Sukses

Vaksin MMR, Autisme, Terbentur

18 Oct 2014, 13:15 WIB
Pria, 1 tahun.
dokter yang baik, mohon masukannya karena saya sedang gundah: 1. saya pernah membaca dan mendengar cerita tentang imunisasi MMR dapat memicu autis, november ini anak saya dijadwalkan oleh dokter anaknya utk imunisasi MMR, bagaimana memastikan bahwa saat ini imunisasi tersebut sudah aman. 2. anak saya terbentur tembok keras sekali (jidat kanan atas) hingga benjol, bagaimana memastikan benturan tersebut tidak berbahaya demikian terima kasih sebelumnya
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

 

Imunisasi MMR merupakan imunisasi yang diberikan untuk memberikan anak kekebalan terhadap penyakit mumps (gondongan), measles (campak), dan rubella (campak Jerman). Dulu memang ada penelitian yang menghubungkan antara imunisasi MMR dengan munculnya gejala autisme pada anak. Namun, hipotesis tersebut telah diteliti lebih lanjut. Bahkan salah satu peneliti yang membuat hipotesis tersebut telah memberikan pernyataan bahwa imunisasi MMR bukan merupakan faktor risiko. Hal ini disimpulkan setelah dilakukan penelitian medis yang mendalam.

Imunisasi MMR ini sangat bermanfaat. Anak penderita campak yang belum diimunisasi MMR sebelumnya, dapat mengalami sakit campak yang berat dengan kemungkinan komplikasi radang paru (pneumonia) serta infeksi jaringan otak dengan kerusakan permanen (ensefalitis). Jadi, sebaiknya jangan ragu melakukan imunisasi ini.

Kami sertakan artikel: Vaksin MMR Bukan Penyebab Autisme.

Tulang tengkorak anak usia 6 bulan-1 tahun masih belum sekuat orang dewasa, untuk itu memang sebaiknya Anda membawa anak Anda ke dokter untuk pemeriksaan lengkap jika anak Anda mual/muntah/kejang atau demam atau tidak bisa berhenti menangis atau terus tertidur/lemas setelah terbentur. Jika tidak ada keluhan setelah terbentur maka benturan tersebut tidak berbahaya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

 

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar