Sukses

Polimenorea

16 Oct 2014, 13:39 WIB
Wanita, 20 tahun.
Selamat siang dok, sy ingin tahu apa saja penyebab siklus menstruasi yang terlalu cepat (hanya 2 minggu) bila sebelumnya panjang siklus selalu normal (sekitar 28 hari). Terima kasih.
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Terima kasih atas pertanyaan Anda dan telah menggunakan layanan ekonsultasi klikdokter. 

 
Nampaknya saat ini Anda mengalami polimenorea. Polimenorea adalah suatu gangguan pada siklus menstruasi wanita, dimana siklus menstruasi kurang dari 21 hari. Polimenorea dapat terjadi akibat adanya gangguan pada keseimbangan hormonal atau penyakit polikistik ovarium. 
 
Penyebab
Timbulnya menstruasi yang lebih sering ini tentunya akan menimbulkan kekhawatiran pada wanita yang mengalaminya. Polimenorea dapat terjadi akibat adanya ketidakseimbangan sistem hormonal pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium. Ketidak seimbangan hormon tersebut dapat mengakibatkan gangguan pada proses ovulasi (pelepasan sel telur) atau memendeknya waktu yang dibutuhkan untuk berlangsungnya suatu siklus menstruasi normal sehingga didapatkan menstruasi yang lebih sering. Gangguan keseimbangan hormon dapat terjadi pada :
 
-    Pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama
-    Beberapa tahun menjelang menopause
-    Gangguan indung telur
-    Stress dan depresi 
-    Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
-    Penurunan berat badan berlebihan
-    Obesitas
-    Olahraga berlebihan, misal atlit
-    Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti  antikoagulan, aspirin, NSAID, dll
-    dsb
 
Pada umumnya, polimenorea bersifat sementara dan dapat sembuh dengan sendirinya. Penderita polimenorea harus segera dibawa ke dokter jika polimenorea berlangsung terus menerus. Polimenorea yang berlangsung terus menerus dapat menimbulkan gangguan hemodinamik tubuh akibat darah yang keluar terus menerus. Disamping itu, polimenorea dapat juga akan menimbulkan keluhan berupa gangguan kesuburan karena gangguan hormonal pada polimenorea mengakibatkan gangguan ovulasi (proses pelepasan sel telur). Wanita dengan gangguan ovulasi seringkali mengalami kesulitan untuk mendapatkan keturunan. 
 
Pengobatan
Tujuan terapi pada penderita polimenorea adalah mengontrol perdarahan, mencegah perdarahan berulang, mencegah komplikasi, mengembalikan kekurangan zat besi dalam tubuh, dan menjaga kesuburan. Untuk polimenorea yang berlangsung dalam jangka waktu lama, terapi yang diberikan tergantung dari status ovulasi pasien, usia, risiko kesehatan, dan pilihan kontrasepsi. Kontrasepsi oral kombinasi dapat digunakan untuk terapinya. Pasien yang menerima terapi hormonal sebaiknya dievaluasi 3 bulan setelah terapi diberikan, dan kemudian 6 bulan untuk reevaluasi efek yang terjadi.
 
Demikian informasi ini kami sampaikan, terimakasih atas perhatiannya.(DA)
 
Semoga bermanfaat, 
 
Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar