Sukses

Penis Bengkok

16 Oct 2014, 13:36 WIB
Pria, 23 tahun.
Yang mau saya tanyakan yaitu tentang alat reproduksi. Penis saya melengkung ke bawah sedikit ke kiri seperti buang pisang. Kemudian saya menemukan di internet bahwa penis bengkok ada kemungkinan terkena penyakit Peyronie. Pertanyaanya: 1. Apakah penis saya ini tidak mempengaruhi hubungan suami istri kelak (karna saya belum menikah)? 2. Apakah bentuk penis yang melengkung bisa di luruskan? 3. Bagaimana cara mengetahui bahwa penis saya terkena penyakit Peyronie atau tidak? 4. Bentuk penis yang normal itu apakah lurus atau tidak? 5. Bagaimana caranya agar penis saya bentuknya bisa lurus? Mohon maaf, pertanyaanya banyak. Terima kasih atas bantuan dalam menjawab pertanyaan saya yang sangat banyak tersebut.
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter


Bapak / Saudara yang Terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Bapak. Sebelum melanjutkan kami perlu mengetahui beberapa hal: Sejak kapan Bapak mengalami hal ini? Ke mana arah bengkokan tersebut (ke bawah atau samping)? Apakah sebelumnya pernah mengalami luka di daerah tersebut? Pernahkah Anda merasa nyeri berkepanjangan saat ataupun setelah orgasme?

Penyebab paling sering dari keluhan yang Anda utarakan adalah Peyronie's Disease, yaitu sebuah keadaan terbentuknya lapisan jaringan  fibrosa parut (plak) yang keras di bawah kulit pada bagian atas atau bawah penis. Ketika penis mengalami ereksi, jaringan parut tersebut menarik bagian penis tersebut sehingga terbentuk penis yang bengkok. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri saat ereksi. Pada pemeriksaan fisik dapat dirasakan adanya plak yang keras di bawah kulit sisi yang bengkok. Penyebab tersering keadaan ini adalah trauma pada penis,. Beberapa obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan keadaan ini. Namun, banyak juga yang tidak diketahui penyebabnya. Faktor risiko keadaan ini adalah genetik (keturunan) atau keadaan lain yang serupa (jaringan yang mengeras sehingga menyebabkan bengkok) pada tangan atau kaki (kontraktur Dupuytren). Penyebab lain dapat berupa striktur pada uretra (riwayat trauma saluran kemih) atau hipospadia.

Umumnya, keadaan ini dapat membaik dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun, tergantung penyebabnya dapat dilakukan tatalaksana dengan obat maupun dengan operasi. Biasanya dokter akan mengamati dulu perkembangan keadaan ini selama beberapa bulan sebelum memutuskan apakah akan diberikan pengobatan ataupun dilakukan operasi, karena beberapa tindakan (operasi maupun bukan operasi) dapat meningkatkan risiko terjadinya disfungsi ereksi.

Kami sarankan agar Bapak berkonsultasi ke dokter spesialis urologi. Dokter tersebut dapat melakukan pemeriksaan secara lengkap, baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan tambaha jika diperlukan. Pemeriksaan tambahan dapat berupa ultrasonografi penis untuk melihat struktur jaringan penis. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Anda dapat memperoleh penanganan yang optimal dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

 

Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat

Salam

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar