Sukses

Siklus Haid

16 Oct 2014, 13:24 WIB
Wanita, 23 tahun.
Menstruasi dalam jangka waktu yang lama. Saya menstruasi pada bulan nov dan slesai bersih tgl 30.Kemudian pada tgl 3 des - tgl 22 (sebelum ke dokter kandungan) saya masih mensturasi.terkdang banyak terkdang sedikit.lalu dokter memberikan saya lutenyl,setelah itu menstruasi yang keluar lebih byk pada hari pertama.tetapi sebelum memberikan lutenyl, dokter mananyakan apakah saya pernah berhubungan seks atau tidak.saya mau bertanya apa pengaruhnya menstruasi yang panjang dengan pernah atau tidaknya berhubungan seks?thx
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang terhormat.


Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

 

 

Siklus menstruasi normalnya berkisar antara 21-35 hari dan berlangsung selama 3-7 hari. Oligomenorea adalah suatu keadaan dimana siklus menstruasi memanjang lebih dari 35 hari. Sedangkan siklus menstruasi kurang dari 21 hari disebut polimenore. Menorrhagia adalah kondisi dimana darah haid berlebihan, sedangkan metrorhagia adalah kondisi dimana siklus haid tidak teratur, kadang satu bulan bisa 2 kali, kadang 1 kali, bisa juga 3 kali.

 

 

 

Adapun siklus menstruasi tidak teratur umumnya terjadi akibat gangguan keseimbangan hormonal, yang dapat disebabkan oleh beberapa keadaan, antara lain:

 

  • Pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama
  • Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
  • Pasien dengan indeks massa tubuh (IMT) > 30
  • Malnutrisi (kurang gizi)
  • Stres psikologis
  • Atlet
  • Kekurangan vitamin K
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Kelainan pembekuan darah
  • Gangguan hormon tiroid
  • Dan lain sebagainya

Selain gangguan keseimbangan hormon, dapat saja terdapat gangguan organ kandungan Anda, seperti kista ovarium atau mioma.

 

Sedangkan hubungan antara hubungan seks dan perdarahan adalah hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan dari vagina yang menyerupai menstruasi.Perdarahan setelah berhubungan seksual atau Post Coital Bleeding dapat terjadi karena beberapa alasan. Perdarahan pasca berhubungan seksual juga dapat terjadi karena adanya erosi di vagina dikarenakan baru pertama kali berhubungan atau berhubungan seksual  belum terlalu sering sehingga vagina masih sempit, akibatnya penetrasi (penis masuk ke vagina), terutama bila wanita masih belum penuh terangsang dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet.Perdarahan persisten (menetap) lebih sering ditemukan dibandingkan perdarahan intermiten (hilang-timbul) dan umumnya berkaitan dengan kelainan vagina, leher rahim, atau intrarahim.

Beberapa penyebab lain dari perdarahan pasca berhubungan seksual adalah :

  1. Peradangan pada serviks (leher rahim) dimana hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan. Kondisi ini disebut dengan erosi serviks, umum terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai kontrasepsi pil
  2. Polip serviks atau polip rahim. Umumnya polip ini jinak
  3. Infeksi oleh klamidia, gonorea, trikomonas, dan jamur (Infeksi Menular Seksual) Vaginitis atropi yang umum terjadi karena kekurangan hormon estrogen, terutama pada wanita post menopause. Kurangnya lendir pada vagina menyebabkan hubungan seksual menjadi nyeri dan dapat terjadi perdarahan
  4. Kanker leher rahim
  5. Displasia serviks. Perubahan pre-kanker pada kanker leher rahim. Risiko meningkat dengan riwayat infeksi seksual sebelumnya, berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun, melahirkan anak sebelum usia 16 tahun
  6. Mioma rahim yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim
  7. Saat selaput dara robek
  8. Perubahan kulit vagina setelah menopause. Kulit vagina menjadi lebih tipis dan meradang sehingga rentan timbul perdarahan setelah hubungan seksual
  9. Perubahan pra-kanker leher rahim
  10. Trauma atau luka akibat gesekan yang terlalu kuat

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.


Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

 




    0 Komentar

    Belum ada komentar