Sukses

Tumbuh Kembang Anak

16 Oct 2014, 13:36 WIB
Wanita, 40 tahun.
Siang dok.. Fathan 16 bulan (20 mar) alergi susu sapi (& turunannya) , daging sapi/ayam. ikan ,telur, bayam, brokoli,keju,labu kuning/kabocha, yang ingin saya tanyakan : 1.Baikkah tiap hari saya slalu memberikan tempe/tahu, karena menu nya tidak ada protein hewani. 2.Kenapa setiap bab kadang makanannya masih berbentuk utuh, sprt : tempe, wortel, kdg jg irisan2 daun sayuran 3.Normal kah usia itu blm bisa jalan sendiri, tp merembet bisa, dititah/tuntun dgn tangan satu bisa malah cepat jalannya, kdg berdiri tanpa pegangan bisa dengan wkt lumayan lama 4.Giginya baru 6, tp dia sudah bisa bicara macam2 walau hanya 1 kata dgn jelas (mis: ayah, teteh, kaka,ampun, gajah, satu, tiga,dadah,yes dll) Tolong advise nya dok..., thanks before
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/saudari yang Terhormat

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

 

1.Konsumsi tempe tidak masalah bagi anak-anak.tetapi untuk menghindari kejenuhan pada si anak ada baiknya anda memvariasikan makanan sang anak sehingga anak tidak cepat bosan.tentunya tidak menggunakan bahan dasar makanan yang dapat menimbulkan alergi pada anak anda.

 

2.Saya mengerti betapa anda sangat menghawatirkan kesehatan anak anda saat ini. Sebelum menjawab pertanyaan anda, terdapat beberapa hal yang ingin saya konfirmasi terlebih dahulu:

- Bagaimana frekuensi dan konsistensi buang air besarnya?

- Apakah buang air besarnya benar-benar berbentuk sama dengan yang dimakan oleh anak anda?

- Apakah sebelumnya anda pernah mencoba memberikan anak anda makanan selain bubur kasar?

- Kalau pernah, bahan makanan apa saja yang diberikan?

- Berapa banyak anda memberikan susu kepada anak anda (secara frekuensi dan jumlah)?

- Bagaimana perkembangan anak anda selama ini (berat badan,tinggi badan)? dsb

Makanan padat umumnya sudah mulai diperkenalkan kepada anak saat berusia 6 bulan. Usia anak anda saat ini sudah menginjak 16 bulan. Pada usia ini seharusnya sistem pencernaan anak sudah siap untuk mengolah berbagai jenis bahan makanan sehingga anak anda dapat memakan menu yang bervariasi.

Bila benar perkataan anda bahwa bentuk buang air besarnya selalu sama dengan apa yang dimakan (baik warna dan jumlah) berarti bahan makanan tersebut tidak melalui proses pencernaan terlebih dahulu sehingga tidak ada yang diserap oleh tubuh. Dengan demikian, kemungkinan gangguan usus / pencernaan masih belum dapat disingkirkan.

 

3 & 4.Pada rentang usia 15-18 bulan, bagi sebagian bayi terdapat tidak banyak perkembangan motorik dan stimulasi anak yang signifikan, kurang lebih pada usia ini, sikecil menunjukkan aktifitas-aktifitas yang menggemaskan seperti:

      Berdiri sendiri tanpa berpegangan

      Membungkuk memungut mainan kemudian berdiri kembali

      Berjalan mundur 5 langkah
      Memanggil ayah dengan kata ”papa” dan memanggil ibu dengan kata ”mama”
      Menumpuk 2 kubus
      Memasukkan kubus di kotak
      Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis / merengek, anak bisa mengeluarkan suara yang menyenangkan atau menarik tangan ibu
      Memperlihatkan rasa cemburu / bersaing.

 

Perkembangan Motorik atau Gerak Kasar
Lanjutkan stimulasi berjalan mundur, berjalan naik dan turun tangga, berjalan sambil berjinjit, serta menangkap dan melempar bola. (baca: Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 12-15 bulan)

Bermain di luar rumah
Ajak anak bermain di luar rumah seperti bermain ayunan, memanjat tangga, berlari-lari, di halaman atau di taman bermain untuk umum. Jangan biarkan anak seorang diri ketika ia bermain di luar rumah.

Bermain air
Biarkan anak bermain air di pancuran, kolam renang, dan lain-lain. Beri anak cangkir plastik untuk menuang air dan ember plastik kecil untuk menampung air. Jangan biarkan ia seorang diri, walaupun di tempat air yang sangat dangkal.

Menendang bola
Tunjukkan kepada anak bagaimana menendang sebuah bola besar ke arah tonggak-tonggak agar roboh. Bola dapat dibuat dari potongan koran atau kain, tonggak dapat dibuat dari kotak atau kaleng susu dan lain-lain.

 

Perkembangan Motorik atau Gerak Halus
Lanjutkan stimulasi permainan balok, memasukkan benda yang satu ke, dalam yang lainnya, dan menggambar dengan krayon, pensil atau dengan jarinya. (baca : Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 12-15 bulan)

Meniup
Ajari anak meniup busa sabun dengan menggunakan alatnya. Bicarakan mengenai bentuk dan bagaimana rasanya meraba busa itu.

Membuat untaian
Ajari anak membuat untaian benda-benda seperti manik-manik besar, kancing besar, makaroni, clan lain-lain dengan tali sepatu yang cukup kuat.

 

 

 

Perkembangan Aspek Bicara dan Bahasa
Lanjutkan stimulasi tunjukkan kepada anak buku dan bacakan setiap hari, nyanyikan lagu atau sajak untuk anak, dan ajari anak menggunakan kata-kata dalam menyatakan keinginannya. (baca: Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 12-15 bulan)

Bercerita tentang gambar di buku/majalah
Sering-sering ajak anak melihat buku bergambar atau majalah. Minta anak bercerita tentang spa yang dilihat di buku/majalah tersebut.

Telepon-teleponan
Bed anak sebuah “telpon” terbuat dari gulungan kertas/kardus bekas. Bust permainan seperti “menilpun nenek” atau “menilpun ayah di kantor”

Menyebut berbagai nama barang
Ketika anda ke pasar, ajak anak. Sebutkan Hama barang-barang yang anda bell. Usahakan agar anak mau menyebutkan dulu sebelum anda melakukannya.

 

Perkembangan Aspek Sosialisasi dan Kemandirian
Lanjutkan stimulasi (baca: Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 12-15 bulan):

  • Bujuk dan tenangkan anak ketika rewel
  • Buai anak dengan penuh kasih sayang, nyanyikan lagu sampai anak tertidur.
  • Biarkan anak membuka bajunya sendiri, bed bantuan sesedikit mungkin.
  • Bermain dengan anak menyembunyikan mainan dan menemukannya kembali.
  • Ajak anak mengunjungi tempat bermain, kebun binatang, lapangan terbang, museum, dan lain-lain.
  • Ajak anak makan bersama-sama anggota keluarga lainnya.
 

Memeluk dan mencium
Peluk dan cium anak sering-sering dan buat agar ia memeluk dan mencium anda kembali.

Membereskan mainan/membantu kegiatan di rumah
Ajari anak mengambil dan menyimpan mainan, baju dan lain-lain miliknya. Mula-mula anak perlu dibantu, tetapi sedikit demi sedikit kurangi bantuan anda dan ia akan melakukannya sendiri. Anak juga diminta membantu anda menyiapkan meja makan dan melakukan pekerjaan ringan di sekitar rumah.

Bermain dengan teman sebaya
Ajak teman-teman anda yang mempunyai anak sebaya anak anda bertemu secara teratur. Anak dapat bermain dengan teman sebayanya, sementara pars prang tua berbicara mengenai bagaimana menstimulasi anak.

Permainan baru
Tunjukkan permainan baru kepada anak seperti main kejar-kejaran, putar-putaran dan lain-lain.

Bermain petak umpet
Beritahu anak bahwa anda akan bersembunyi. Minta anak mencari anda. Mula-mula, buat agar ia dapat menemukan anda dengan mudah. Setelah anak terbiasa dengan permainan ini, usahakan agar anda lebih sulit ditemukan.

 

Anda dapat melihat informasi lengkap mengenai tumbuh kembang anak pada rubrik spesialis tumbuh dan kembang anak yang telah kami sediakan

Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat

Salam

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar