Sukses

Demam Pasca Imunisasi

19 Oct 2014, 09:55 WIB
Wanita, 31 tahun.
Pagi dok, saya mau tanya. Anak saya umur 4 bln 26 hari. Hari sabtu kemarin diberikan imunisasi ke-2 DPT, HIB & Polio (ambil yg combo). Sore hari badannya hangat dan sudah diberikan paracetamol, dosisnya 0,4ml diberikan 4x sehari. Keesokkan harinya demamnya sudah turun. Tapi tiba2 hari senin sore, di daerah kepala, muka, badan sampai perut, punggung dan tangan (sedikit) keluar merah2 seperti ruam atau biang keringat. Waktu dirumah sakit menunggu giliran memang lama sekitar 1-2 jam karena penuh dan banyak anak2 yang sakit. Apakah anak saya terkena virus atau alergi ya dok? saya hanya memberikan bedak didaerah yang merah. Anak saya tidak rewel dan tidurnya juga biasa. Apakah terkena campak? terima kasih atas jawabannya.
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Terima kasih atas pertanyaan Anda dan telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

 
Kami memahami kekhawatiran Ibu. Namun, vaksinasi DPT yang menimbulkan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) demam, tidak masalah, selama tetap dalam pemantauan dokter. Biasanya dokter juga akan memberikan obat penurun demam untuk mengatasi demam yang terjadi pada anak Anda.
 
Untuk reaksi kemerahan pada kulit anak Ibu, kemungkinan merupakan indikasi dari kondisi hipersensitivitas yang merupakan bagian dari KIPI atau adverse events following immunization (AEFI) adalah kejadian medik yang berhubungan dengan imunisasi baik berupa efek vaksin ataupun efek samping, toksisitas, reaksi sensitivitas, efek farmakologis, koinsidensi, reaksi suntikan, atau hubungan kausal yang tidak dapat ditentukan.
 
Gejala KIPI yang disebabkan induksi vaksin umumnya sudah dapat diprediksi terlebih dahulu karena merupakan reaksi simpang vaksin dan secara klinis biasanya ringan. Jenis KIPI dapat terbagi atas :
 
  • Reaksi Lokal : nyeri di tempat suntikan, bengkak-kemerahan di tempat suntikan, BCG scar
  • Reaksi Sistemik : demam, ruam kemerahan, konjungtivitis (radang pada selaput mata), pembengkakan kelenjar parotis (kelenjar ludah di daerah rahang bawah), gelisah, lemas
  • Reaksi Vaksin Berat : Kejang, trombositopenia (penurunan trombosit), Hypotonis hyporensponsive episode (HHE), persistenst insconsolable screaming, reaksi anafilaksis (shock karena alergi), ensefalopati (peradangan pada otak)
  • Untuk memperkecil terjadinya KIPI harus selalu diupayakan peningkatan ketelitian pemberian imunisasi selama program imunisasi dilaksanakan.
 
Lebih lanjut, kami menyarankan Anda untuk kembali pada dokter anak Anda, guna mendapatkan pemantauan dan nasehat lebih mendalam untuk penanganan yang komprehensif dan baik.
 
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.(DA)
 
Salam,
 
Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar