Sukses

Nyeri Testis

16 Oct 2014, 13:36 WIB
Pria, 22 tahun.
Dokter yg terhormat Usia saya 22 thn. Saya mempunyai keluhan pada testis saya yg sebelah kanan terangkat dan raasnya nyeri. Apa ini akibat kebiasaan sy onani (maaf)? Nyerinya pada saat nafsu sy yg sudah memuncak tp tidak melakukan onani. Klo draba, dlam skrotum tuh ada smacam saluran seperti sedotan kira2 spanjang 3 cm. Kdang letaknya di kiri kdang jg di kanan. Pada saat demikian, buah zakar sy yg kanan naik, kdang smpe persis dipangkal batang penis sy. Namun setelah onani, nyerinya hilang kmbali. Ini yg mmbuat sy tidak bisa berhenti dok. Kadang jg sy onani tp tidak smpe ejakulasi.Apa ini yg jadi penyebabnya? bahkan saat berpikiran yg jorok2 sj, nyerinya kdang kambuh. Terima kasih atas penjelesannya.
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak/Saudara yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Sebelum mengetahui apa yang terjadi pada diri Anda, selain dari informasi mengenai keluhan yang dirasakan tentunya juga dibutuhkan pemeriksaan langsung untuk menentukan kondisi testis Anda dan organ di sekitarnya. Sejak kapan nyeri terasa?

Selain gejala nyeri  hilang timbul seperti yang Anda keluhkan, apakah terdapat:

  • Riwayat trauma atau cedera di daerah kemaluan?
  • Benjolan pada permukaan testis atau pembengkakan secara keseluruhan, baik pada satu ataupun keduanya?
  • Kemerahan atau rasa panas pada daerah kantung testis (buah zakar)?

Untuk  memastikan penyebab, sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter umum untuk pemeriksaan langsung alat kelamin Anda.

Pada laki-laki, 90% akan memiliki testis kiri yang letaknya lebih rendah dari pada testis kanan, 5% akan memiliki testis kanan lebih tinggi dari pada testis kiri, dan sisanya akan memiliki letak yang simetris. Hal ini juga berlaku sama pada berbagai anggota tubuh lain, yang dapat mengalami asimetri. Pada dasarnya, testis memiliki ukuran dan lokasi yang sama, dengan beberapa variasi dan perbedaan. Mengenai teraba ada bentuk yang lain perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan langsung oleh dokter untuk menentukan apakah berbahaya atau tidak.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar