Sukses

Gatal Miss V

17 Oct 2014, 16:47 WIB
Wanita, 28 tahun.
Saya belum menikah dan selama ini selalu bermasalah dengan siklus haid yang tidak tetap (18-25 hari, selama 3-7 hari) seminggu belakangan, saya mengalami gatal pada daerah vagina. awalnya saya mengira karena akan datang bulan, karena disertai cairan bewarna coklat kemerahan, sehingga saya langsung mencukur bulu pubis seperti saat haid biasa. namun ternyata keesokan harinya, rasa gatalnya hilang, dan vagina saya bersih sama sekali. hingga 3 hari tidak ada tanda-tanda bahwa saya akan haid. tapi kemudian tiba2 rasa gatal tersebut kembali muncul, tapi tidak disertai dengan cairan. hal tersebut terus berulang, gatal yang datang dan pergi begitu saja. yang saya lakukan selama ini hanya membersihkan vagina dengan lactacyd 2 kali sehari seperti biasanya, dan bila gatal menyerang saya membersihkan vagina dengan air bersih dan betadine vaginal deuche. setelah 10-15 menit biasanya rasa gatal akan hilang. apakah penyebab rasa gatal pada vagina saya tersebut? dan bagaimana cara mengatasinya? terimakasih
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu / Saudari yang terhormat,

Apakah keluhan gatal diikuti dengan keputihan. Gatal pada vagina dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah jamur, parasit, ataupun kutu. Apabila diikuti dengan keputihan yang kental bergumpal-gumpal seperti susu maka kemungkinan jamur, bila dengan keputihan yang berwarna kehijauan maka kemungkinan disebabkan parasit. Bila ada seperti titik darah di celana dalam dan sangat gatal di pubis mungkin disebabkan oleh kutu pada rambut pubis. Namun bisa juga gatal disebabkan karena vagina yang lembab dan kebersihannya kurang terjaga.

Saran saya adalah jagalah kebersihan vagina Anda dengan mengeringkan vagina dan sekitarnya menggunakan handuk setelah BAB atau BAK, sering berganti celana dalam, dan menggunakan handuk sendiri. Apabila gatal belum berkurang juga saya sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin.

 

Menjaga kebersihan vagina sebenarnya mudah dilakukan.  Membersihkan organ kewanitaan dapat dilakukan dengan air hangat dan sabun lembut tanpa pewangi. Sabun tersebut termasuk sabun-sabun yang bisa didapatkan di pasaran yang tidak mengandung pewangi. Karena alasan etik profesional maka kami tidak diperkenankan untuk menyebut merk. Lebih baik Anda melakukannya pada saat mandi sore hari. Berikut kami tekankan kembali hal-hal yang perlu Anda perhatikan dalam menjaga kebersihan organ kewanitaan:


  1. Bersihkan bagian luar vagina dengan air hangat dan juga sabun lembut tanpa pewangi. Lebih baik lakukan pada saat mandi sore hari. Selain karena air hangat menciptakan efek relaks, air hangat juga dapat meredakan nyeri jika sedang menstruasi.
  2. Kenakan celana dalam katun, jenis tekstil yang terbuat dari serat alami, sehingga kulit tetap dapat bernapas, sirkulasi udara lancar, dan membuat perasaan menjadi lebih segar. Jika sedang mengalami keputihan, gantilah celana dalam 3 kali sehari.
  3. Jika sedang mengalami menstruasi, gantilah pembalut setiap 4 jam.
  4. Setelah buang air, pastikan arah membersihkan vagina adalah dari depan ke belakang. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah kotoran atau virus yang berasal dari saluran pembuangan tidak sampai ke area vagina. Selain itu jangan lupa untuk mengeringkan vagina menggunakan handuk bersih atau tissue.
  5. Hindari berbagai produk pembersih, sebab  belum dapat dipastikan tidak menyebabkan masalah kesehatan. Jika sampai terpaksa harus menggunakan pembersih vagina, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter kandungan dan kebidanan tentang produk apa yang harus digunakan.

 

Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat

Salam

Tim Redaksi Klikdokter

 



    0 Komentar

    Belum ada komentar