Sukses

Sulit Mengendalikan Emosi

18 Nov 2014, 20:58 WIB
Wanita, 31 tahun.

dok kenapa ya saya suka marah marah tanpa sebab,.meledak ledak tak terkendali, tapi selang beberapa waktu menyesal yang teramat sangat,.sampai menangis dan rasa sedihnya sampai ke hati,... apakah ada hubungannya dengan masa kecil saya yang didik dengan sangat keras..salah sedikit pukul..tendang bahkan di siram air panas juga pernah. dulu saya selalu menangis dan bercita2 akan menyayangi anak2 saya,.tp ternyata kenyataannya saya tidak bisa saya ikut mendidik anak saya dengan keras..meski setelahnya selalu minta maaf. dan menyesal tapi bilaa amarah itu datang saya sama sekali susah mengendalikan diri,..tolong saya adakah terapi atau apa yang harus saya lakukan agar saya bisa memiliki pribadi yang lebih sabar dan tenang, berat dan sedih rasanya menjalani semua ini. sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas perhatian dan jawaban dokter.

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Marah adalah salah satu bentuk emosi manusia  yang sepenuhnya bersifat normal dan sehat. Setiap individu pasti pernah marah dengan berbagai alasan.  Meski merupakan suatu hal yang wajar dan sehat, namun jika tidak dikendalikan dengan tepat dan bersifat destruktif maka amarah akan berpotensi besar untuk menimbulkan masalah baru, seperti masalah di tempat kerja, di keluarga, atau pun hubungan interpersonal.

Faktor penyebab mengapa seseorang menjadi marah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: eksternal dan internal. Faktor eksternal adalah hal-hal yang datang dari luar diri sang individu. Contoh: anda marah karena terjebak macet. Di samping hal-hal external tersebut, kemarahan juga dapat disebabkan oleh adanya faktor-faktor yang ada di dalam diri anda. Dengan kata lain  ada unfinished business yang bisa memicu anda untuk marah. Contoh: ketakutan atau kekuatiran terhadap suatu hal tertentu, ketidakmampuan dalam berinteraksi.

Individu yang mudah sekali menjadi marah biasanya adalah mereka yang memiliki tingkat toleransi yang rendah terhadap suatu tekanan atau hal-hal yang menyebabkan rasa frustrasi. Individu seperti ini menganggap bahwa mereka tidak selayaknya menerima kondisi yang tidak menyenangkan.  Mereka sangat sulit mengambil hikmah dari situasi yang tidak menyenangkan dan menjadi marah ketika situasi "tidak berpihak" mereka  seperti ketika sedang dikritik atau ditegur karena melakukan suatu kesalahan. Berdasarkan keterangan Anda, kemungkinan besar emosi yang gampang timbul ini adalah akibat dari kejadian masa lalu dari seringnya Anda diperlakukan keras tetapi tidak bisa mengelak dan hal tersebut tidak Anda inginkan. 

Untuk saat ini, ada beberapa pendekatan yang dapat Anda lakukan dalam menyalurkan dan mengendalikan amarah adalah :

  1. Mengekspresikan Kemarahan secara tidak agresif: relaksasi, humor, mengubah cara pandang, selesaikan masalah secara tuntas, melatih cara berkomunikasi, mengubah lingkungan, dan melakukan konseling apabila dengan cara-cara di atas tidak berhasil
  2. Menahan Amarah dan Mengalihkannya: berhenti memikirkan amarah dan mencoba memfokuskan diri pada sesuatu hal yang positif. Tujuannya adalah agar dapat mengurangi rasa marah yang sedang meluap dan mengubahnya menjadi tindakan yang konstruktif
  3. Menenangkan Diri: menarik nafas dalam-dalam dan mencoba meredakan emosi. Dalam hal ini ketika amarah datang maka anda segera mengambil jarak dari sumber penyebab kemarahan dan mencoba untuk mengendalikan emosi yang sedang bergejolak di dalam diri anda sendiri

Intinya adalah pengendalian diri Anda dan niatan Anda untuk berubah. Tentu saja didukung oleh keluarga Anda. Apabila kondisi ini semakin mengganggu maka sebaiknya konsultasikan ke dokter psikiater atau psikolog untuk membantu mengandalikan amarah Anda.

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar