Sukses

Eksim

16 Oct 2014, 13:24 WIB
Pria, 34 tahun.
Sejak lama saya sering mengalami gatal dikulit yang sering kambuh pada ujung jari kaki maupun tangan, saat ini sudah hampir 2 tahun kulit dekat kuku jari tengah tangan kiri dan kanan saya gatal, sebelumnya saya pernah ke dokter kulit dan didiagnosa sebagai eksim kemudian diberikan salep dan dalam bebrapa hari sembuh tetapi setelah berapa lama kambuh kembali. dan keadaan tersebut terus berulang-ulang. saat ini saya tinggal di Pangkalan kerinci riau dan disini tidak ada praktek dokter kulit, sehingga untuk periksa di dokter kulit harus ke Pekanbaru, akhirnya saya menggunakan salep Betason N yang saya beli di apotek, dengan salep tersebut gatal-gatal di kulit hilang, akan tetapi bila pemakaian dihentikan lebih dari seminggu akan muncul kembali, yang ingin saya tanyakan adalah: 1. apakah penggunaan salep Betason N tersebut aman apabila digunakan dalam jangka panjang? 2. apakah eksim ini bisa sembuh total? 3. apakah ada kaitannya gatal-gatal yang berkepanjangan dengan penyakit tertentu? terimaksih
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak/saudara yang Terhormat

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

 

Eksim adalah bahasa awam untuk dermatitis atau peradangan pada kulit. Terdapat beberapa jenis dermatitis, namun apabila orang merujuk pada eksim, kemungkinan yang dimaksud adalah dermatitis atopi. Atopi dalam hal ini berarti adalah kondisi yang disebabkan karena alergi, seperti asma dan rinitis alergi.

Eksim dapat dipicu oleh pencetus (alergen) yang berkontak dengan kulit, hal tersebut terjadi pada orang  yang sensitif terhadap iritasi di kulit. Kulit kering, kemerahan, rasa gatal dan panas merupakan salah satu gejala eksim. Untuk beberapa kasus, seperti Anda, eksim dapat muncul berulang-ulang atau berlangsung secara kronik (dalam jangka waktu lama). Kebiasaan untuk menggaruk kulit yang gatal tersebut justru akan memperparah kondisi kulit dan pengobatan dapat berlangsung lebih lambat.

Penyebab dari eksim belum diketahui. Diperkirakan berhubungan dengan sistim kekebalan tubuh yang berkaitan dengan reaksi alergi. Kontak dengan bahan alergen (pencetus alergi) akan dapat memicu kambuhnya eksim kembali. Bahan-bahan alergen (yang juga mungkin didapatkan berkontak dengan Anda adalah sabun, detergen, udara (dingin, panas, lembab), krim, parfum, keringat, garukan, bakteri, emosi atau stres , pakaian, dan perhiasan.

Penyakit eksim memang sulit dan membutuhkan waktu lama untuk sembuh. Cara terbaik untuk menghindari eksim kambuh kembali adalah mengenali faktor pencetus apa yang dapat membuat eksim Anda kambuh kembali (detergen, pelembab, atau stres) dan sebisa mungkin hindari pencetus tersebut. Langkah selanjutnya adalah mencegah kulit kering dengan menggunakan sabun bayi dan mengoleskan pelembab pada kulit, hindari sepatu atau kaus kaki yang meningkatkan kelembaban pada kulit (hindari berkeringat banyak pada kaki) , dan hindari menggaruk.

Apabila memang alergen sulit untuk dihindari maka dapat dioleskan salep kortikosteroid lemah. Ingatlah untuk mengoleskannya hanya ketika eksim sedang kambuh. Hindari stres, makan bergizi, dan beristirahat teratur. Kortikosteroid topikal apabila digunakan dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan penipisan kulit, hipopigmentasi, dan jerawat. Efek sistemiknya adalah supresi pertumbuhan dan supresi adrenal.

Untuk meminimalisasi risiko tersebut, maka sebaiknya krim kortikosteroid hanya dioleskan pada daerah eksim selama 2-3 minggu, 1x/hari, digunakan di sore hari, dan mengoleskan pelembab pada eksim apabila tidak menggunakan krim tersebut. Untuk daerah kelamin, sebaiknya Anda hanya mengoleskan pelembab dan hindari pencetus gatal yang ada.HIndari untuk menggaruk bagian yg gatal.

Apabila gejala terus berlanjut maka sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk dievaluasi lebih lanjut.

efek samping dari obat yang anda sebutkan Kulit kering, gatal-gatal, iritasi, rasa terbakar/tersengat ringan-sedang yang bersifat sementara. Perubahan atropi lokal pada kulit (pengobatan jangka panjang dan intensif). Hiperkortisisme (absorpsi/penyerapan sistemik pada penggunaan jangka panjang). Gatal-gatal, folikulitis, hipertrikosis, erupsi akneiformis, hipopigmentasi, dermatitis perioral, dermatitis kontak alergi, pengelupasan kulit, infeksi sekunder, stria dan biang keringat. Ototoksisitas dan nefrotoksisitas.

 

 

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.

Terima kasih.

 

Tim Redaksi Klikdokter



    0 Komentar

    Belum ada komentar