Sukses

Tangan Kesemutan

16 Oct 2014, 13:36 WIB
Wanita, 27 tahun.
salam hormat dokter, sebulan yang lalu sewaktu saya hamil usia kandungan 9 bulan, jari pada tangan kanan saya semutan/ rasa kebal khususnya pada jari tengah dan jari manis, dan akan menjadi parah apabila pada malam hari diikuti tangan pada siku sakit seperti pegal, dan setelah melahirkan hingga sekarang rasa nyeri dan semutan itu masih berlanjut dan sekarang jari tengah dan jari manis pada tangan kiri juga ikut semutan/ rasa kebal.perlu dokter ketahui pada saat hamil 9 bulan tekanan darah saya tinggi 130/90 dan kemarin tanggal 6 maret 2012 saya periksa juga masih tinggi 150, itu kenapa ya dok? apakah CTS? apa penyakit tersebut berhubungan krn tingginya tekanan darah saya? lalu apa yang harus saya lakukan agr bisa sembuh? terima kasih dokter.. salam hormat saya...
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/saudari yang terhormat

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

ada beberapa hal yang ingin kami tanyakan :

  • Apakah keluhan tersebut dirasakan hilang-timbul atau menetap?
  • Adakah saat-saat tertentu dimana kesemutan dirasa memberat?
  • Apakah anda memiliki riwayat benturan pada tempat kesemutannya? dsb

 

Kesemutan merupakan keluhan yang pernah dialami oleh semua orang. Biasanya kesemutan terjadi saat tubuh terlalu lama diam, atau berada dalam suatu posisi tertentu, sehingga aliran darah ke daerah tersebut (misal ke arah tangan atau kaki anda) menjadi terhambat dan timbul keluhan kesemutan. Anda tidak perlu khawatir mengenai hal ini. Ini merupakan hal yang wajar terjadi. Keluhan tersebut akan berangsur-angsur menghilang dengan menggerak-gerakkan bagian tubuh yang kesemutan sehingga aliran darah kembali lancar ke daerah tersebut.

Yang perlu anda khawatirkan adalah jika keluhan kesemutan anda semakin meluas dari hari ke hari, semakin sering dan disertai dengan keluhan-keluhan lain seperti sakit kepala, muntah-muntah, kelumpuhan anggota tubuh, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, dan lain sebagainya. Jika hal-hal tersebut terjadi pada diri anda, sebaiknya anda segera memeriksakan diri ke dokter spesialis saraf untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut sehingga anda segera mendapatkan pengobatan yang tepat.

Terdapat beberapa hal yang dapat menimbulkan terjadinya kesemutan, baik kesemutan yang bersifat sementara ataupun kesemutan yang berlangsung jangka panjang (kronis). Baberapa hal yang dapat menimbulkan kesemutan yang sementara antara lain adalah :

  • penekanan saraf yang berlangsung lama (seperti saat tidur, duduk bersila, dll)
  • frekuensi napas cepat
  • serangan panik
  • dehidrasi (kurang cairan)
  • kekurangan suplai darah pada tempat kesemutan
  • dsb

 

Sedangkan kesemutan yang berlangsung lama (kronis) dapat disebabkan oleh:

  • gangguan otak, saraf tulang belakang atau saraf tepi, termasuk di dalamnya adalah trauma, stroke, perdarahan otak, tumor, infeksi otak dan selaputnya, penyempitan saraf (carpal tunnel syndrome), melakukan gerakan berulang atau getaran jangka panjang, dsb
  • gangguan jantung dan pembuluh darah
  • gangguan metabolik dan hormonal: diabetes, gula darah rendah, gangguan hormon tiroid, menopause, kadar kalsium, kalium, natrium, ureum abnormal.
  • infeksi dan sindrom post-infeksi
  • gangguan jaringan ikat dan imunitas
  • kelainan darah, kulit, tulang, dan sendi
  • kurang vitamin: vit B1, vit B5 dan B12
  • keganasan/tumor otak
  • dsb


Berbahaya atau tidaknya belum diketahui karena diperlukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebab kesemutan yang Anda alami. Untuk sementara, Anda dapat mengkonsumsi multivitamin B kompleks untuk mengurangi keluhan. Bila keluhan berlanjut dan bertambah berat, sebaiknya Anda pergi memeriksakan diri ke dokter.

 

Mengenai tekana darah.Berdasarkan the Seventh Report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure (JNC 7), tekanan darah pada usia > 18 tahun diklasifikasikan sebagai berikut:

Kategori
Tekanan darah
Normal sistolik < 120 mmHg        DAN     diastolik < 80 mmHg
Prehipertensi sistolik 120-139 mmHg   ATAU   diastolik 80-89 mmHg
Hipertensi stadium 1 sistolik 140-159 mmHg   ATAU   diastolik 90-99 mmHg
Hipertensi stadium 2 sistolik >= 160 mmHg     ATAU    diastolik >= 100 mmHg

Seseorang dikatakan menderita tekanan darah tinggi (hipertensi) jika dalam 3 kali pengukuran tekanan darah berturut-turut di waktu yang berbeda menunjukkan hasil tekanan sistole (angka yang pertama) ≥ 140 mmHg atau tekanan diastole (angka yang kedua) ≥ 90 mmHg. Hasil tekanan darah yang tinggi hanya dengan satu kali pemeriksaan belum dapat didiagnosis menderita tekanan darah tinggi karena hasil tekanan darah dapat meningkat saat seseorang dalam kondisi stres atau setelah beraktivitas, dll. Bagaimana dengan Anda?

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 


Salam

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar