Sukses

Benjolan & Trikomoniasis
19 Oct 2014, 21:07 WIB
Wanita, 49 tahun.
Doc, (26 okt 2011) Kiranya 4 mg yll, setelah masa periode haid, tinggal sisa-sisa, tiba2 di kelamin (bibir pinggiran) terasa panas, gatal, merah. Hasil dari itu, ada 1 benjolan, (uk 1 cm diameter) tanpa mata, tanpa nanah. Bila diraba terasa nyeri, gatal, bila dipencet ada semacam isinya. Setelah 2 hari gatal, kulit memerah dan terasa panas menghilang, tapi sampai saat ini benjolan (uk 3 mm diameter) masih ada, walaupun dioles dgn Gentamicin Salp setiap hari. 2 minggu yll saya melakukan kontrol periodik, yaitu papsmear. Hasilnya ada kuman coccoid, dan Trichomonas Vaginitis. Obat antibiotic Flagyl 500mg sudah dikonsumsi selama 5 hari. Pertanyaan saya mengenai ini: Iritasi tiba2 asal dari mana? Saya kebetulan ganti jenis pembalut saat itu. Apakah bisa karena kelembaban atau ada bakteri. Keputihan dalam bentuk banyak, berubah warna, bau dll saya tidak ada doc. Benjolan ini jenis apa? Menurut referensi Trichomonas adalah penyakit menular. Sudah bbrp minggu saya tidak ada kegiatan hubungan suami-istri, jadi masa tertular 4-28 hari, dapat dari mana? Waktu iritasi terjadi, saya menggunakan bbrp kali vaginal douche, betadine, apakah tertular oleh alat douche'nya? Terima kasih atas perhatiannya doc.
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang Terhormat.


Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Benjolan dan Hasil Papsmear Anda kemungkinan merupakan 2 kondisi yang berbeda.

Benjolan yang Anda maksudkan, berdasarkan informasi Anda berada pada bibir vagina, panas, gatal, merah, timbul setelah selesai masa periode Haid. Benjolan tersebut mungkin saja kista bartholin atau bartholinitis.

Kelenjar bartholin adalah 2 kelenjar yang berlokasi di kanan dan kiri pada bibir vagina yang berfungsi untuk memproduksi lendir untuk membasahi/melumasi vagina.

Kelenjar bartholin dapat terinfeksi dan jika kelenjar bartholin tersumbat maka akan menyebabkan pembentukan kista yang berisi cairan. Kista ini dapat disebabkan oleh infeksi, peradangan, atau sumbatan lokal karena lendir vagina. Apabila disebabkan karena infeksi, kista tersebut berubah menjadi abses (bartholinitis atau abses bartholin).

 

Kista bartholin umum terjadi pada wanita usia 20-29 tahun terutama mereka yang belum pernah hamil atau baru hamil sekali. Kista tersebut tidak berbahaya namun dapat menyebabkan nyeri dan membuat jalan menjadi lebih sulit karena dapat terus membesar hingga ukurannya menjadi sebesar telur.

Penanganannya bergantung dari ukuran kista, ada tidaknya infeksi, nyeri atau tidaknya. Kista kecil dapat direndam di air hangat beberapa kali dalam sehari selama 3-4 hari untuk mengurangi nyeri dan agar kista dapat pecah dengan sendirinya. Atau dokter dapat memasang selang kecil / kateter untuk mengeluarkan cairan dari kista.

Untuk itu, kami sarankan Anda mengunjungi dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk pemeriksaan fisik mendetil dan penanganan yang optimal. Jika hanya bartholinitis maka penanganannya dapat menggunakan antibiotik sesuai dengan resep dokter. Jika tidak segera ditangani maka kista bartholin dapat terinfeksi seperti yang telah kami jelaskan di atas sebelumnya.

Mengenai infeksi Trichomonas vaginalis yang Anda alami, infeksi tersebut ditularkan hanya melalui hubungan seksual. Dan infeksi ini memang sering tidak memberikan gejala sehingga mungkin saja Anda sudah memiliki infeksi ini sejak lama, namun organisme T.vaginalis baru terdeteksi bersamaan dengan pemeriksaan pap smear Anda kemarin. Sebaiknya, Anda memberitahu pasangan seksual Anda, dan menyarankan juga untuk diperiksa dan medapatkan pengobatan agar tidak terjadi infeksi ping-pong.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar