Sukses

Hati-hati! Terserang Cacar Bisa Jadi Tuli Mendadak

12 Nov 2014, 13:53 WIB
Pria, 29 tahun.

dear dokter, sudah 4 pekan telinga kanan saya mengalami penurunan dengar [hasil cek audiometri, kemampuan dengar telinga kanan saya pada freq 80desible oleh dr THT saya dirujuk ke Dr Saraf]. selain itu saya juga mengalami vertigo yang sampai sekarang belum sembuh total. sebelumnya saya sempat terkena cacar selama 10 hari, 5 hari setelah itu saya terkena parotitis 3 hari, 2 hari setelahnya telinga kanan saya berdengung & hilang dengar. obat saat ini yang saya konsumsi adalah lameson-8, betasere-8, unalium-5. yang saya tanyakan apakah obat tersebut sesuai karena acsampai dengan saat ini saya masih mengalami vertigo & hilang dengar ? terimakasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi KlikDokter.

Kami memahami rasa khawatir yang Anda rasakan. Kami berasumsi bahwa gangguan yang Anda alami adalah Tuli mendadak atau disebut juga sudden deafness.

Tuli mendadak adalah tuli yang terjadi secara tiba-tiba. Jenis ketuliannya adalah sensorineural / perseptif / tuli saraf, sedangkan penyebabnya tidak dapat langsung diketahui, biasanya terjadi pada satu telinga.

Tuli mendadak dapat disebabkan oleh berbagai hal, antara lain oleh kurangnya aliran darah ke organ pendengaran yang disebabkan berbagai hal, infeksi virus, trauma kepala, akibat bising yang keras, perubahan tekanan atmosfir, obat-obat yang berbahaya untuk telinga, dan tumor telinga. Tetapi penyebab paling banyak adalah kurangnya aliran darah ke organ pendengaran yang disebut koklea, dan akibat infeksi virus.

Beberapa jenis virus, seperti virus parotis, virus campak, virus cacar dan virus influensa B menyebabkan kerusakan pada organ-organ penting pendengaran. Ketulian yang terjadi biasanya berat, terutama pada frekuensi nada sedang dan tinggi. Gejala pada infeksi virus yaitu timbulnya tuli  mendadak biasanya pada satu telinga, dapat disertai dengan tinitus (bunyi berdenging di dalam telinga) dan vetigo (pusing berputar). Gejala ini dapat timbul pada saat infeksi masih berlangsung atau tidak lama sejak sembuh dari infeksi tersebut.

Penatalaksanaanya dengan tirah baring sempurna, istirahat fisik dan mental selama dua minggu untuk menghilangkan ata mengurangi stres yang besar pengaruhnya terhadap kelancaran pembuluh darah dan saraf, disertai pemberian obat-obatan; obat yang dapat melebearkan pembeluh darah, steroid, vitamin c, vitamin saraf, dan diet rendah garam dan kolesterol. Saat ini telah dikenal terapi oksigen bertekanan tinggi dengan teknik pemberian oksigen hiperbarik, yaitu dengan memasukkan pasien ke dalam suatu ruangan (chamber) yang bertekanan oksigen tinggi.

Bila gangguan pendengaran tidak sembuh dengan pengobatan diatas, dapat dipertimbangkan pemasangan alat bantu dengar (ABD). Apabila dengan ABD juga masih belum dapat berkomunikasi dengan adekuat perlu dilakukan psikoterapi dengan tujuan agar penderita dapat menerima keadaannya.

Evaluasi fungsi pendengaran dilakukan setiap minggu selama satu bulan. Kemudian dinilai respon pendengaran apakah adanya perbaikan yang sangat baik, sudah sembuh, baik, atau tidak ada perbaikan, hal ini dinilai berdasarkan perbaikan frekuaensi nada yang dapat dengar.

Tingkat kesembuhan tergantung dari berbagai faktor yaitu;

  • Kecepatan pemberian obat. Makin cepat diberikan pengobatan makin besar kemungkinan sembuh, bila sudah lebih dari 2 minggu kemungkinan sembuh kecil.
  • Respon 2 minggu pengobatan pertama.
  • Usia. Usia muda mempunyai angka perbaikan yang lebih besar dibandigkan usia tua.
  • Derajat tuli.
  • Adanya faktor lain yangcdapat memperberat penyakit (misalnya pada penderita gula darah tinggi / diabetes melitus).

Rasanya pengobatan yang Anda terima sudah benar, hanya diperlukan kedisiplinan dalam pengobatan. Sebaiknya Anda rutin kontrol setiap minggu untuk mengetahui perbaikan fungsi pendengaran Anda. Dan jika dengan pengobatan pendengaran Anda tidak membaik, berdiskusilah dengan dokter spesialis THT Anda mengenai pilihan terapi selanjutnya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar