Sukses

Tes Keperawanan?

16 Oct 2014, 13:24 WIB
Wanita, 23 tahun.
Apakah akan tetap terjadi meskipun,penetrasi tidak sampe sedalam mungkin?hanya beberapa cm dari luar vagina masuk ke dalam?hal ini terjadi bsk hari setelah berhubungan atau saat setelah slesai berhubungan? tes keperawanan bagaimana caranya?andai hanya penetrasi beberapa cm dari luar vagina apakah tetap dpt terlihat masih perawana atau tidak jika dilakukan tes keperawanan?(tidak sampat menembus dinding keperawanan)?
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/saudari yang Terhormat

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

 

Perdarahan yang muncul setelah melakukan hubungan intim disebut juga post-coital bleeding.Penetrasi walaupun tidak dalam jika memang terjadi penetrasi bisa saja menimbulkan perdarahan/lecet pada kemaluan.karena adanya erosi di vagina dikarenakan baru pertama kali berhubungan atau berhubungan seksual  belum terlalu sering sehingga vagina masih sempit, akibatnya penetrasi (penis masuk ke vagina), terutama bila wanita masih belum penuh terangsang dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet.

 

Dua konsep yang dimiliki masyarakat berkaitan dengan keperawanan perempuan adalah: 1. Hilangnya keperawanan ditandai oleh robeknya himen perempuan, dan 2. Hilangnya keperawanan karena telah berhubungan intim untuk pertama kali. Sepertinya pertanyaan Ibu berkaitan dengan konsep yang pertama: himen.

Himen merupakan membran tipis yang ada di dekat bukaan vagina, bagian tengahnya bolong sehingga darah menstruasi dapat keluar. Sebetulnya, himen perempuan dapat robek walau tidak melakukan hubungan intim, yaitu karena kecelakaan, aktivitas seperti naik kuda, senam, bersepeda, penggunaan tampon, masturbasi. Bahkan ada juga perempuan yang tidak memliki himen. Himen dapat robek tanpa disertai rasa sakit, ataupun disertai perdarahan.

Karena itu, walaupun himen yang utuh mengindikasikan bahwa perempuan itu masih perawan, namun himen yang tidak utuh bukan berarti ia tidak perawan. Ada juga keadaan dimana perempuan sudah berhubungan intim, namun himennya masih utuh, yang disebut himen yang elastis. Karena itu konsep yang perlu digunakan di sini adalah keperawanan hilang saat seseorang melakukan hubungan intim.

Untuk mengetahui apakah himen masih utuh atau tidak walau sudah pernah melakukan hubungan intim sebetulnya dapat diperiksa sendiri, yaitu dengan menggunakan cermin. Namun, hal itu sulit dilakukan. Dokter umum dapat memeriksa dengan cara melihat langsung bagian depan kemaluan/vagina.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.

Terimakasih.

 Tim Redaksi Klikdokter



 

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar