviks (leher rahim).

Kehamilan ektopik merupakan salah satu penyebab terbesar kematian ibu pada triwulan pertama dari kehamilan. Resiko kehamilan ektopik sangat besar karena kehamilan ini tidak bisa menjadi normal.

Bila telur tersebut tetap tumbuh dan besar di saluran tuba maka suatu saat tuba tersebut akan pecah dan dapat menyebabkan perdarahan yang sangat hebat dan mematikan. Apabila seseorang mengalami kehamilan ektopik maka kehamilan tersebut harus cepat diakhiri karena besarnya risiko yang ditanggungnya.Pada keadaan kehamilan ektopik memberikan gejala, seperti  perdarahan, maka disebut juga kehamilan ektopik terganggu  (KET)

Kehamilan ektopik seringkali disebabkan oleh:

  1. Merokok
  2. Kehamilan ektopik sebelumnya
  3. Riwayat infeksi di tuba falopi (salpingitis, PID : Pelvic Inflammatory Disease)
  4. Riwayat operasi pada tuba falopi
  5. Komplikasi dari pecahnya infeksi appendisitis (usus buntu)
  6. Endometriosis

Anda dapat mengetahui lebih lengkap tentang jenis-jenis kehamilan ektopik lainnya melalui situs kami dengan judul Kehamilan ektopik.

 

Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat

Salam

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar