Sukses

Benjolan Pada Vagina

16 Oct 2014, 13:24 WIB
Wanita, 23 tahun.
DOkter saya mau tanya Pagi ini setelah bangun tidur istri saya mengalami nyeri pada bagian V-nya dan setelah diraba ternyata ada benjolan dan terasa sakit apabila tersentuh kira - kira kenapa ya dok dan hal terbaik apa yang bisa saya lakukan? Terima Kasih
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang Terhormat.

 

 

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

 

 

 

Sebelumnya perlu dijelaskan terlebih dahulu seberapa besar benjolan tersebut? Apakah benjolan tersebut lunak, kenyal, atau keras? Di mana letak persisnya benjolan tersebut? Benjolan biasanya terjadi pada bibir vagina.

 

 

 

Ada beberapa penyakit yang dapat menyebabkan benjolan pada daerah bibir vagina. Dalam dunia medis, semua benjolan disebut tumor. Secara garis besar benjolan (tumor) dibedakan menjadi tumor jinak atau ganas. Berikut ini beberapa penyakit yang dapat menyebabkan benjolan pada bibir vagina:  

  1. Kista Bartholin/abses kelenjar Bartholin. Kista ini berasal dari kelenjar bartholin yang tersumbat. Setiap wanita memiliki sepasang kelenjar bartholin pada bibir vagina. Kelenjar yang tersumbat menyebabkan munculnya benjolan (kista) dan dapat pula terinfeksi sehingga meradang. Bila sudah radang, maka benjolan akan menjadi nyeri, kemerahan, dan hangat. Bila terdapat nanah kemungkinan sudah menjadi abses/bisul.
  2. Fibroma: tumor jinak yang berasal dari jaringan ikat pada bibir vagina
  3. Lipoma: tumor jinak yang berasal dari jaringan lemak.
  4. Sarkoma: tumor ganas yang berasal dari jaringan ikat.
  5. Adenocarcinoma Bartholin: tumor ganas dari kelenjar Bartholin  

 

 

 

Untuk mengetahui benjolan itu berbahaya atau tidak, diperlukan pemeriksaan ke dokter. Dari pemeriksaan fisik, Dokter akan dapat menduga benjolan tersebut ganas atau tidak, namun untuk mengetahui secara pasti, maka benjolan tersebut harus diangkat dan diperiksa di bawah mikroskop (histopatologi). Saran kami adalah Anda membawa istri Anda untuk memeriksakan diri ke dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan). 

 

 

 

 

 

Demikian informasi yang dapat Kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

 

 

 

 

 

Salam,

 

 

Tim Redaksi Klikdokter



    0 Komentar

    Belum ada komentar