Sukses

Pusing Ketika Berdiri

19 Oct 2014, 20:22 WIB
Pria, 15 tahun.
dok saya mau tanya, saya punya keluhan setiap saya habis rebahan kemudian bangun tiba" kepala saya merasa pusing dang telinga saya seperti mendengar suara "ngingg" gitu, kira" penyakit saya apa dok?
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

saudara yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Idealnya diperlukan beberapa pemeriksaan untuk dapat menegakkan diagnosis pada kasus Anda, namun Mata yang terasa berkunang-kunang/gelap dan pusing pada saat hendak berdiri dari posisi duduk kemungkinan dapat disebabkan oleh karena pengaruh posisi atau yang disebut dengan hipotensi postural/ortostatik. Ini biasanya terjadi pada perubahan posisi mendadak dari duduk kemudian berdiri yang menyebabkan penurunan aliran darah sehingga dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak dan menyebabkan pandangan berkunang-kunang atau rasa pusing. Namun, biasanya terjadi pada mereka yang telah berusia tua.

Keluhan Anda ini juga dapat disebabkan karena anemia (kurangnya sel darah merah).dehidrasi (kekurangan cairan tubuh),obat-obatan penenang dan beberapa obat jantung, panas, demam

Tekanan darah seseorang dengan orthostatik biasanya menurun pada perubahan posisi menjadi berdiri, makanan, infeksi, peningkatan frekuensi napas, udara panas, dan mengangkat benda berat.

Selain itu, terdapat beberapa keadaan yang dapat menyebabkan keadaan ini, tersering adalah positional vertigo (BPPV).

 

Mengenai suara berdengin pada telinga di dalam dunia kedokteran dikenal dengan tinitus.Tinitus sendiri berarti suara berdenging atau berdengung, atau jenis suara lain  yang berasal dari kepala atau telinga tanpa keterlibatan sumber eksternal. Tinitus bukanlah penyakit namun gejala, dan sebaiknya segera dicari penyebabnya. Terdapat dua jenis tinitus, yaitu yang subjektif dan objektif. Tinitus subjektif berarti tinitus yang hanya dapat didengar oleh penderita sendiri. Penyebabnya adalah kelainan pada telinga bagian luar, dalam, dan tengah. Tinitus ini juga dapat disebabkan oleh gangguan pada saraf-saraf pendengaran di otak. Sedangkan yang objektif dapat didengar juga oleh dokter yang memeriksa. Tinitus jenis ini jarang ditemukan, dapat disebabkan oleh kelainan pembuluh darah, gangguan tulang telinga dalam, atau gangguan pada otot.

Penyebab yang umum ditemukan pada tinitus adalah kerusakan sel telinga dalam. Rambut-rambut kecil pada telinga bagian dalam bergerak tergantung tekanan gelombang suara. Gerakan ini menstimulasi sel-sel telinga untuk mengeluarkan sinyal listrik melalui saraf dari telinga (saraf auditori) ke otak. Otak akan menginterpretasi sinyal-sinyal ini sebagai suara. Jika rambut-rambut pada telinga bagian dalam tersebut rusak, mereka dapat “membocorkan” impuls elektrik yang tidak beraturan, sehingga menyebabkan tinitus. Kerusakan rambut-rambut ini dipengaruhi oleh usia dan adanya paparan terhadap suara yang keras dalam jangka waktu lama (MP3 player, konser musik), dan paparan terhadap beberapa obat tertentu (aspirin, NSAIDs, diuretik).

Penyebab lain dari tinitus adalah:

  • Adanya kotoran terlalu banyak dalam telinga,
  • Perubahan pada tulang telinga bagian tengah,
  • Meniere’s Disease (kelainan pada telinga dalam karena tekanan cairan atau komposisi telinga dalam),
  • Trauma pada kepala atau telinga (mempengaruhi saraf atau fungsi otak yang berkaitan dengan pendengaran; umumnya tinitus karena sebab ini hanya terjadi pada satu telinga)
  • Tumor jinak pada saraf kranial yang berjalan dari otak ke telinga bagian yang mengontrol keseimbangan dan pendengaran (acoustic neuroma; biasanya menyebabkan tinitus pada satu sisi telinga saja)
  • Kelainan pada pembuluh darah (menyebabkan tinitus yang sifatnya pulsatil atau berdenyut, termasuk tinitus objektif)
  • Stress dan depresi. Diagnosis ini merupakan diagnosis yang sangat umum jika  tes-tes atau pemeriksaan pendengaran menunjukkan hasil normal dan penyebab tinitus lain tidak dapat diidentifikasi.

Untuk mengetahuo secara lebih pasti mengenai kondisi kesehatan anda maka kami sarankan anda untuk memeriksakan diri ke dokter.

 

Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat

Salam

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar