Sukses

Dispareuni

16 Oct 2014, 13:24 WIB
Pria, 29 tahun.
Asslm... Dokter tolong informasinya, saya baru menikah 3 minggu yang lalu, setelah berhubungan intim (istri saya perawan waktu itu) istri saya mengeluh bahwa vaginanya terasa perih dan sudah 3 hari sejak hubng intim pertama kali berhasil, ketika kencing pun vaginanya terasa perih, selain itu ketika berhubungan yang ke 2 kali terdapat cairan putih menggumpal seperti putih telur yang menempel pada kemaluan saya dan pada istri saya, yang mau saya tanyakan apa kah itu normal dok? kalau tidak mohon solusinya terima kasih.
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak/Saudara yang Terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter.

 

Nyeri saat berhubungan intim di dunia medis dikenal dengan istilah dispareunia. Nyeri ini dapat terjadi saat penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina) di awal,  pertengahan, ketika orgasme, maupun ketika hubungan intim sudah selesai. Dispareunia dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah :

  • berkurangnya hormon estrogen yang menyebabkan vagina menjadi kering

  • kurang 'foreplay' atau 'pemasanan' sehingga lubrikasi (pelicin) pada vagina kurang

  • vaginismus atau kontraksi pada otot vagina yang umumnya disebabkan karena trauma atau perasaan takut

  • endometriosis atau pertumbuhan endometrium (lapisan rahim) di luar rahim

  • infeksi pada vagina

  • luka pada vagina

  • infeksi pada serviks (mulut rahim) sehingga ketika terjadi penetrasi dalam maka akan timbul rasa nyeri

  • peradangan pada panggul yang dapat diakibatkan oleh infeksi pada saluran reproduksi dan panggul

Hal ini dapat terjadi pada saat melakukan hubungan seksual dapat terjadi karena beberapa faktor, karena masalah psikologis, adanya rasa trauma atau cemas berlebihan atau adanya masalah infeksi pada vagina atau kurangnya foreplay di awal sehingga terjadi kurang lubrikasi pada daerah vagina istri Anda  Apakah hubungan seksual yang Anda dan pasangan lakukan terasa tidak nyaman atau nyeri?

Beberapa saran yang dapat Kami berikan untuk membuat hubungan seksual Anda lebih nyaman, adalah sebagai berikut:

  • Lakukan rangsangan seksual (foreplay) yang adekuat sebelum suami melakukan penetrasi penis. Hal ini sedikit banyak juga akan berpengaruh pada ketegangan vagina. Rasa takut atau kekhawatiran dapat membuat vagina menjadi kaku dan kering sehingga mudah terbentuk luka. 
  • Lakukanlah hubungan intim dalam suasana yang santai dan nyaman. Kondisi rileks saat berhubungan akan membuat vagina menjadi lemas dan tidak terasa nyeri saat penetrasi. Semakin istri Anda merasa khawatir dan tidak rileks, semakin sulit penetrasi pada hubungan seksual dapat terjadi.
  • Gunakanlah lubrikasi tambahan untuk memudahkan penetrasi penis ke dalam vagina. Pilihlah pelumas yang lebih bersih dan steril untuk mencegah infeksi pada vagina istri Anda.

 

Bila nyeri yang dirasakan istri anda dirasa sangat mengganggu kami sarankan anda membawa istri anda untuk diperiksa ke dokter.

 

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Bagaimana dengan keputihan istri Anda?

Jika keputihan istri  Anda termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Jika keputihan yang istri Anda alami adalah keputihan yang normal, maka yang perlu istri Anda lakukan adalah menjaga kebersihan daerah vagina, yaitu:

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Perlu diketahui bahwa keputihan dapat saja merupakan infeksi menular seksual. Bila disebabkan oleh infeksi menular seksual, maka baik istri  Anda maupun pasangan (suami) perlu diobati juga agar pengobatan tuntas. Anda dapat ke dokter spesialis kandungan ataupun dokter spesialis kulit dan kelamin. Bila perlu, dilakukan pemeriksaan mikroskopik dari cairan keputihan agar kuman penyebab diketahui secara pasti.


 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter




    0 Komentar

    Belum ada komentar