Sukses

Sariawan

16 Oct 2014, 13:24 WIB
Wanita, 15 tahun.
assalamualaikum wr wb. dokter, saya mau tanya. 3 minggu yg lalu sy pasang behel di gigi atas dan tidak ada sariawan 1 pun. tetapi 2 minggu kemudian setelah behel di gigi bawah sy di pasang timbulah sariawan berjumlah 7. bibir atas yg awalnya sehatpun ikut terkena sariawan. memang gigi bawah sy itu sangat tidak rata sehingga pemasangan behel jg ikut menyesuaikan tidak rata. apakah itu penyebabnya ? dan yg bikin tersiksa lg itu 1 minggu lebih sy mengobati sariawan tsb dg menggunakan albothyl hampir setiap jam, larutan garam, larutan penyegar dg berbagai merk namun tidak kunjung sembuh, sariawan nya tdk ada yg berkurang.. bagaimana dok, apakah ini hal wajar?? ini benar2 menyiksa T.T.. tolong penjelasannya ya dok terimakasih
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Saudari yang terhormat,


Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

Pasien yang baru dipasangkan alat ortho biasanya memang sering mengalami sariawan, karena adanya friksi/gesekan antara mukosa (jaringan lunak) dengan bracket/behel yang memiliki bagian-bagian yang sedikit tajam.

Setelah pemakaian beberapa lama, pasien akan beradaptasi dengan keberadaan bracket dan kawat sehingga frekuensi sariawan berkurang. Kecuali pada saat-saat tertentu misalnya saat ketahanan tubuh pasien menurun, atau saat sedang stress, kemungkinan untuk terjadinya sariawan akibat gesekan dengan bracket ini boleh jadi lebih besar. Selain itu faktor kebersihan gigi juga dapat menjadi pemicu timbulnya masalah gigi dan mulut seperti sariawan dan peradangan gusi, sebab biasanya pasien ortho belum terlalu terbiasa membersihkan kotoran yang berada di sela-sela/sekitar bracket ortho. Saran saya, beri perhatian lebih untuk kebersihan gigi terutama di sela-sela gigi dan sekitar bracket, untuk mencegah jangan sampai terjadi karies dini di bawah bracket dan juga masalah gigi mulut lainnya.

Yang tak kalah penting adalah kerjasama dan kepatuhan pasien untuk datang kontrol sesuai dengan jadwal, karena kawat orthodontik akan bekerja dengan aktivasi kawat yang dilakukan kira-kira setiap 2 minggu, dan pada saat yang sama dokter gigi dapat memantau kemajuan perawatan, dan dapat memperbaiki posisi kawat yang mungkin tidak pada tempatnya sehingga menghindari resiko terjadinya luka pada jaringan lunak seperti sariawan. Semakin jarang pasien datang untuk kontrol maka perawatan dapat menjadi semakin lama.

 

Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat

Salam

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar