Sukses

Kanker Usus + Kembung

20 Oct 2014, 03:24 WIB
Wanita, 20 tahun.
apa itu kanker usus??? lalu saya ingin menanyakan, mengapa saya sering sekali perut kembung dan sendawa (masuk angin) kalau sedikit saja saya telat makan?apakah bagian organ perut saya ada yang rusak??
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Terimakasih atas pertanyaan Anda & telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

 
Kanker adalah penyakit pertumbuhan sel yang bersifat ganas dan dapat mengenai berbagai macam organ di tubuh manusia. Kanker mulut rahim atau kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang terutama ganas adalah tipe 16 dan 18. Namun seperti layaknya penyakit kanker yang lain peyebabnya bukan hanya satu namun multifaktorial, seperti kanker mulut rahim disini, faktor risiko selain virus HPV diantaranya adalah wanita yang berhubungan seksual sebelum usia 16 tahun atau memiliki pasangan seksual berganti-ganti serta merokok. Banyak kanker yang belum diketahui penyebabnya, seperti kanker kolorektal (usus besar). Ada yang salah satu faktor risikonnya adalah keturunan seperti kanker payudara. Pada dasarnya penyebab kanker adalah multifaktorial.
 
Cara mengatasinya berbeda-beda sesuai stadium dan jenis kanker tersebut. Biasanya merupakan kombinasi dari operasi, radiasi, dan kemoterapi. Pencegahan dini yang dilakukan adalah dengan menghindari faktor risiko kanker, vaksin (kanker mulut rahim), dan skrining teratur (pap smear untuk kanker mulut rahim, mammografi untuk kanker payudara dll).
 
Organ pencernaan secara sistematis berkala melakukan aktivitas pencernaan. Ketika siklus jam makan Anda telah tiba dan tidak ada asupan materi untuk dicerna, maka berpotensi menimbulkan kondisi meningkatnya gas bahkan dalam beberapa kondisi tertentu diiringi peningkatan jumlah asam lambung juga. Dimana dalam hal ini dapat menenggarai kondisi dyspepsia, jika keluhan disertai nyeri pada ulu hati & perut.
 
Dispepsia adalah nyeri atau gangguan tidak spesifik yang terjadi di daerah perut bagian tengah. Nyeri dapat hilang timbul, namun biasa nya terus-menurus. Semua orang dalam hidupnya pasti pernah mengalami nyeri atau gangguan ini. Tidak ada perbedaan jenis kelamin, laki-laki maupun perempuan dapat mengalami hal ini. Satu diantara 4 orang pasti mengalami hal ini. Di bawah ini beberapa gejala yang sering terjadi:
  • Nyeri dan rasa panas di daerah lambung (ulu hati)
  • Rasa penuh di perut bagian atas
  • Kembung
  • Rasa panas di daerah dada
  • Mual
  • Muntah
  • Sering bersendawa
Apabila anda mengalami gejala-gejala diatas sampai mengganggu segera adakan kunjungan ke dokter untuk pemeriksaan.
 
Obat-obatan biasanya  dapat menangani gangguan ini. Apabila anda mengalami luka (ulkus) lambung dapat mengkonsumsi obat anti-asam lambung. Apabila curiga ada infeksi maka antibiotic dapat diberikan. Bila dokter curiga obat-obatan yang anda minum menyebabkan gangguan, maka akan diberikan obat lain. 
Obat yang berfungsi menekan pengeluaran asam lambung akan mengurangi rasa nyeri dan baik untuk penyakit kelebihan asam lambung.
 
Dokter akan menyarankan untuk melakukan endoskopi (alat berbentuk tabung yang didalamnya terdapat kamera yang dimasukkan melalui mulut ke lambung anda) bila;
  • Anda masih mengalami nyeri setelah diberikan obat selama 8 minggu
  • Nyeri hilang sesaat lalu timbul kembali
Dyspepsia biasanya disebabkan oleh penyakit ulkus lambung atau kelebihan asam lambung. Sebagai contoh, apabila gangguan terjadi dibawah pusar biasanya organ tubuh yang terganggu adalah kerongkongan, lambung, usus 12 jari, atau kantung empedu. Tidak menutup kemungkinan bila gangguan terjadi diatas pusar, organ-organ diatas terlibat juga.
Pemeriksaan tambahan yang disarankan bergantung dari kecurigaan dokter kearah mana diagnosis nya. Sebagai contoh, apabila kecurigaan dokter ke arah ulkus lambung dapat dilakukan pemeriksaan tinja.  Bila curiga batu empedu atau kelainan kantung empedu dan hati, dilakukan pemeriksaan fungsi hati dan USG(Ultra Sonography) perut.
 
Demikian yang dapat kami sampaikan, terimakasih atas perhatiannya.
 
Semoga bermanfaat.(DA)
 
Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar