Sukses

Anak Terlambat Bicara

16 Oct 2014, 13:24 WIB
Pria, 2 tahun.
selamat siang dok,saya mempunyai anak yang sekarang usianya 2 tahun setengah mengalami keterlambatan bicara usia 9 bulan bisa mengucapkan kata ma...ma dan pa..pa,usia 1 tahun lebih kosakata yang keluar a..yah cuma hanya pengucapan dan bukan panggilan langsung keayahnya.sekarang tidak ada kosakata yang keluar sama sekali tapi apa yang kita bicarakan dia mengerti kalau ingin sesuatu dia akan menarik narik tanganku selama saya bekerja anakku dititipkan dengan neneknya,bisa mengucapkan kata ndak ah karena sering mendengar ponakanku yang juga tinggal dengan neneknya,cuma sekarang tidak ada kosakata sama sekali,pendengarannya juga tidak masalah karena kalau saya menyanyikan lagu trus syairnya tidak sesuai yang dia inginkan dia akan memukul mulutku atau akan bersuara eng...eng sambil mengentakkan kakinya.saya bingung dok apa yang harus saya lakukan dok,terima kasih atas bantuannya.
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak/Saudara yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Memang ada beberapa anak yang bisa mengalami keterlambatan bicara, ada juga yang baru bisa bicara lancar usia 3 tahunan.

 

Kami memahami kekhawatiran akan perkembangan bicara anak Anda. Setiap anak berbeda dalam kecepatan pertumbuhan dan perkembangan. Cara untuk mencapai perkembangan yang optimal adalah dengan stimulasi yaitu meningkatkan respon terhadap anak. Stimulasi yang tepat adalah berkembang sesuai dengan tahapan anak. Sebelum menjawab pertanyaan Anda, ada baiknya Anda mengetahui beberapa informasi mengenai tahapan perkembangan anak pada umumnya beserta kemungkinan penyebab keterlambatan bicara pada anak.

 

Pada usia 20 bulan, perkembangan anak mencapai tahapan :

  • menyebut 3 benda
  • mengenal 3 anggota tubuh (mulut, hidung) bila disuruh menunjukkan
  • mengenal 5-6 benda (bukan menyebut)
  • jumlah kata-kata lebih dari 20
  • menggunakan kombinasi 2 kata menjadi kalimat pendek
  • mendengarkan bila dibacakan cerita

  • dapat menatap mata orang lain dengan baik

 

Gangguan bicara dan bahasa adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Penyebab keterlambatan bicara sangat luas dan banyak, Gangguan tersebut ada yang ringan sampai yang berat, mulai dari yang bisa membaik hingga yang sulit untuk membaik. Keterlambatan bicara fungsional merupakan penyebab yang sering dialami oleh sebagian anak. Keterlambatan bicara golongan ini biasanya ringan dan hanya merupakan ketidakmatangan fungsi bicara pada anak. Pada usia tertentu terutama setelah usia 2 tahun akan membaik. Bila keterlambatan bicara tersebut bukan karena proses fungsional maka gangguan tersebut harus lebih diwaspadai karena bukan sesuatu yang ringan.

 
Terdapat 3 penyebab keterlambatan bicara terbanyak diantaranya adalah retardasi mental, gangguan pendengaran dan keterlambatan maturasi. Keterlambatan maturasi ini sering juga disebut keterlambatan bicara fungsional. Gangguan ini sering dialami oleh laki-laki dan sering tedapat riwayat keterlambatan bicara pada keluarga. Biasanya hal ini merupakan keterlambatan bicara yang ringan dan kemungkinan sembuhnya baik. Pada umumnya kemampuan bicara akan tampak membaik setelah memasuki usia 2 tahun. Terdapat penelitian yang melaporkan penderita keterlambatan ini kemampuan bicara saat masuk usia sekolah normal seperti anak lainnya.

 
 
 
Dalam keadaan ini biasanya fungsi reseptif (penerimaan) sangat baik dan kemampuan pemecahan masalah visuo-motor anak dalam keadaan normal. Anak hanya mengalami gangguan perkembangan ringan dalam fungsi ekspresif: Ciri khas lain adalah anak tidak menunjukkan kelainan saraf, gangguan pendengaran, gangguan kecerdasan, dan gangguan psikologis lainnya. Keterlambatan bicara fungsional pada anak sering dialami penderita yang mengalami gangguan alergi terutama dermatitis atopi (alergi) dan saluran cerna.
 

 

Sebelum berasumsi macam-macam, pertama harus ditentukan terlebih dahulu penyebab keterlambatan bicara, misalnya :

 

  1. Gangguan pendengaran. Harus diberi bantuan alat dengar baru terapi wicara
  2. Keterlambatan fungsional. Dimana pola perkembangan kemampuan pemecahan masalah normal serta anak mengerti apa yang orang lain bicarakan. Umumnya karena kurang latihan, terlalu pasif, terlalu banyak bermain sendiri
  3. Gangguan organ mulut. Yang ini biasanya tidak terlambat, tetapi bicara dengan artikulasi kurang baik. Terapi wicara sangat baik
  4. Gangguan komunikasi sentral. Anak tidak mengerti apa yang dibicarakan, tidak dapat mengerti orang lain
  5. Retardasi mental
  6. Gangguan autistik/ autisme. Untuk gangguan autistik harus diperbaiki interaksinya dulu

 

Prinsip yang sebaiknya dipegang adalah keterlambatan bicara dapat ditoleransi apabila anak mengerti semua yang diucapkan padanya. Apabila anak tidak mengerti ucapan orang lain, anak cuek, tdak mau menatap mata orang, sulit menoleh ketika dipanggil, bicara bahasa yang tidak dimengerti sama sekali, dan hiperaktif maka segeralan dibawa ke dokter anak.

 

 

Apabila ini adalah keterlambatan bicara fungsional maka umumnya tidak memerlukan penanganan khusus dan bicara akan akan membaik setelah usia 2 tahun.Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu anak mulai belajar bicara adalah: bermain bersama sesering mungkin

 

  • berkomunikasi dengan cara yang anak bisa lakukan beri respon terhadap suara yang anak keluarkan
  • apabila ada kata-kata muncul maka ajarkanlah anak artikulasi yang jelas, tunjukkan apa yang harus dia ucapkan. Contoh : ketika dia menunjuk bola maka ucapkanlah padanya “Ini BOLA, BOOO-LAAA”
  • bersabar, dalam artian jangan terlalu terburu-buru ingin mendengar anak bicara

  • jangan ikut bicara dengan bahasa anak. Contoh : tetap ucapkan kata ‘susu’ disbanding dengan ‘cucu’

Cara yang dapat membantu anak bicara adalah dengan stimulasi anak terus menerus. Maksudnya stimulasi di sini adalah sering mengajak anak bicara. Ajarkan anak perbendaharaan kata yang baru. Tunjukkan hal-hal yang baru. Ulangi kosa kata yang sudah pernah diajarkan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)


Salam,

Tim Redaksi Klikdokter




    0 Komentar

    Belum ada komentar